KETIK, SURABAYA – Dinamika media sosial yang terus berubah menuntut para pelaku industri kreatif untuk semakin adaptif. Untuk membahas berbagai peluang dan tantangan tersebut, komunitas Indonesia Social Media Network (ISMN) menggelar forum kolaborasi melalui ISMN Meet Up Surabaya 2026 yang berlangsung di Surabaya, Kamis, 4 Juni 2026.
Mengusung tema "Bertahan dan Bertumbuh Bersama Kreator Lokal di Tengah Dinamika Media Sosial", kegiatan ini diikuti puluhan kreator lokal dan perwakilan media digital dari berbagai daerah di Jawa Timur. Forum tersebut membahas strategi menghadapi perubahan algoritma platform, mengoptimalkan peluang monetisasi, serta memperkuat kolaborasi antarpelaku ekosistem digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta partisipasi para peserta yang hadir.
"Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyelenggara dan peserta Indonesia Social Media Network Meet Up Surabaya 2026," katanya.
Melalui momentum ini, Sherlita berharap dapat terbangun sinergi yang lebih kuat antara para pembuat konten dan pelaku media digital di Jawa Timur. Menurutnya, kolaborasi ini krusial untuk mendorong terciptanya ruang digital yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga sehat secara substansi di tengah dinamisnya arus informasi.
Baca Juga:
Rupiah Loyo, Antrean Kopi Tetap Mengular"Semoga kegiatan ini semakin memperkuat kolaborasi dan mendorong para kreator serta media digital di Jawa Timur untuk terus berkembang, berinovasi, serta berperan aktif dalam membangun ruang digital yang positif dan produktif," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Ayo Media Network, Ruddy Sukarno, menilai kolaborasi antara media profesional dan komunitas kreator lokal menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem digital daerah.
"Kolaborasi ini menjadi langkah positif untuk mempertemukan media profesional dengan komunitas kreator lokal," katanya.
Ruddy menambahkan, kreator lokal memiliki potensi besar dalam mendukung distribusi informasi dan penguatan ekosistem digital di berbagai daerah.
Baca Juga:
Foto Pocong Viral di Bondowoso Ternyata Editan, Polisi Imbau Warga Bijak Bermedsos"Kami melihat kreator lokal memiliki potensi besar dalam distribusi informasi dan penguatan ekosistem digital daerah," tuturnya.
Salah satu daya tarik utama dalam Meet Up kali ini adalah kehadiran empat narasumber dari berbagai latar belakang yang membahas perkembangan industri digital dari beragam perspektif. Mereka terdiri atas Pemerhati Media Sosial Stikosa AWS Jokhanan Kristiono, Founder ISMN Arif Budianto, CEO dan Pemimpin Redaksi Beritajatim Dwi Eko Lokononto, serta Co-Founder Infogresik Muhammad Irwan.
Para panelis secara bergantian memaparkan berbagai perkembangan terbaru di dunia media sosial, termasuk strategi monetisasi, peluang kolaborasi, serta langkah yang dapat ditempuh kreator lokal untuk tetap kompetitif di tengah perubahan algoritma platform digital.
Diskusi juga menyoroti pentingnya inovasi dan kerja sama antarpelaku ekosistem digital agar kreator lokal mampu memperluas jangkauan, meningkatkan kualitas konten, dan memperkuat perannya dalam distribusi informasi di daerah. (*)