Jeritan Penjual Kembang Api Jelang Tahun Baru, Omzet Turun Hingga 50 Persen

Jurnalis: Fitra Herdian
Editor: Fisca Tanjung

30 Des 2025 12:36

Thumbnail Jeritan Penjual Kembang Api Jelang Tahun Baru, Omzet Turun Hingga 50 Persen
Jhonny Anggo (berkacamata) membeli kembang api di agen daerah Jalan Pasar Kembang, Surabaya. Ia hendak menyambut malam tahun baru dengan menyalakan kembang api. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Perdagangan kembang api menjelang tahun baru terpantau lesu. Kondisi ini dipicu turunnya omzet hingga 50 persen dibandingkan pendapatan pada tahun-tahun sebelumnya.

Sepinya pembeli menjadi keluhan utama para pedagang. Padahal, biasanya sepekan menjelang tahun baru masyarakat mulai berburu aneka kembang api dan pernak-pernik untuk merayakan pergantian tahun.

Situasi tersebut dirasakan salah satu penjual kembang api di kawasan Jalan Pasar Kembang, Surabaya, Hani Amanda Prasetya. Ia mengungkapkan hingga kini belum terlihat tren peningkatan jumlah pembeli.

Baca Juga:
Pesta Kembang Api Hiasi Salat Witir Malam ke-29 Ramadan di Masjid Agung Jami' Kota Malang

"Kalau penjualan dari tahun kemarin perbandingannya sama tahun ini berbeda jauh sekali. Biasanya orang-orang beli (kembang api) sebelum mereka berangkat berlibur ke Batu ke Trawas. Sekarang tidak ada," jelasnya pada Selasa, 30 Desember 2025.

Sepinya pembeli, kata Hani karena ada imbauan pemerintah untuk tidak menyalakan kembang api pada saat momen perayaan tahun baru. 

"Jadi orang-orang kemungkinan agak takut. Terus ekonomi juga kan bisa jadi seperti itu. Orang lebih sayang dibuat beli kembang api. Menurut mereka daripada buat beli kembang api mending buat kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Hani menambahkan, pembeli saat ini masih ada namun hanya berani membeli dengan jumlah kecil. 

Baca Juga:
Pedagang Musiman Menjual Aneka Kue Lebaran Padati Ruas Jalan Nasional Meulaboh

"Kebanyakan yang beli sekarang individu dan pembeli yang memang akan dijual kembali," kata pria berkacamata ini.

Ia berharap pemerintah sedikit melonggarkan aturan menggunakan kembang api untuk perayaan tahun baru. 

"Ya kalau bisa beginilah, misalnya untuk orang menyalakan kembang api secara pribadi minta tolong diperbolehkan. Kalau untuk event-event sih kalau misalnya dilarang ya enggak apa-apa. Kalau skala rumah misal main di depan rumah depan vila minta tolong diperbolehkan," harap Hani.

Pembeli Minta Uang Kembali

Sepinya pembeli kembang api menjelang akhir tahun sangat dirasakan Hani. Kondisi tersebut dipicu adanya imbauan pemerintah yang menyarankan masyarakat untuk tidak menyalakan kembang api.

Dampaknya, sejumlah pembeli yang sebelumnya sempat memborong kembang api memilih mengembalikan barang dan meminta uangnya kembali.

"Ada yang minta uangnya Rp3 juta untuk membeli kembang api dikembalikan. Ya kami tidak bisa apa-apa. Terpaksa stok ini harus kami simpan untuk event lain," katanya.

Beli Kembang Api Air Mancur 

Menyalakan kembang api sudah menjadi bagian tak terpisahkan pada saat momen perayaan tahun baru. Hal ini diungkapkan oleh Jhonny Anggo, salah satu pembeli kembang api di daerah Pasar Kembang, Surabaya.

Ia mengaku membeli dua kembang api jenis air mancur untuk dinyalakan di kompleks perumahan.

"Ada dua jenis kembang api air mancurnya. Tingginya bisa sampai satu meter. Tapi saya pilihnya yang tidak ada letusannya, agar enak untuk dinikmati," katanya. (*)

Baca Sebelumnya

DLH Kota Batu Catat Penurunan Sampah Hingga 8.700 Ton Sepanjang 2025

Baca Selanjutnya

Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2026, Wabup Bondowoso “Alarm” Seluruh OPD

Tags:

kembang api Tahun baru Tahun Baru 2026 pedagang kembang api kembang api Surabaya pedagang pedagang Surabaya

Berita lainnya oleh Fitra Herdian

Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

13 April 2026 21:52

Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak Wedi

13 April 2026 21:48

Rusunami Gen Z Segera Dibangun, Pemkot Surabaya Siapkan Lahan di Rungkut dan Tambak Wedi

Daftar Susunan Pemain Indonesia U-17, Siap Bawa Kemenangan Perdana Hadapi Timor Leste

13 April 2026 19:09

Daftar Susunan Pemain Indonesia U-17, Siap Bawa Kemenangan Perdana Hadapi Timor Leste

Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah Suci

13 April 2026 14:36

Mengintip Kegiatan 59 Jemaah Praktik Manasik di Asrama Haji Surabaya, Jadi Bekal ke Tanah Suci

Super League Hampir Berakhir, Bernardo Tavares Pilih Siapkan Musim Depan

12 April 2026 22:20

Super League Hampir Berakhir, Bernardo Tavares Pilih Siapkan Musim Depan

DKD Jawa Timur Gelar Sidparda 2026, Perkuat Peran Dewan Kerja Hadapi Era Perubahan

12 April 2026 18:19

DKD Jawa Timur Gelar Sidparda 2026, Perkuat Peran Dewan Kerja Hadapi Era Perubahan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar