Harga Benur di Pacitan Pancet Rp2.500, Padahal BLU Mulai Pre-order

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

18 Jul 2025 15:04

Thumbnail Harga Benur di Pacitan Pancet Rp2.500, Padahal BLU Mulai Pre-order
Kepala Dinas Perikanan Pacitan, Bambang Marhendrawan, saat ditemui di kantornya, Jumat (18/7/2025). Ia optimis bahwa harga benih lobster (benur) bakal merangkak naik seiring dibukanya kembali tata niaga oleh pemerintah pusat, meski surat resmi belum diterima oleh daerah. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Harga benih lobster (benur) di tingkat nelayan Pacitan masih pancet atau stagnan di angka Rp2.500 per ekor.

Padahal, Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mulai pre-order (PO) ke koperasi benur benih lobster (BBL).

Kendati begitu, Kepala Dinas Perikanan Pacitan, Bambang Marhendrawan optimis adanya kenaikan harga menyusul mulai dibukanya kembali jalur distribusi legal oleh pemerintah.

“Ini bisa disimpulkan bahwa ada permintaan dan pasar mulai bergerak. Artinya kalau ada permintaan, nelayan tidak akan lagi berurusan dengan regulasi atau aparat penegak hukum,” ujar Bambang, Jumat, 18 Juli 2025.

Baca Juga:
Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Dinas Perikanan dalam momen ini, imbuh Bambang, akan menekankan pentingnya legalitas dalam aktivitas penangkapan benur.

Pihaknya kini tengah mengintensifkan pendampingan agar nelayan bisa memenuhi seluruh syarat hukum yang berlaku.

“Saat ini kami fokus agar posisi nelayan menjadi legal. Sudah kami gerakkan melalui kerja sama dengan penyuluh untuk membantu para nelayan memenuhi syarat administrasi,” ungkapnya.

Targetnya, minimal ada 2.000 nelayan legal dan mendapat kepastian hukum dalam menangkap benur. Fokusnya bukan pada kelompok, tapi pada individu.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

"Saat kini, baru ada sebanyak 25 Kelompok Usaha Bersama (KUB) dengan anggota sekitar 300 nelayan yang mengantongi izin resmi," ungkapnya.

Sementara di pesisir laut Pacitan, nelayan masih menghadapi kenyataan pahit. Harga benur yang hanya dihargai Rp2.500 per ekor dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional.

Fatkhanudin, salah satu nelayan benur asal pesisir Pantai Wawaran Pacitan menyebut harga yang stagnan bahkan sempat turun membuat banyak nelayan merugi.

“Beberapa bulan terakhir harga dari nelayan ke pengepul masih Rp2.500. Kadang naik sedikit, kadang turun lagi. Tidak jelas juga kenapa,” ungkapnya.

Situasi ini menyebabkan sebagian besar nelayan berhenti melaut sementara.

“Tambah lagi, ini 3 hari kedepan kemungkinan besar tidak berani melaut, karena ombak besar,” ujar Fatkhanudin.

Penurunan pendapatan ini pun berdampak langsung pada kondisi ekonomi rumah tangga nelayan. Sejumlah nelayan benur mengaku kebutuhan rumah tangga mereka terganggu.

"Kalau tidak jelas terus seperti ini, kami benar-benar kesulitan,” pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Usai Viral Promosi King Abdi, Toko Miras Sari Jaya 25 di Kawasan Pendidikan Kota Malang Ditutup

Baca Selanjutnya

Operasi Patuh Semeru, Sopir Angkot di Kota Batu Diimbau Tertib Berlalulintas ‎

Tags:

benur pacitan harga benur naik dinas perikanan pacitan tata niaga benur legalisasi nelayan kuota benur pacitan PAD benur pacitan Bambang Marhendrawan nelayan benur legal koperasi BBL SKA benur perikanan pacitan berita pacitan hari ini ekonomi nelayan penyuluh perikanan pacitan pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

15 April 2026 18:37

Korban Dugaan Keracunan Dipastikan Tertangani, Satgas MBG Pacitan: Dinas Gerak Cepat

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

15 April 2026 17:47

Ini Update Satgas MBG Pacitan soal Siapa yang Bertanggungjawab Dugaan Keracunan

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

15 April 2026 16:20

Pacitan Catat 8 Kasus Kekerasan Anak, Usia 11-13 Tahun Jadi Korban Terbanyak

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar