Ironi Pemerintahan Wali Kota Blitar: DPRD Partai Sendiri Kritik Dana Nganggur Hampir Rp200 Miliar

Jurnalis: Favan Abu Ridho
Editor: Rahmat Rifadin

24 Okt 2025 09:40

Thumbnail Ironi Pemerintahan Wali Kota Blitar: DPRD Partai Sendiri Kritik Dana Nganggur Hampir Rp200 Miliar
Totok Sugiarto, anggota Banggar dari Fraksi PKB, Jumat 24 Oktober 2025. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Kritik pedas terhadap pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Blitar datang dari arah yang tak terduga: partai pendukung Wali Kota sendiri.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), pengusung utama Wali Kota Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, menyoroti besarnya dana mengendap atau idle cash yang menumpuk di kas daerah hingga hampir Rp200 miliar.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Blitar mencatat, per 21 Oktober 2025, total dana mengendap mencapai Rp191,9 miliar. Angka ini memantik keprihatinan dari Totok Sugiarto, anggota Banggar dari Fraksi PKB, yang menyebut kondisi itu sebagai bukti lemahnya kinerja belanja pemerintah daerah.

“Surplus ini berasal dari selisih antara pendapatan dan belanja. Sangat disayangkan kalau dana sebesar itu tidak dimanfaatkan secara optimal,” ujar Totok, Kamis 23 Oktober 2025.

Baca Juga:
PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Menurutnya, perputaran uang daerah yang mandek bisa berdampak langsung terhadap lesunya ekonomi kota.

Ia memaparkan, hingga 21 Oktober 2025, realisasi pendapatan Kota Blitar tercatat sebesar Rp668,29 miliar, sementara realisasi belanja baru Rp529,83 miliar. Selisih sebesar Rp138,46 miliar ditambah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2024 senilai Rp53,45 miliarmembentuk idle cash senilai Rp191,9 miliar.

“Pada akhir Juli lalu surplusnya masih Rp148 miliar, sekarang hampir Rp200 miliar. Artinya uang rakyat ini tidak berputar, padahal bisa mendorong ekonomi lokal,” ujar Totok menegaskan.

“Kami di DPRD berharap Pemkot segera mengambil langkah konkret agar dana tersebut tidak terus tidur di kas daerah,” jelasnya.

Baca Juga:
Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Totok menyebut, uang yang diam di kas daerah seharusnya bisa menjadi penggerak roda ekonomi. Jika disalurkan lewat proyek publik atau program masyarakat, kata dia, daya beli warga akan naik, inflasi bisa ditekan, dan geliat ekonomi kota akan lebih terasa.

“Ini ironis. Pertumbuhan ekonomi bisa naik kalau uang berputar di lapangan. Sekarang justru mandek,” tuturnya.

Pemerintah Kota Blitar tak tinggal diam. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Blitar, Widodo Saptono Johannes, S.Sos., M.AB., menepis tudingan adanya dana nganggur.

Menurutnya, seluruh dana yang tercatat di kas daerah sudah memiliki peruntukan dan siap dicairkan sesuai jadwal kegiatan.

“Seluruh dana baik dari APBD, PAD, provinsi, maupun transfer pusat penggunaannya sudah diatur sesuai program yang ditetapkan,” kata Widodo.

Ia menjelaskan, dana tersebut berstatus on call atau siap digunakan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan kegiatan yang telah direncanakan.

“Analoginya seperti rumah tangga: kita punya tabungan untuk bayar sekolah, listrik, atau kebutuhan lainnya. Jadi bukan tidak digunakan, tapi menunggu saatnya dibayarkan,” ujarnya.

Widodo menegaskan, sistem pembayaran proyek pemerintah kini tidak lagi dilakukan di muka.

Pembayaran baru dilakukan setelah pekerjaan rampung 100 persen.

“Sekarang tidak ada lagi bayar di depan. Setelah bangunan kelar dan diperiksa, baru dibayarkan. Jadi wajar kalau uangnya masih tercatat di kas daerah,” terang Widodo.

“Intinya tidak ada dana nganggur. Bahkan jumlahnya bisa lebih dari Rp200 miliar, tapi semuanya sudah punya alokasi jelas.”

Sorotan dari Fraksi PKB partai pengusung utama wali kota menandai adanya ketegangan baru dalam dinamika politik anggaran di Kota Blitar.

Di satu sisi, DPRD menuntut percepatan realisasi belanja agar uang rakyat segera menggerakkan perekonomian. Di sisi lain, Pemkot mengklaim kehati-hatian dalam belanja adalah bentuk tata kelola keuangan yang disiplin dan akuntabel.

Bagi publik, yang paling penting bukan siapa yang benar, melainkan bagaimana uang daerah itu benar-benar kembali berputar di masyarakat bukan sekadar tertulis rapi di laporan kas pemerintah. (*)

Baca Sebelumnya

Khofifah: Prestasi Siswa SMA Jatim Jadi Kekuatan Provinsi Menuju Indonesia Emas 2045

Baca Selanjutnya

Warga Tamberu Timur Sampang Keluhkan Tiang Listrik Nyaris Roboh, PLN Terkesan Tutup Mata

Tags:

Totok partai pkb Pengusung Wali Kota Blitar Kota Blitar anggaran 2 miliar

Berita lainnya oleh Favan Abu Ridho

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

14 April 2026 16:07

PDIP Blitar Gas Regenerasi, Musancab Jadi Panggung Anak Muda Isi Struktur Partai

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

13 April 2026 16:42

PSHT Blitar Tegaskan Satu Komando, Aktivitas Ilegal Diminta Dihentikan

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

13 April 2026 15:15

Battle Mini Sound System di Karangsono Blitar Jadi Ajang Adu Gengsi Sekaligus Galang Dana Masjid

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

11 April 2026 19:48

Kisruh Halalbihalal, PSHT Blitar Minta Pemda Selektif Beri Izin Penggunaan Gedung

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

10 April 2026 13:50

IPSI Tegaskan Kepemimpinan Tunggal PSHT, Bagas Ketua Cabang Blitar Pastikan Tak Ada Lagi Dualisme

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

9 April 2026 12:45

Antara Simbol dan Substansi: Membaca Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar