KETIK, LAMPUNG SELATAN – Memasuki H-6 hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, arus penumpang di Pelabuhan Bakauheni Lampung mulai mengalami peningkatan.
Meski begitu belum terjadi kepadatan dan antrean signifikan baik itu pemudik pejalan kaki, kendaraan roda empat dan roda dua, Minggu (15/03/2026).
Berdasarkan Data, PT ASDP mencatat total penumpang yang telah menyeberang ke pulau Jawa sejak H-10 hingga H-8 mencapai 97 ribu orang dan kendaraan mencapai 23 ribu unit.
Jumlah ini bakal terus meningkat hingga puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 18 maret mendatang.
PT ASDP Cabang Bakauheni untuk arus mudik kali ini, telah menyiapkan 5 dermaga reguler dan 2 dermaga eksekutif, sementara total kapal yang dioperasikan mencapai 57 unit kapal.
Prediksi Puncak Arus Mudik
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus mudik 2026 akan terjadi secara serentak pada 18 Maret mendatang, baik yang menggunakan moda transportasi darat, laut hingga udara.
Menhub bilang pemerintah pusat telah menyiapkan dengan matang penanganan mudik dan balik Lebaran tahun ini. Ini untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan.
Sementara itu, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) memprediksi kepadatan perjalanan menuju kampung halaman akan terbagi dalam dua gelombang besar yang berpotensi memicu kemacetan di sejumlah ruas tol utama.
Karena itu, pemudik diimbau mengatur waktu perjalanan dan sebisa mungkin menghindari hari-hari yang diprediksi menjadi puncak pergerakan kendaraan. Persiapan kendaraan dan kelengkapan perjalanan juga diminta dilakukan lebih matang sebelum berangkat.
“Menjelang Lebaran 2026, pastikan perjalanan mudik Anda dipersiapkan dengan baik agar tetap aman dan nyaman sampai tujuan,” tulis akun resmi Instagram @pupr_bpjt, Sabtu (14/3/2026).
BPJT memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diperkirakan berlangsung pada 14–15 Maret 2026, sedangkan gelombang kedua diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026.
Sementara itu, arus balik juga diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 Maret 2026 serta 28–29 Maret 2026. (*)
