Jejak Boki Fatimah, Perempuan Bacan dalam Arus Awal Pers Nusantara

Editor: Mursal Bahtiar

7 Mar 2026 18:04

Thumbnail Jejak Boki Fatimah, Perempuan Bacan dalam Arus Awal Pers Nusantara
Irfan Ahmad bersama Wakil Bupati Helmi Umar Muchsin dan Ompu Juru tulis Kesultanan Bacan Saat menjadi narasumber sejarah Boki Fatimah Sabtu 7 Maret 2026 (Foto: Mursal/Ketik.com)

KETIK, HALMAHERA SELATAN – Sejarah pers Indonesia kerap dimulai dengan nama Raden Mas Tirto Adhi Soerjo sebagai pelopornya. Namun ada nama lain yang hampir tak pernah terdengar: Boki Fatimah.

Ia adalah seorang perempuan dari Kesultanan Bacan yang dalam arsip kolonial Belanda tercatat sebagai Princes van Kasiruta.

Pada Sabtu, 7 Maret 2026, jejak Boki Fatimah kembali menjadi topik utama dalam diskusi di Bacan, tepatnya di Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan. Acara Focus Group Discussion bertema Satu Perempuan untuk Kebangkitan Jurnalis Nusantara itu digelar untuk menggali peran perempuan dalam dunia pers.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar membahas sejarah semata, melainkan juga upaya menghidupkan kembali ingatan tentang seorang perempuan yang selama ini mungkin tersisih dari cerita besar bangsa.

Baca Juga:
Polres Halmahera Selatan Tak Kendur Tangani Tambang Ilegal

“Melalui forum ini kita berharap dapat menggali data dan referensi sejarah yang kuat sebagai dasar untuk mengusulkan Princes van Kasiruta atau Boki Fatimah sebagai pahlawan perempuan nasional,” kata Bassam.

Sejarawan dan Akademisi Unkhair Ternate Irfan Ahmad menegaskan bahwa Boki Fatimah bukan tokoh fiksi. Namanya tercantum jelas dalam arsip kolonial Belanda. Ia adalah anak Sultan Muhammad Sadiq Syah, penguasa Bacan pada 1862–1889, dan saudara perempuan Sultan Muhammad Oesman Syah yang memimpin awal abad ke-20.

Klarifikasi ini penting. Banyak tulisan populer salah menyebut Boki Fatimah sebagai putri Sultan Oesman Syah. Padahal, arsip kolonial menunjukkan ia memang kakak perempuan Sultan yang berkuasa saat itu.

Perbedaan ini terlihat kecil. Namun bagi penelitian sejarah, informasi seperti itu menentukan konteks sosial dan politik pada masa itu.

Baca Juga:
Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

“Memori kolektif kita sering kali menyederhanakan atau bahkan melupakan peran perempuan dalam sejarah,” kata Irfan.

Selama ini, cerita pers Indonesia memang sering diawali oleh tokoh laki-laki. Misalnya, R.M. Tirto Adhi Soerjo dikenal sebagai pelopor pers nasional karena keberaniannya melawan penjajah lewat tulisan di media.

Namun Irfan Ahmad mengatakan sejarah pers sebenarnya lebih berlapis. Di berbagai daerah Nusantara, tokoh lokal juga terlibat dengan media, menulis, atau ikut dalam pergerakan politik zaman kolonial. Boki Fatimah termasuk salah satunya. Dalam arsip Belanda, namanya muncul dengan gelar “Princes van Kasiruta”, tanda bahwa ia seorang bangsawan asal Bacan.

Menurut Irfan, kehadiran nama ini menunjukkan perempuan Maluku Utara sudah ikut membentuk dunia pers jauh sebelum cerita nasional mengenalnya.

Gagasan mengusulkan Boki Fatimah sebagai Pahlawan Nasional bukan sekadar romantisme sejarah lokal. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, seorang calon Pahlawan Nasional hanya bisa diusulkan jika memiliki jasa luar biasa bagi bangsa atau karya yang bermanfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, penelitian lebih mendalam menjadi langkah penting.

Irfan mendorong lembaga kearsipan, perpustakaan, dan pemerintah daerah, terutama Dinas Sosial Halmahera Selatan, untuk menelusuri lebih jauh arsip kolonial maupun sumber lokal Kesultanan Bacan. Tanpa riset yang kuat, nama Boki Fatimah akan terus berada di pinggir cerita sejarah.

“Penelitian lebih lanjut penting agar kontribusi tokoh dari Bacan tidak lagi berada di pinggir narasi sejarah nasional,” ujarnya.

Jika suatu hari Boki Fatimah diakui sebagai Pahlawan Nasional, maknanya akan lebih luas dari sekadar penghargaan pribadi. Ia bisa menjadi simbol bahwa sejarah pers Indonesia tidak dibangun oleh satu orang, satu kota, atau satu pulau saja, melainkan oleh banyak suara. Salah satunya adalah suara perempuan asal Bacan yang selama ini nyaris tak terdengar. Mungkin dari pinggiran Nusantara inilah cerita lama yang terlupakan mulai ditulis ulang.

Baca Sebelumnya

Mahasiswa UB Ciptakan BUDDY, Deteksi Dini Kanker Payudara Berbasis AI dan Kamera Termal

Baca Selanjutnya

Wakil Ketua I DPRD Batam Hadiri Buka Bersama Anak Yatim

Tags:

Boki fatimah Prinses Van Kasiruta Perempuan dan Pers Nusantara Akademisi Irfan Ahmad Helmi Umar Muchsin Ibnu Tufail Halmahera Selatan Maluku Utara

Berita lainnya oleh Mursal Bahtiar

Polres Halmahera Selatan Tak Kendur Tangani Tambang Ilegal

16 April 2026 17:43

Polres Halmahera Selatan Tak Kendur Tangani Tambang Ilegal

Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

14 April 2026 09:50

Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

14 April 2026 06:53

Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

13 April 2026 19:02

Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

Bassam ke KNPI Halsel: Kritis Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Bawa Solusi

12 April 2026 17:06

Bassam ke KNPI Halsel: Kritis Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Bawa Solusi

Taslim Abdurrahman Resmi Pimpin KNPI Halmahera Selatan

12 April 2026 16:36

Taslim Abdurrahman Resmi Pimpin KNPI Halmahera Selatan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H