KETIK, JEMBRANA – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, terutama dalam membuka lapangan kerja dan menekan angka kemiskinan di Jember.

Menurutnya, keberadaan dapur gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menyerap tenaga kerja dari kelompok yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap.

"Rata-rata tidak bekerja awalnya, ibu rumah tangga, ada yang janda. Akhirnya bisa bekerja, otomatis akan menurunkan angka pengangguran dan ujungnya adalah pengentasan kemiskinan," ujar pria yang akrab disapa Gus Fawait ini, di sela-sela menghadiri peresmian SPPG milik Yayasan Cahaya Sholawat Nusantara di Pondok Pesantren Nurul Chotib, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kamis, 16 April 2026. 

Ia menambahkan, perputaran ekonomi dari program ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

"Pendapatan Jember juga pasti akan meningkat dan pasti ujungnya adalah menciptakan lapangan pekerjaan," kata dia.

Pernyataan Gus Fawait itu diamini oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang turut hadir dalam peresmian tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Dadan menyebut program MBG di Jember diproyeksikan memutar anggaran besar seiring pengembangan dapur gizi.

"Sekarang sudah operasional Rp 200 juta. Itu artinya Rp 207 miliar per bulan, sudah mengalir uang di Jember dan sekiranya menggerakkan roda ekonomi," kata Dadan. 

Baca Juga:
DPRD Jember Siapkan Dana Darurat, Warga Mumbulsari Keluhkan Banjir yang Terus Berulang

Ia juga menargetkan pembangunan hingga 400 SPPG untuk memperluas manfaat program. Selain itu, BGN tetap melakukan pengawasan melalui sistem internal dan melibatkan masyarakat guna menjaga kualitas pelaksanaan program. (*)