Jumlah Kasus KDRT di Pacitan Menurun, Ini Penyebabnya

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: M. Rifat

9 Okt 2023 09:00

Thumbnail Jumlah Kasus KDRT di Pacitan Menurun, Ini Penyebabnya
Kepala Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Pacitan, Jayuk Susilaningtyas menyebutkan penyebab KDRT tertinggi lantaran perselingkuhan (9/10/2023). (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

KETIK, PACITAN – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur menurun.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPKB dan PPPA) Pacitan Jayuk Susilaningtyas mengungkapkan, tercatat pada tahun lalu mencapai 24 perkara. Sebaliknya di akhir tahun 2023 ini baru diangka 13 aduan yang telah diterima dalam kurun waktu bulan Januari hingga September.

"Alhamdulillah, untuk tahun ini menurun sebanyak 11 kasus dibandingkan tahun sebelumnya," katanya berdasarkan data perkembangan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak Dinas PPKB dan PPPA, Senin, (9/10/2023).

Jayuk menyebutkan, angka kasus KDRT tahun 2023 paling banyak dari kejadian pencabulan, yakni di angka 9 perkara, disusul 2 kasus penganiyaan dan 2 kasus persetubuhan atau perselingkuhan. Secara wilayah, paling tinggi terdapat di Kecamatan Pringkuku.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Wilayah Kecamatan Pringkuku yang mendominasi dalam kategori pencabulan yang berjumlah 4 kasus," terangnya.

Kendati demikian, lanjut Jayuk, upaya untuk pencegahan KDRT sejatinya sudah dilakukan bersama lintas sektor. Sedangkan titik penekanannya adalah dengan bimbingan dan penyuluhan.

"Kami ini untuk kasus KDRT faktornya kan karena ekonomi dan SDM yang rendah. Maka kami juga menjalin kerja sama dengan lintas sektor seperti Kantor Kementerian Agama, Dinas Sosial guna melakukan penyuluhan dan bantuan bagi masyarakat," terangnya.

Selanjutnya, untuk menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam pendidikan formal, pihaknya mengaku sudah menjalin dengan Dinas Pendidikan setempat. Itu melalui sosialisasi dan edukasi, berupa pesan perlindungan yang diklaim efektif tersampaikan.

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

"Untuk pendidikan karakter dan bimbingan konseling, setidaknya kalau pendidikannya tinggi terkait pemahaman perilaku dan tindakan akan lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menempuh jalur pendidikan," tutur Jayuk.

Foto Data perkembangan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak Dinas PPKB dan PPPA. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)Data perkembangan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak Dinas PPKB dan PPPA. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.co.id)

Selain itu, Jayuk menegaskan, jika penurunan tersebut tidak boleh membuat pihaknya menjadi terlena. Sebab, giat pencegahan dan antisipasi bakal tetap digencarkan meskipun di wilayah Pacitan yang terbilang memiliki potensi rendah KDRT.

"Tentu harus ditangani dan diantisipasi dengan baik, kalau tidak maka dapat mengganggu upaya pemulihan hak-hak perempuan dan anak seperti hak untuk hidup, hak untuk mendapatkan perlindungan serta hak untuk bersosialisasi di lingkungannya," jelasnya.

Dinas PPKB dan PPPA Pacitan menekankan kepada orang tua generasi sekarang agar intens melakukan pendampingan saat menggunakan teknologi, terutama HP dan internet kepada buah hati yang beranjak dewasa. Lantaran era saat ini dengan beragam informasi yang tak terbendung dapat menuntunnya berperilaku negatif hingga jenjang pernikahan.

"Makanya perlu pengasuhan yang positif untuk anak yang belum menikah. Dampak KDRT sangat kompleks dan mempengaruhi ketahanan individu maupun keluarga. Semoga ke depan kasus tidak bertambah, kalau bisa justru tidak ada," pungkasnya di Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Pacitan.

Sebagai informasi, terdapat layanan pelaporan kasus KDRT agar dilakukan pendampingan oleh Dinas PPKB dan PPPA dapat ditempuh melalui petugas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) untuk tingkat desa, dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk tingkat kecamatan. (*)

Baca Sebelumnya

Revitalisasi Selesai, Alun-Alun Tugu Malang Dapat Dikunjungi Warga

Baca Selanjutnya

Ajang Penghargaan Inovasi Daerah, Brida Jatim Gelar INOTEK 2023

Tags:

KDRT Pacitan pacitan DINAS PPKB dan FPPA Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar