Jungkir Balik Membangun Minat Baca dan Literasi di Era Post-Truth

Editor: M. Rifat

3 Feb 2024 15:15

Thumbnail Jungkir Balik Membangun Minat Baca dan Literasi di Era Post-Truth
Oleh: Moch. Efril Kasiono*

Melalui tulisan ini saya pribadi berharap bisa lebih giat lagi untuk memupuk minat baca, sebagai generasi milenial tentu ini menjadi persoalan tersendiri, ditambah lagi menekuni literasi dan minat baca, saya tekuni tak kurang dari 6-7 tahun belakangan ini. 

Sebagai pendamping desa yang di-hire oleh Kementerian Desa dituntut harus ‘tau segala’. Bagaimana tidak, desa dampingan sering ‘menggantung nasib’ mereka kepada kejelian dan ketelitian dari pendamping desa, tak heran jika keberadaan pendamping desa ibarat ‘dokter’.

Semua permasalahan di desa, pendamping wajib dan harus tahu serta mampu memberikan solusi yang tepat sampai-sampai timbul anekdot ‘salah resep, pasien mati’. Lebih ngeri lagi ada yang sampai meng-analogi-kan strata pendamping desa itu ‘di bawah Tuhan di atas setan’.

Hal inilah yang kemudian membuat saya lebih banyak belajar literasi tentang desa atau yang berkaitan dengan dunia pendampingan mulai dari ‘alif hingga ya’ itupun belum hatam dan terus diulang.

Baca Juga:
Warga Bandelan Bondowoso Geger, Temukan Jenazah Bayi Perempuan dalam Kresek Hitam

Bicara literasi dan minat baca, beberapa waktu yang lalu Kementerian Desa PDTT mengeluarkan sebuah Keputusan Menteri Desa tentang Panduan Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat Desa, tentu saja ini untuk menjawab tantangan zaman yang kian hari berubah dan serba canggih. Ditambah lagi minat baca orang Indonesia berdasarkan data UNESCO tahun 2021 hanya 0.01% saja dalam artian dari 1.000 orang hanya 1 orang yang memiliki minat baca.

Belum lagi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berdasar data dari UNDP, Indonesia masih kalah jauh dengan Malaysia yang mencapai 28% sementara kita hanya gak sampai 15%. Hal inilah yang kemudian menjadi ‘persuwalan’ dan menyebabkan SDM kita kesulitan dalam beradaptasi di era revolusi industri 4.0 dan Society 5.0.

Ancaman Serius 

Sepanjang Tahun 2020, Microsoft merilis tingkat kesopanan pengguna internet di seluruh dunia termasuk Indonesia, dalam laporan Digital Civilty Index (DCI) Indonesia menempati rangking paling bawah se- Asia Tenggara alias paling tidak sopan, dengan skor 76 naik 8 Poin dari tahun 2019. 

Baca Juga:
Bupati Halsel Dorong Literasi Lewat Perpustakaan Desa

Pengamat Psikososial dan Budaya, Endang Mariani mengasumsikan jika pengguna internet di negara kita masih minim literasi, sehingga dengan mudah percaya dan menerima begitu saja berita yang belum jelas kebenaranya.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Central Connecticut State University bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked (2016), negara Indonesia menempati rangking ke-60 dari 61 negara perihal minat baca dibawah Thailand (59) dan diatas Bostwana (61), hal ini berbanding terbalik dengan penilaian Infrastuktur pendukung membaca dimana peringkat Indonesia berada diatas negara eropa.

Padahal sebagai negara penganut Islam terbesar didunia, kita berkeyakinan bahwa Allah SWT memberikan perintah pertama melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad, yakni turunnya surat Al Alaq di Gua Hira’. Ayat pertama surat Al Alaq yang artinya “Bacalah!” jika dikaji memiliki makna sangat dalam yakni memerintahkan agar manusia untuk gemar membaca dan belajar. Dengan membaca, diharapkan manusia dapat memahami arah langkah yang dapat dilakukan ke depannya, sehingga dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain.

Ada pernyataan menarik dari Maman Suherman seorang kolumnis saat tampil pada acara QnA salah satu televisi nasional baru-baru ini, dia menyatakan seorang penulis terjebak diantara pajak dan bajak, dan menyesalkan dalam perdebatan capres dan cawapres tidak ada yang membahas tentang literasi.

Sementara itu, Tom Lembong mantan Menteri Perdagangan dan Menteri Investasi menegaskan bahwa masyarakat sudah terbiasa mengkonsumsi konten media sosial sehingga terkadang informasi yang disampaikan tidaklah utuh, sementara informasi yang akurat dan utuh bisa  berasal dari buku atau literasi.

Sementara di era digital ini, berita atau informasi lebih mudah diakses lewat gadget, namun sayang banyak informasi yang didapat bukan dari media yang kredibel sehingga banyak masyarakat yang terjebak dalam fake news yang sengaja dibuat oleh untuk mengambil perasaan pembaca dengan story-telling yang dibuat sedemikan rupa dan mengabaikan kebenaran.

Reuters Institute menyebutkan bahwa masyarakat lebih percaya pada fake news dari pada media yang valid atau kredibel, jika diukur mengunakan Alexa.com beberapa media fake news mampu mengalahkan media mainstream seperti tempo.co atau Antaranews

Ahmad Rifa’i dalam buku Generasi Emas, menyimpulkan bahwa dampak kurangnya literasi adalah tumbuh kembangnya generasi muda yang malas sehingga berdampak serius bagi perkembangan wawasan, sulitnya bersosialisasi dan mengembangkan diri serta antipati terhadap lingkungan sekitar sehingga tampak cenderung egois.

Munculnya Keputusan Menteri Desa Nomor 3 Tahun 2023 tentang Panduan Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat Desa, mempertegas keberadaan dan manfaat Dana Desa yang digelontorkan semenjak 2014, Keputusan Menteri ini selaras dengan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Lahirnya Kepmen ini akan mempermudah pemerintah daerah utamanya desa dalam mengelola dan meningkatkan sumber daya manusia.

Ke depan diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang terjebak lagi dengan berita hoax disamping itu dengan adanya Keputusan Menteri Desa ini mampu menjawab tantangan zaman serta bisa mewujudkan pendidikan yang berkualitas sebagaimana tujuan dari SDGs ke-4. 

Adanya Kepmen adalah upaya komprehensip dan terintegrasi dalam pemenuhan enam literasi dasar, yakni literasi baca tulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital serta literasi budaya dan kewargaan. Dan pada akhirnya kita akan melihat sejauh mana stakeholdes mampu membawa perubahan di ranah akar rumput.(*)

*) Moch. Efril Kasiono adalah Pendamping desa Bondowoso

 **) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Karikatur by Rihad Humala/Ketik.co.id

****) Ketentuan pengiriman naskah opini:

  • Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.co.id.
  • Berikan keterangan OPINI di kolom subjek
  • Panjang naskah maksimal 800 kata
  • Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP
  • Hak muat redaksi.(*)

Baca Sebelumnya

Jalan Sepanjang 10,6 KM di Bondowoso Akhirnya Diaspal, Hasil Usulan Anggota DPR RI Sumail Abdillah

Baca Selanjutnya

Pupuk Kimia Langka, Ra Hasan Ajak Petani Membuat Pupuk Organik Cair

Tags:

Moch. Efril Kasiono pendamping desa minta baca literasi Bondowoso

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

13 April 2026 04:01

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar