KETIK, JAKARTA – Ipda Purnomo memilih menutup fitur AdSense pada kanal YouTube miliknya setelah didatangi seorang perempuan yang disebut-sebut diduga petugas pajak. Keputusan itu dilakukan demi menghindari prasangka yang tidak baik.
Pak Purnomo sapaan akrabnya memeang selama ini meluangkan waktunya untuk turun langsung menemui masyarakat yang membutuhkan.
Bukan hanya menjalankan tugas sebagai polisi, Purnomo juga dikenal karena kepeduliannya terhadap persoalan sosial. Salah satu yang paling sering ia tangani adalah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) terlantar.
Anggota Polres Lamongan, Jawa Timur, itu terlibat dalam berbagai proses penanganan ODGJ, mulai dari evakuasi, perawatan, hingga membantu mempertemukan mereka kembali dengan keluarga.
Aksi-aksi tersebut kemudian ia dokumentasikan melalui media sosial. Dari sanalah nama Purnomo semakin dikenal publik dengan sebutan "Purnomo Polisi Baik."
Baca Juga:
340 Warga Kota Batu Tercatat ODGJ Termasuk Usia Remaja, Stres dan Faktor Ekonomi Jadi PemicuKontennya tidak sekadar memperlihatkan aktivitas sebagai anggota kepolisian. Banyak video yang menampilkan bagaimana ia mendatangi warga kurang mampu, membantu ODGJ terlantar, memberikan bantuan, hingga mendampingi masyarakat yang membutuhkan.
Tetap Berbuat Baik Meski Tanpa AdSense
Perjalanan Purnomo di dunia digital sempat menjadi perhatian setelah muncul kabar mengenai kedatangan pihak yang disebut-sebut diduga dari kantor pajak.
Saat itu, Purnomo mengaku mendapat sejumlah pertanyaan mengenai aktivitas digitalnya. Mulai dari pendapatan YouTube, rekening, kendaraan, ponsel, perlengkapan produksi, hingga biaya pembuatan konten.
Baca Juga:
Ipda Purnomo Terima Penghargaan Dari Ketik.com Sebagai Bhayangkara Pelopor Pelayan KemanusiaanNamun, kabar yang menyebut pihak tersebut berasal dari kantor pajak kemudian dibantah.
Setelah kejadian itu, Purnomo memilih menghentikan monetisasi atau AdSense YouTube mulai awal Oktober 2026.
Keputusan tersebut tidak membuat aktivitas sosialnya berhenti. Purnomo menegaskan tetap akan membuat konten dan menjalankan kegiatan sosial seperti sebelumnya.
Bagi dia, media sosial menjadi sarana untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan berbagai persoalan sosial yang ditemuinya di lapangan.
Jutaan Orang Mengikuti, Ratusan ODGJ Dibantu
Konsistensi Purnomo dalam membuat konten sosial membuat kanal digitalnya berkembang pesat.
Kanal YouTube Purnomo Belajar Baik tercatat memiliki sekitar 2,7 juta subscriber. Sementara akun Instagramnya telah diikuti sekitar 998 ribu pengguna.
Angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap aktivitas yang ia bagikan.
Namun, di balik jutaan pengikut tersebut, ada cerita tentang orang-orang yang ia temui secara langsung. Ada ODGJ yang sebelumnya hidup terlantar, warga kurang mampu yang membutuhkan bantuan, hingga keluarga yang berusaha menemukan kembali anggota keluarganya.
Purnomo hadir dalam proses tersebut, mendokumentasikannya, kemudian membagikan cerita itu kepada masyarakat melalui media sosial.
Bagi Purnomo, konten hanyalah bagian dari cara untuk menyampaikan pesan. Aktivitas sosial tetap menjadi fokus yang ingin ia tunjukkan kepada publik.
Meski kini memilih menghentikan AdSense, langkah Purnomo tidak berhenti. Seragam polisi tetap dikenakannya saat bertugas. Kamera tetap menjadi alat untuk merekam aktivitasnya. (*)