Ini Alasan Turki Mau Dukung Swedia dan Finlandia Masuk NATO

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: Tim IT

30 Jun 2022 05:35

Thumbnail Ini Alasan Turki Mau Dukung Swedia dan Finlandia Masuk NATO
Sekjen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengadakan konferensi pers (foto: Reuters)

KETIK, SURABAYA – Menteri Kehakiman Turki telah mengumumkan bahwa negaranya akan mengupayakan ekstradisi terhadap 33 orang yang diduga sebagai pejuang Kurdi dan tersangka plot kudeta dari Swedia dan Finlandia. Hal itu menyusul kesepakatan yang menjamin dukungan Turki untuk tawaran keanggotaan NATO bagi Swedia dan Finlandia.

Pada Selasa (28/6/2022), jelang dimulainya KTT NATO di Madrid, Spanyol, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan muncul bersama para pemimpin Swedia dan Finlandia setelah mendapatkan kesepakatan 10 poin di mana kedua negara bersumpah untuk bergabung dengan perjuangan Turki melawan kelompok-kelompok bersenjata yang dilarang, seperti Partai Pekerja Kurdistan (PKK), dan untuk segera mengekstradisi tersangka ke Turki.

"Berkas enam anggota PKK, enam anggota FETO menunggu di Finlandia, sementara 10 anggota FETO dan 11 anggota PKK menunggu di Swedia. Kami akan menulis tentang ekstradisi mereka lagi setelah perjanjian dan mengingatkan mereka," kata Menteri Kehakiman Bekir Bozdag kepada kantor berita milik negara Turki, Anadolu, dikutip Kamis (30/6/2022).

Erdogan sebelumnya menuduh Finlandia dan khususnya Swedia menyediakan tempat yang aman bagi para pejuang Kurdi.

Baca Juga:
Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Perjanjian tersebut menyatakan bahwa Finlandia dan Swedia mengkonfirmasi bahwa PKK adalah organisasi teroris terlarang dan bahwa Swedia dan Finlandia bersumpah untuk tidak memberikan dukungan kepada Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sebuah cabang PKK di Suriah yang memainkan peran penting dalam aliansi pimpinan Amerika Serikat melawan ISIS.

Finlandia dan Swedia juga berjanji untuk mengatasi permintaan deportasi atau ekstradisi Turki yang tertunda dari tersangka teror dengan cepat dan menyeluruh.

Perjanjian tersebut juga menyatakan bahwa "Finlandia dan Swedia berkomitmen untuk mencegah kegiatan PKK dan semua organisasi teroris lainnya dan perluasannya, serta kegiatan oleh individu terkait dengan organisasi teroris ini.

Uni Eropa dan Washington pun sama-sama mengakui PKK sebagai organisasi teroris.

Baca Juga:
Trump: Pangeran Mohammed bin Salman Mencium Pantat Saya

Adapun, Erdogan menyatakan bahwa kesepakatan dengan Swedia dan FInlandia tersebut sebagai sebuah kemenangan.

"Turki mendapatkan keinginannya," kata pernyataan dari kantor kepresidenan, dilansir Al Jazeera.

Presiden Finlandia Sauli Niinisto pada hari Rabu mengatakan kepada wartawan di Madrid bahwa negaranya belum diberikan klaim apa pun untuk saat ini.

Sehari sebelumnya, pemimpin Finlandia itu mengatakan kesepakatan yang ditandatangani tidak mencantumkan individu untuk diekstradisi dan bahwa Helsinki akan terus menghormati aturan Eropa ketika membuat keputusan ekstradisi.

"Kami sebenarnya tidak memiliki permintaan ekstradisi yang belum diselesaikan saat ini. Kami telah memproses 14 dari 16 (permintaan oleh Turki) dan dua keputusan telah diblokir oleh fakta bahwa target belum ditemukan," kata Niinisto.

Sementara itu, Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson mengatakan Stockholm akan terus mengikuti hukum lokal dan internasional dalam ekstradisi, menambahkan bahwa negaranya tidak akan mengekstradisi warga Swedia.

"Kami tidak pernah mengekstradisi siapa pun yang merupakan warga negara Swedia, dan saya tahu beberapa dari mereka yang menyatakan keprihatinan adalah warga negara Swedia, jadi mereka tidak perlu khawatir," katanya.

"Kami tentu saja, seperti sebelumnya, akan mengikuti hukum Swedia dan internasional ... ini berarti bahwa jika seseorang tidak melakukan aktivitas terorisme, ia tidak perlu khawatir," imbuhnya. (sin*)

 

Baca Sebelumnya

Ferdinand Marcos Jr Jadi Presiden Filipina, Hari Ini Dilantik

Baca Selanjutnya

Jadi Biang Kerok Penyebab Harga CPO Bakal Anjlok Tahun Ini

Tags:

NATO Turki Finlandia Swedia

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H