Jaranan Senterewe Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda 2025, Tulungagung Makin Mendunia!

Jurnalis: Sugeng Hariyadi
Editor: Fisca Tanjung

16 Nov 2025 06:49

Thumbnail Jaranan Senterewe Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda 2025, Tulungagung Makin Mendunia!
Pementasan kesenian Jaranan Senterewe di kolaborasi dengan Reog Kendang. (Foto :Sugeng/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG

Kesenian Jaranan telah menyebar luas di berbagai kabupaten di Jawa Timur, dan beberapa di antaranya bahkan sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Kekayaan budaya Tulungagung kembali mendapat pengakuan. Setelah Jaranan Pegon ditetapkan sebagai WBTB pada 2023, kini giliran Kesenian Jaranan Senterewe yang resmi masuk daftar Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kesenian ini tercatat dengan nomor EBT 352025000253 pada 30 Juni 2025.

Baca Juga:
Resmi! Kolok Goblok dan Bantengan Lereng Semeru asal Kabupaten Malang Ditetapkan Jadi WBTb

Pengakuan ini semakin menegaskan bahwa Jaranan Senterewe merupakan aset budaya penting yang wajib dijaga dan dilestarikan. Kini, kesenian khas Tulungagung tersebut resmi mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penetapan Jaranan Senterewe sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Baca Juga:
‎Tari Sanduk Diusulkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kota Batu ‎

"Dalam rangka ulang tahun Kabupaten Tulungagung ke-820 kita mendapat anugerah yang sangat istimewa yakni kesenian Jaranan Senterewe mendapat pengakuan oleh Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai khasanah Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)," ucap Gatut Sunu, pada acara Pesona Budaya 2025 bertempat di titik 0 kilometer Alun-alun Tulungagung, Sabtu, 15 November 2025.

"Dengan pengakuan Jaranan Senterewe sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), ini menjadi bukti nyata akan nilai historis, filosofis dari kesenian jaranan tersebut," ujarnya.

Lanjutnya, penetapan ini menegaskan bahwa Jaranan Senterewe bukan hanya bentuk hiburan, tetapi juga bagian dari kepercayaan dan tradisi luhur masyarakat Tulungagung.

Pemerintah Kabupaten Tulungagung pun menjadikan status WBTB ini sebagai momentum untuk semakin menguatkan pelestarian sekaligus pemberdayaan komunitas yang menjaga warisan budaya tersebut.

"Tugas kita bersama setelah Jaranan Senterewe ditetapkan sebagai WBTB, kita harus memberikan dukungan penuh untuk melestarikan, mendokumentasikan, dan mempromosikannya agar kesenian Jaranan Senterewe ini tidak punah di tengah jalan," tegasnya. 

"Penetapan dua varian Jaranan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda Tulungagung, untuk bangga dan aktif menjaga warisan budaya leluhur kita dengan baik", ungkapnya.

"Saya mengajak seluruh generasi muda untuk mencintai, mempelajari dan turut serta melestarikan budaya daerahnya, karena budaya yang kuat adalah fondasi bagi bangsa yang bermartabat," harapannya.

"Mari bersama-sama kita jadikan acara Pesona Budaya Tulungagung 2025 ini sebagai panggung kebanggaan seluruh masyarakat Tulungagung. Acara ini merupakan simbol Identitas dan sebagai janji akan masa depan budaya kita yang semakin gemilang," pungkasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Tulungagung beserta istri, Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M, Ketua DPRD Marsono, S.Sos beserta rombongan, jajaran Forkopimda, Ketua Komisi D bersama anggota, serta perwakilan OPD dan instansi vertikal di lingkungan Kabupaten Tulungagung.

Masyarakat Tulungagung juga antusias hadir dalam kegiatan ini.

Baca Sebelumnya

Polda Sumsel Gelar Perkara Khusus Kasus Juniar Ayu, Penyidik Telaah Ulang Kronologi dan Fakta Baru

Baca Selanjutnya

Antusiasme Tinggi, Pesona Gondanglegi di Kabupaten Malang hingga Minggu Pagi Belum Selesai

Tags:

WBTb #warisanbudayatakbensa

Berita lainnya oleh Sugeng Hariyadi

Perkokoh Solidaritas, PPDI Kecamatan Karangrejo Gelar Muskercam dan Halal Bihalal di Desa Sembon

19 April 2026 06:10

Perkokoh Solidaritas, PPDI Kecamatan Karangrejo Gelar Muskercam dan Halal Bihalal di Desa Sembon

Merayakan Harmoni di Titik Nol, Plt. Bupati Tulungagung Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

19 April 2026 05:52

Merayakan Harmoni di Titik Nol, Plt. Bupati Tulungagung Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi Kreatif

Lantik Pengurus IDI 2025–2028, Plt Bupati Tulungagung Titipkan Beberapa Poin Prioritas

18 April 2026 22:04

Lantik Pengurus IDI 2025–2028, Plt Bupati Tulungagung Titipkan Beberapa Poin Prioritas

Belum Usai! KPK Geledah Pemkab Tulungagung

17 April 2026 21:33

Belum Usai! KPK Geledah Pemkab Tulungagung

KPK Periksa Maraton Sejumlah Kepala OPD di Ruang Prajamukti Pemkab Tulungagung

17 April 2026 14:12

KPK Periksa Maraton Sejumlah Kepala OPD di Ruang Prajamukti Pemkab Tulungagung

Perkuat Sinergi Ekoteologi, Plt Bupati Tulungagung Dampingi Menag di UIN SATU

17 April 2026 12:25

Perkuat Sinergi Ekoteologi, Plt Bupati Tulungagung Dampingi Menag di UIN SATU

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda