Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal, 72 SMP di Pacitan Diuji Coba Awal 2026

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

30 Des 2025 16:40

Thumbnail Integrasikan Madrasah Diniyah ke Sekolah Formal, 72 SMP di Pacitan Diuji Coba Awal 2026
Siswa bersalaman dengan guru sebagai bagian dari akhlak di salah satu SMP Negeri di Pacitan, Senin, 18 Juli 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)

KETIK, PACITAN – Rencana pengintegrasian Madrasah Diniyah (Madin) ke dalam sekolah formal jenjang SD hingga SMP segera dimulai.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, menyampaikan bahwa tahap awal kebijakan tersebut akan diuji coba pada Januari 2026 mendatang.

Sebanyak 72 SMP negeri dan swasta di Pacitan dilibatkan bersama Madrasah Diniyah yang telah ada di wilayah setempat.

Pilot project-nya jenjang SMP dulu, melibatkan 72 SMP negeri dan swasta yang akan diuji coba,” ujarnya, Selasa, 30 Desember 2025.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Melalui kebijakan integrasi ini, pembelajaran Madin nantinya bakal melebur ke dalam aktivitas sekolah formal.

Namun, pola pelaksanaannya bersifat fleksibel, bisa melalui penjadwalan khusus maupun pengaturan waktu yang disepakati bersama.

Selain penguatan pendidikan karakter, kebijakan ini juga dipandang sebagai jawaban atas keterbatasan tenaga pendidik agama Islam di sekolah.

Saat ini, rata-rata sekolah negeri di Pacitan hanya memiliki satu hingga dua guru Pendidikan Agama Islam (PAI).

Baca Juga:
Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

“Dengan integrasi ini, guru agama-ustad yang ada di Madin bisa ikut mengajar di sekolah formal. Kami upayakan juga untuk skema anggarannya,” ungkapnya.

Saat ini, Dindik Pacitan masih berada pada tahap persiapan.

Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pendataan SMP dan Madin, pemetaan sumber daya guru PAI dan ustad, kolaborasi dengan Kementerian Agama, hingga penyederhanaan materi ajar Madin agar mudah diintegrasikan ke sekolah.

Rendahnya Minat Pendidikan Agama bagi Usia Remaja

Inovasi kebijakan ini berangkat dari rendahnya partisipasi siswa usia remaja dalam pendidikan agama.

Data Dindik Pacitan mencatat, dari total 14.987 anak usia SMP, hanya 1.414 siswa yang tercatat mengikuti pendidikan Madin Wustho.

Angka tersebut setara sekitar 9,43 persen dan belum menyentuh 10 persen dari keseluruhan.

Pandu menyebut kondisi tersebut sebagai potret minimnya partisipasi pendidikan keagamaan di kalangan remaja.

Padahal, Madin selama ini diposisikan sebagai lembaga penguatan pembelajaran agama yang melengkapi pendidikan formal di luar sekolah.

“Minimnya nilai keagamaan membuat anak-anak kita mudah terpengaruh pergaulan negatif,” katanya.

Ia menjelaskan, rendahnya keikutsertaan siswa SMP dalam Madin dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari perubahan pola hidup anak-anak yang semakin lekat dengan gawai dan internet, hingga dinamika pergaulan sosial yang sulit dihindari.

Meski begitu, Pandu menilai harapan masyarakat terhadap pendidikan berbasis keagamaan masih cukup tinggi.

Banyak orang tua menginginkan sekolah tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga membekali siswa dengan nilai-nilai ubudiyah dan akhlak.

“Ada harapan dari masyarakat, di sekolah itu kalau bisa ada tambahan pembelajaran terkait keagamaan. Data yang ada ini kemudian kita jadikan dasar untuk menyusun kebijakan,” jelasnya.

Melalui perluasan akses pendidikan agama tersebut, Dindik Pacitan berharap siswa tak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter yang lebih kuat dan berakhlak mulia.

Serta, sebagai upaya membentengi peserta didik dari kencangnya pengaruh pergaulan bebas.

“Secara pembelajaran Madin integrasi ini untuk mengenalkan Standar Kompetensi Ubudiyah dan Akhlak atau SKUA,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Bima Sakti Beberkan Mau Terima Tawaran Latih Persela Lamongan, Nama Besar Jadi Alasannya

Baca Selanjutnya

Sekdes Pulotondo Tulungagung Berganti, Muhamad Adib Kasani Resmi Dilantik

Tags:

Dindik Pacitan Data Pendidikan Madin Wustho Pendidikan Agama SMP Pacitan Madrasah Diniyah Pendidikan Keagamaan SKUA Pendidikan karakter pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar