KETIK, BATU – HM Arum Sabil, tokoh inspiratif asal Jember, Jawa Timur, yang memiliki kiprah di berbagai bidang, mulai dari pertanian, perkebunan, pendidikan, hingga Gerakan Pramuka.
Pria yang akrab memiliki ciri khas mengenakan topi ala koboi tersebut saat ini dipercaya sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur.
Di bawah kepemimpinannya, Kwarda Jatim mengembangkan program Pramuka Produktif. Salah satu fokus program tersebut berkaitan dengan dukungan terhadap ketahanan pangan nasional.
Konsep tersebut sejalan dengan latar belakang Arum Sabil yang selama bertahun-tahun berkecimpung di bidang pertanian. Melalui Gerakan Pramuka, ia mendorong aktivitas yang tidak hanya berkaitan dengan kegiatan kepanduan, tetapi juga produktivitas dan pemberdayaan.
Atas kontribusinya terhadap Gerakan Pramuka, Arum Sabil menerima Lencana Melati dari Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin. Penghargaan tersebut merupakan salah satu penghargaan tertinggi dalam Gerakan Pramuka.
Baca Juga:
HKTI Jatim Soroti Harga Telur di Bawah Biaya Produksi, Peternak Disebut Rugi Rp5.580 per KilogramLahir di Jember pada 20 Juni 1966, Arum Sabil membangun perjalanan kariernya dari dunia pertanian. Ia mengawali aktivitasnya sebagai petani tebu sebelum secara bertahap mengembangkan usaha di bidang perkebunan, pertanian, dan peternakan.
Perjalanan tersebut mulai dirintis Arum sejak 1992. Dari proses yang dilakukan secara bertahap, ia kemudian mengembangkan berbagai kegiatan pertanian sekaligus membina masyarakat agar mampu mengelola perkebunan, pertanian, dan peternakan dengan baik.
Salah satu kiprah Arum Sabil di bidang pertanian diwujudkan melalui pembangunan Padepokan Arum Sabil. Kawasan tersebut dikembangkan sebagai pusat pertanian terpadu dengan penerapan metode organik dan konsep zero waste.
Di kawasan tersebut terdapat berbagai komoditas pertanian dan ratusan varian buah Nusantara. Di antaranya jeruk, durian, manggis, kelengkeng, nangka, duku, tebu, kelapa, serta berbagai jenis buah lainnya.
Baca Juga:
Ketua Kwarda Pramuka Jatim Lantik Ketua Badan Kelengkapan Masa Bakti 2025-2030, Ini Daftar LengkapnyaSelain mengembangkan komoditas pertanian, Arum juga mengembangkan hasil perkebunan seperti tebu dan edamame yang telah menembus pasar internasional.
Melalui aktivitas tersebut, Arum Sabil tidak hanya mengembangkan sektor pertanian sebagai usaha, tetapi juga membina ratusan warga dalam pengelolaan perkebunan, pertanian, dan peternakan.
Kiprah Arum Sabil di bidang pertanian juga terlihat dari keberadaan kawasan terpadu di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember.
Kawasan tersebut menjadi Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P3S) Taruna Bhumi. Area yang membentang hingga puluhan hektare itu dikembangkan sebagai kawasan pertanian terpadu.
Bangunan di kawasan tersebut bahkan kerap disebut masyarakat memiliki kemiripan dengan Istana Negara karena desain arsitekturnya.
Kawasan tersebut menjadi salah satu ruang yang digunakan untuk mengembangkan berbagai aktivitas pertanian dan menjadi bagian dari perjalanan Arum Sabil dalam membangun sektor pertanian di Jember.
Selain kawasan pertanian terpadu di Jember, Arum Sabil juga mengembangkan kawasan Green Farm di Banyuwangi.
Konsep kawasan tersebut memiliki kemiripan dengan kawasan yang dikembangkannya di Jember. Di dalamnya terdapat bangunan megah dengan desain yang menyerupai Istana Negara.
Kawasan tersebut dikelilingi hamparan tanaman jagung dan tebu. Selain lahan pertanian, terdapat pula peternakan yang dikembangkan sebagai bagian dari laboratorium pertanian terpadu terbuka.
Pengembangan Green Farm di Banyuwangi menjadi bagian dari kiprah Arum Sabil dalam membangun kawasan pertanian yang mengintegrasikan tanaman, peternakan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia.
Pengalaman Arum Sabil di sektor pertanian juga membawanya aktif dalam organisasi yang bergerak di bidang pertanian.
Ia dipercaya menjadi Ketua Umum DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur di bawah kepemimpinan Ketua Umum HKTI Sudaryono yang juga menjabat Wakil Menteri Pertanian RI.
Sebelumnya, Arum Sabil pernah menjabat Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI). Saat ini, ia tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina APTRI.
Kiprah tersebut memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh yang aktif menyuarakan kepentingan dan pengembangan sektor pertanian, khususnya bagi petani.
Meski memiliki latar belakang panjang di dunia pertanian dan organisasi, Arum Sabil juga terus mengembangkan pendidikan formalnya.
Pada 2025, ia menyelesaikan pendidikan Magister Kesehatan Lingkungan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Latar belakang pendidikan tersebut turut melengkapi perhatian Arum terhadap isu lingkungan yang sebelumnya telah diterapkan dalam pengembangan pertanian terpadu melalui konsep organik dan zero waste.
Perhatian Arum Sabil tidak hanya tertuju pada pertanian. Ia juga aktif di bidang pendidikan dengan mendirikan Pelita Hati School di Jember.
Sekolah tersebut dikembangkan dengan standar internasional dan melayani pendidikan mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Pelita Hati School dikembangkan dengan tujuan memberikan pendidikan berkualitas sekaligus mendorong pemberdayaan generasi muda. Pendidikan mengenai kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi salah satu perhatian dalam pengembangannya.
Kawasan pendidikan tersebut menjadi bagian dari upaya Arum Sabil mengintegrasikan sektor pertanian, pendidikan, dan kepedulian terhadap lingkungan.(*)