KETIK, BLITAR – Perayaan hari jadi sebuah partai politik tak selalu harus diwarnai kemeriahan seremonial. Ada cara lain untuk memaknainya, yakni dengan turun langsung menyapa masyarakat dan berbagi kepedulian.
Semangat itulah yang coba ditunjukkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Blitar dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Partai Golongan Karya (Golkar), Minggu 8 November 2026.
Bertempat di Kantor DPD Partai Golkar Kota Blitar, Jalan Kalimantan Nomor 81, peringatan tersebut diisi dengan sejumlah kegiatan sosial. Mulai dari pembagian paket sembako, donor darah, hingga pemberian santunan kepada anak yatim.
Kegiatan itu menjadi salah satu bentuk upaya partai untuk menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Bukan sekadar merayakan bertambahnya usia organisasi, tetapi juga mengingat kembali tanggung jawab sosial yang melekat pada sebuah kekuatan politik.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Blitar, M. Hardi Usodo, yang akrab disapa Dodok, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-62 Partai Golkar. Sejumlah agenda lain juga telah disiapkan untuk menyemarakkan momentum tersebut.
Baca Juga:
Gubernur Khofifah Salurkan Beragam Bansos untuk Warga Probolinggo Senilai Rp19,631 MiliarDi antaranya tabur bunga, pembagian sembako, santunan anak yatim, serta kunjungan ke panti dan para senior Partai Golkar.
Menurut Dodok, peringatan hari jadi partai tidak semestinya hanya menjadi agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, momentum tersebut harus mampu memperkuat konsolidasi internal sekaligus mempererat hubungan antara partai dengan masyarakat.
“Ini merupakan wujud nyata atau action Partai Golkar dalam menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Partai Golkar harus selalu hadir dan berbuat untuk masyarakat,” ungkap Dodok.
Ia menegaskan, politik sejatinya tidak hanya berbicara mengenai perebutan kekuasaan maupun kepentingan elektoral. Politik juga merupakan ruang pengabdian yang harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan aspirasi dan mewujudkan harapan masyarakat.
Baca Juga:
Warisi Semangat Pahlawan, SIER Kumpulkan 150 Kantong Darah Selamatkan Nyawa SesamaKarena itu, menurutnya, keberadaan partai politik harus bisa dirasakan melalui kerja nyata, bukan sebatas aktivitas menjelang pemilu.
Semangat tersebut diharapkan menjadi bagian dari keseharian kader Golkar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab politiknya.
Senada dengan itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Blitar, Sidharta Djarot Riadi, menyebut kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada sesama tanpa memandang latar belakang.
Baginya, kepedulian tidak cukup berhenti pada gagasan ataupun rangkaian kata. Nilai tersebut harus diterjemahkan menjadi tindakan konkret yang memberikan manfaat bagi orang lain.
“Kepedulian itu harus dipikirkan, diucapkan, dan dilaksanakan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Partai Golkar memiliki kepedulian terhadap siapa pun,” ujarnya.
Di balik rangkaian kegiatan sosial tersebut, Golkar Kota Blitar juga mulai menatap agenda politik ke depan.
Sidharta mengungkapkan, partainya memasang target cukup ambisius dalam menghadapi pemilu mendatang. Golkar Kota Blitar membidik tujuh kursi legislatif, dengan target minimal lima kursi.
Target tersebut, lanjutnya, menjadi dorongan bagi seluruh kader untuk memperkuat kerja organisasi, membangun komunikasi politik, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Dengan perolehan kursi yang lebih besar, Golkar berharap memiliki kekuatan politik yang memadai untuk mengusung calon sendiri dalam kontestasi Pilkada mendatang. Meski demikian, peluang membangun koalisi dengan partai politik lain tetap terbuka.
Dua agenda tersebut memperlihatkan sisi lain dari perjalanan politik sebuah partai. Di satu sisi, kepedulian sosial menjadi bagian dari upaya mendekatkan diri kepada masyarakat. Di sisi lain, penguatan organisasi dan perolehan kursi tetap menjadi target yang harus diperjuangkan.
Pada akhirnya, tantangan bagi Golkar Kota Blitar bukan hanya bagaimana mencapai target politik, melainkan juga menjaga agar semangat hadir dan berbuat untuk masyarakat tidak berhenti ketika perayaan hari jadi usai.
Sebab, kepercayaan publik tidak tumbuh hanya dari janji dan slogan. Ia dibangun melalui konsistensi, kerja nyata, serta keberpihakan yang benar-benar bisa dirasakan masyarakat.