KETIK, PALEMBANG – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu, 4 Oktober 2026.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah elemen masyarakat dan terutama dari pihak suryamotoriders club motor di Palembang membagikan ribuan masker gratis kepada pengguna jalan untuk mengurangi risiko paparan asap.

Aksi pembagian masker terlihat di sejumlah ruas jalan yang ramai dilalui pengendara seperti simpang charitias Palembang. Masker diberikan terutama kepada pengendara sepeda motor dan masyarakat yang masih harus beraktivitas di ruang terbuka.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kualitas udara Palembang yang dalam beberapa hari terakhir memburuk.

Ketua Umum Suryamotoriders Palembang, Rulis Kana mengatakan pembagian masker dilakukan karena masyarakat masih banyak yang harus beraktivitas di luar rumah meski kondisi udara sedang tidak sehat.

Baca Juga:
Kasus ISPA dan Flu Meningkat, Angka Rawat Inap Sejumlah Puskesmas di Tulungagung Melonjak

Masker diharapkan dapat membantu memberikan perlindungan, terutama bagi pengendara dan pekerja yang sehari-hari berada di jalan.

Ia menambahkan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kondisi asap saat ini cukup mengkhawatirkan, sementara masih banyak warga yang harus beraktivitas di luar.

"Karena itu kami membagikan masker secara gratis dan mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan serta mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan," jelasnya.

Komunitas motor dari Suryamotoriders membagikan ribuan masker secara gratis kepada penggunaan jalan di kawasan simpang Charitas Palembang (Foto: Tohir/Ketik.com:

Baca Juga:
Cegah ISPA di Lingkungan Sekolah, Disdikbud Kota Malang Ingatkan PHBS dan Etika Batuk

Ketua gank motor ini juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan dampak kabut asap terhadap kesehatan, terutama apabila mulai mengalami gangguan pernapasan, mata perih, batuk, atau sesak napas.

Kondisi kabut asap di Palembang memang semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan pemantauan aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup pada Minggu, 4 Oktober 2026, indeks standar pencemaran udara atau ISPU Palembang mencapai 780, yang masuk kategori berbahaya.

Sementara itu, BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Palembang sempat mencapai 828,3 mikrogram per meter kubik pada Minggu pagi. Kondisi tersebut menunjukkan tingginya paparan partikulat halus di udara.

Dampak kabut asap juga mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang bahkan menunda delapan penerbangan pada Sabtu akibat jarak pandang yang berada di bawah standar minimal penerbangan.

Pemerintah Kota Palembang telah menyiapkan layanan penanganan dampak ISPU di 18 kecamatan, termasuk posko kesehatan dan fasilitas puskesmas untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Pemerintah juga mengimbau masyarakat menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat 12.589 kasus ISPA selama periode 1–21 September 2026. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga telah menginstruksikan agar pengobatan ISPA yang disebabkan paparan kabut asap diberikan secara gratis di fasilitas kesehatan.

"Masyarakat diimbau menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di tempat terbuka, serta segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi akibat paparan asap," tandasnya.(*)