Jadi Jalur Lintasan Ternak, DKPP Pacitan Perkuat Deteksi Dini Antraks Lewat Vaksinasi Massal

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

26 Nov 2025 10:29

Thumbnail Jadi Jalur Lintasan Ternak, DKPP Pacitan Perkuat Deteksi Dini Antraks Lewat Vaksinasi Massal
Kepala DKPP, Sugeng Santoso Pacitan saat menyerahkan vaksinasi antraks di salah satu kandang warga Pacitan, Rabu, 19 November 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat memperketat upaya pengamanan kesehatan hewan dengan memperluas vaksinasi antraks. 

Langkah ini diambil setelah kajian internal menunjukkan Pacitan menjadi salah satu daerah perlintasan ternak antardaerah yang cukup sibuk, terutama di wilayah barat.

Hingga saat ini, vaksinasi telah menjangkau 1.345 kambing dan 77 sapi di Desa Sedeng dan Bangunsari. Kelurahan Sidoarjo masuk daftar lokasi berikutnya, Jumat, 21 November 2025.

“Kami bergerak cepat karena posisi Pacitan ini dilewati mobilitas ternak dari berbagai arah. Ini memerlukan deteksi dini yang kuat,” ujar Kepala DKPP Pacitan, Sugeng Santoso.

Baca Juga:
Kemarau Panjang Mulai April, Ini Komoditas Minim Air yang Cocok Ditanam Petani Pacitan

Berdasarkan pemetaan DKPP, wilayah barat Pacitan merupakan titik yang paling sering dilalui alur perdagangan ternak dari Jawa Tengah dan DIY menuju wilayah selatan Jawa Timur.

“Arus masuk keluar ternak di daerah itu lebih tinggi daripada kecamatan lainnya. Kalau ada penyakit menular seperti antraks, risikonya bisa langsung terbawa ke Pacitan,” kata Sugeng.

Karena itu, zona tersebut ditempatkan sebagai prioritas vaksinasi tahap awal untuk mencegah kemungkinan perpindahan penyakit lintas daerah.

Selain vaksinasi, petugas melakukan pemeriksaan kesehatan awal terhadap setiap ternak untuk memastikan kondisi fisiknya layak menerima vaksin.

Baca Juga:
Petani Wajib Tahu! Jatah Pupuk Subsidi Pacitan 2026 Naik, Ini Rinciannya

“Screening kami lakukan ketat. Kami lihat suhu tubuh, respons gerak, kondisi nafsu makan, sampai kondisi kulit. Ini penting supaya vaksin memberi hasil maksimal,” jelas Sugeng.

DKPP juga mencatat pola penyebaran ternak yang keluar-masuk antar desa sebagai bagian dari pemetaan risiko.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan, DKPP menyiapkan paket obat pendamping untuk meminimalisir gejala pascavaksin, seperti multivitamin, antihistamin, dan antipiretik.

“Ini bagian dari protokol keselamatan. Kami ingin memastikan seluruh proses aman, baik bagi ternak maupun peternaknya,” tambah Sugeng.

DKPP menilai reaksi pascavaksin yang muncul di beberapa ternak masih dalam tahap wajar dan tidak menimbulkan dampak serius.

Sugeng menjelaskan, kekebalan ternak baru terbentuk 14 hari setelah vaksin diberikan dan bertahan 6–12 bulan. Karena itu vaksinasi ulang menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

“Kalau kita bicara daerah dengan mobilitas ternak tinggi, vaksinasi adalah perlindungan paling efektif. Ini benteng pertama kita,” ujar Sugeng.

DKPP memastikan vaksinasi akan diperluas meliputi wilayah yang memiliki populasi ternak lebih sedikit namun tetap masuk jalur distribusi.

“Tidak hanya daerah populasi besar. Desa yang dilewati arus ternak tetap kami jangkau. Risiko itu tidak mengenal jumlah,” tegas Sugeng.

Dengan penguatan screening, vaksinasi, dan edukasi lapangan, DKPP berharap Pacitan dapat meminimalkan risiko paparan antraks meski berada di jalur mobilitas ternak antarprovinsi.(*)

Baca Sebelumnya

Halmahera Selatan Kencangkan Rem Hiburan Malam

Baca Selanjutnya

Jembatan Desa Suka Makmur di Aceh Singkil Putus Akibat Banjir, Warga Dilanda Kekhawatiran

Tags:

Antraks Pacitan Vaksinasi Ternak mobilitas ternak Jateng-DIY DKPP Pacitan deteksi dini penyakit hewan kesehatan hewan Pacitan zoonosis Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar