KETIK, MALANG – Idaroh Syubiyyah Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN) Kota Malang sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Kampus Universitas Islam Malang (Unisma).

Kegiatan yang berlangsung Minggu, 9 Agustus 2026 itu berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran pengurus Idaroh Aliyah, Wustho, hingga Syubiyyah, para ulama, serta tamu undangan dari berbagai lembaga di lingkungan PCNU Kota Malang.

Musda menjadi momentum penting bagi JATMAN Kota Malang untuk mengevaluasi perjalanan kepengurusan sebelumnya, sekaligus menentukan arah organisasi dalam menghadapi tantangan keumatan dan kebangsaan.

Pemilihan Unisma sebagai lokasi pelaksanaan Musda memiliki makna tersendiri. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) terkemuka, Unisma dinilai memiliki keterkaitan kuat dalam menyatukan nilai akademik dengan nilai-nilai spiritual dan ke-tashawwuf-an yang menjadi ruh perjuangan JATMAN.

Dalam kesempatan tersebut, jajaran pengurus Idaroh Wustho JATMAN Jawa Timur KH. Maksum Maulani mengapresiasi kinerja JATMAN Kota Malang yang dinilai aktif dan konsisten mengikuti berbagai kegiatan organisasi.

Baca Juga:
Ribuan Mahasiswa Baru UIN Malang Telah Memasuki Ma'had, Tanda Tahun Ajaran Baru 2026/2027 Akan Dimulai

“Idaroh Syubiyyah Kota Malang ini termasuk yang paling aktif dan selalu hadir dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Idaroh Wustho. Pelaksanaan Musda ini juga paling bagus dan paling cepat sebelum masa jabatan berakhir,” ujarnya.

KH. Maksum Maulani mengaku bangga dengan kinerja kepengurusan JATMAN Kota Malang. Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya menjaga eksistensi organisasi, tetapi juga memastikan regenerasi kepemimpinan serta memperluas pengenalan ajaran thoriqoh kepada seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, JATMAN memiliki peran strategis sebagai benteng moral dan spiritual masyarakat, khususnya di tengah arus modernisasi yang semakin dinamis.

“Melalui Musda di Unisma ini, diharapkan lahir kepemimpinan yang amanah serta program-program yang mampu mendekatkan ajaran Thoriqoh Al-Mu’tabaroh kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda,” ungkapnya.

Baca Juga:
Ironi HUT ke-81 RI, SDN Kebonsari 2 Kota Malang Masih Krisis Guru Kelas

Sementara itu, Sekretaris PCNU Kota Malang Prof. Dr. H. Faisol Fatawi dalam sambutannya menyampaikan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam tradisi tarekat sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan modern.

Ia menjelaskan, nilai seperti ikhlas, rajā’ (harap), khauf (takut), sabar, tawakal, syukur, dan ridha bukan hanya menjadi ajaran moral, tetapi juga menjadi mekanisme spiritual dalam mengelola emosi, menghadapi tekanan hidup, serta membangun ketahanan jiwa.

“Dalam konteks kehidupan generasi muda saat ini, nilai-nilai tersebut menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap persoalan kesehatan mental,” jelasnya.

Prof. Faisol menyebut, latihan spiritual dan pembinaan batin dalam tarekat memiliki potensi menjadi salah satu pendekatan dalam membangun kesejahteraan psikologis atau psychological well-being.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual dapat membantu seseorang menerima diri, membangun hubungan positif, memiliki tujuan hidup, serta mengembangkan potensi diri.

“Nilai-nilai spiritual dapat berperan dalam membangun ketahanan mental generasi muda di tengah kompleksitas kehidupan seperti sekarang ini,” tambahnya.

Sementara itu, Mudir Idaroh Syubiyyah JATMAN Kota Malang Dr. KH. Moh. Qusyairi, M.Pd menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Musda, khususnya pihak Unisma yang memberikan tempat untuk pelaksanaan kegiatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Mohon maaf apabila dalam pelaksanaan masih terdapat kekurangan, termasuk keterlambatan acara. Harapannya seluruh peserta mengikuti kegiatan ini hingga selesai sampai terpilihnya Rois dan Mudir yang baru,” tuturnya. (*)