KETIK, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman terus memperkuat hilirisasi dan promosi komoditas kopi robusta lokal. Langkah nyata ditunjukkan melalui peluncuran Kopi Keliling (Koling) Merapi dan Dua Roda Keliling (Darling) Merapi di kawasan Museum Gunung Merapi, Selasa 22 September 2026.

Inovasi pemasaran jemput bola ini disokong penuh oleh Pemda DIY via Dana Keistimewaan serta dukungan CSR Bank Indonesia DIY.

Armada pemasaran terbagi atas dua varian, yakni Koling Merapi yang memanfaatkan kendaraan roda tiga serta Darling Merapi berupa gerobak motor roda dua yang telah dilengkapi peranti seduh kopi modern. Seluruh unit bakal bersiaga di titik-titik pusat keramaian dan objek wisata andalan Bumi Sembada, khususnya di wilayah lereng Merapi.

Dukungan sarana usaha senilai total Rp599,76 juta resmi dialokasikan untuk memperluas cakupan pasar Kopi Nirmalagiri yang dikelola kelompok tani dan koperasi. Bantuan tersebut mencakup empat unit Koling Merapi berbiaya Rp90 juta per unit dari CSR Bank Indonesia, ditambah enam unit Darling Merapi seharga Rp39,96 juta per unit yang bersumber dari Dana Keistimewaan.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Liem Astuti mengungkapkan bahwa seluruh armada diserahkan langsung kepada kelompok tani dan koperasi setempat. Menurutnya, fasilitas tersebut bakal menjadi garda terdepan sarana usaha sekaligus etalase pemasaran Kopi Merapi ke konsumen luas.

Baca Juga:
Dari Pekarangan Rumah ke Pasar, Perempuan Wedomartani Belajar Racik Rempah Berdaya Jual

Kopi Darling (Dua Roda Keliling), inovasi kedai kopi mobile roda dua yang siap sapa pecinta kopi lokal di mana saja. (Foto: Pemkab Sleman for Ketik.com)

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menegaskan pentingnya membangun citra Kopi Nirmalagiri sebagai identitas komoditas unggulan yang berkelanjutan dari lereng gunung.

"Penguatan ekonomi warga dan pemantapan identitas daerah ingin kami wujudkan lewat kopi lokal ini. Hadirnya Koling dan Darling Merapi menjadi sarana kami mendekatkan Kopi Merapi langsung ke hadapan wisatawan maupun masyarakat luas," tutur Danang.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Sri Darmadi Sudibyo mengapresiasi daya adaptasi para pengelola Kopi Nirmalagiri. Pihaknya berharap bantuan armada keliling tersebut dapat memacu pertumbuhan komoditas lokal hingga menembus pasar nasional.

Baca Juga:
Sri Sultan Cicipi Air Hujan Olahan di FKY 2026, Pemkab Sleman: "Masa Masyarakat Ragu?"

"Langkah ini kami harapkan tak sekadar membesarkan skala usaha para petani, tetapi juga menjadi bukti inspiratif bahwa dari lereng gunung mampu lahir produk berkualitas yang membanggakan DIY dan Indonesia," kata Sudibyo.

Misi edukasi narasi budaya turut ditekankan Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Noviar Rahmad. Ia menyebut keberadaan armada bergerak ini efektif menceritakan asal-usul dan kerja keras petani di balik kenikmatan secangkir kopi.

"Bukan sekadar armadanya yang berkeliling ke mana-mana, melainkan rekam jejak dan perjuangan para petani penanamnya yang ikut tersampaikan kepada penikmat kopi," tegas Noviar.

Lewat penguatan hilirisasi ini, ekosistem kopi Merapi diharapkan tidak hanya fokus pada peningkatan hasil panen di hulu, namun berlanjut pada kemandirian pemasaran dan pengembangan usaha tani secara berkelanjutan.(*)