KETIK, TEGAL – Kenaikan harga bahan baku plastik menjadi kendala tersendiri bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tegal. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Diskopukmdag) Kabupaten Tegal, Iman Rudy Kurnianto, menegaskan bahwa fenomena ini bukan hanya terjadi di wilayahnya, melainkan bersifat nasional.
"Kenaikan harga bahan baku ini tentu berdampak langsung pada biaya produksi yang ikut meningkat. Oleh karena itu, kami berharap seluruh pelaku usaha dapat melakukan efisiensi penggunaan plastik dan mulai mengoptimalkan penggunaan kemasan alternatif atau substitusi," ujar Iman usai acara Halalbihalal dan Rapinkab Kamar Dagang dan Industri (KADIN) di Syailendra Convention Hall, Slawi, Rabu, 15 April 2026.
Iman menjelaskan, Kabupaten Tegal tidak memiliki industri manufaktur plastik, melainkan hanya berperan sebagai konsumen melalui para distributor. Pasokan bahan baku seluruhnya berasal dari luar daerah sehingga pihaknya sulit melakukan pengendalian harga dari sisi produksi.
"Karena kami hanya berada di sisi konsumen, langkah antisipasi terbaik adalah memanfaatkan bahan kemasan lain yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis," tambahnya.
Baca Juga:
Dorong Modernisasi, Bupati Tegal Serahkan Alsintan dan Bibit Unggul ke PetaniSementara itu, Wakil Bidang Organisasi KADIN Kabupaten Tegal, Cahyanto, menilai kenaikan harga plastik juga dipicu oleh isu yang beredar di media sosial dan dampak krisis energi global. Menurutnya, pemberitaan yang tidak bertanggung jawab menjelang April 2026 sempat memicu kepanikan sehingga pedagang terburu-buru menaikkan harga.
"Plastik merupakan bahan turunan minyak bumi yang banyak diproduksi di Timur Tengah. Fluktuasi harga energi dunia sangat berpengaruh. Saya berharap pelaku usaha tidak terburu-buru menaikkan harga jual," ungkap Cahyanto.
Untuk menekan laju kenaikan harga, Cahyanto mengajak masyarakat dan pembeli untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik. Menggunakan tas belanja kain atau kemasan berbahan dasar alam (biodegradable) dinilai efektif menurunkan permintaan pasar.
"Berdasarkan hukum ekonomi, jika permintaan menurun sementara stok tetap, maka harga otomatis akan turun. Selain itu, penggunaan bahan non-plastik juga lebih baik untuk lingkungan karena tidak sulit terurai di tanah," pungkasnya. (*)