KETIK, MALANG – Monumen Pahlawan TRIP di Jalan Pahlawan TRIP, Kota Malang, bukan sekadar penanda sejarah. Di kompleks monumen yang diresmikan Presiden Soekarno pada 1959 itu dimakamkan 35 pejuang muda yang gugur saat mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam Agresi Militer Belanda I pada 1947.
Nama-nama para pejuang tersebut diabadikan pada dinding kompleks monumen sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka. Mereka merupakan anggota Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), pasukan yang sebagian besar beranggotakan para pelajar yang memilih mengangkat senjata demi mempertahankan kemerdekaan.
Berikut daftar 35 Pahlawan TRIP yang dimakamkan di Monumen Pahlawan TRIP, Kota Malang:
Susanto, B. Polai, Budojo, Budiono, S. Darmojo, Djaenudin, Djaenal Dauri, Harsunu, Husin, Husin Kartono, Ilham, Kajaman, Harmadi, Kido, Kusaeri, H. Usman, Lukito, M. Marwi, Nurachim, Puspito, Rajuman, Rukawan, Subandi, Sudibjo, Sugeng, Sukandar, Sukardi, Sukari, S. Sukoprawiro, Sutarman, Sutjipto, Tedjo Ketje, A. Djais, Kasan, dan Eko Sumarto.
Baca Juga:
Mengenang Pertempuran 31 Juli 1947, Saat Tentara Pelajar TRIP Adang Tentara Belanda di Jantung Kota MalangSebagai bentuk penghormatan atas jasa para pejuang tersebut, jalan yang membentang di depan kompleks monumen kemudian diberi nama Jalan Pahlawan TRIP.
Tak jauh dari kompleks monumen, tepatnya di mulut Jalan Pahlawan TRIP, berdiri sebuah monumen berupa patung dua anggota TRIP yang tengah bertempur mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Agresi Militer Belanda. Patung tersebut menjadi simbol semangat juang para pelajar yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan bangsa. (*)