KETIK, TULUNGAGUNG – Semangat dalam syiar penguatan ekonomi kerakyatan mewarnai halaman GOR Lembu Peteng, Jumat 27 Februari 2026. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, secara resmi membuka Festival Bazar Ramadan 1447 H, sebuah perhelatan yang dirancang untuk memacu denyut ekonomi lokal selama bulan suci.
Selain Bupati Tulungagung, acara ini dihadiri juga Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, perwakilan Bank Indonesia Kediri, para kepala OPD, serta ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang antusias memadati lokasi.
Strategi Penguatan Daya Saing Lokal
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu menegaskan bahwa festival yang berlangsung mulai 20 Februari hingga 19 Maret 2026 ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Lebih dari itu, agenda ini merupakan langkah taktis Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam memperkuat ekosistem UMKM.
"Festival ini bukan hanya untuk memeriahkan suasana Ramadan, tetapi menjadi panggung nyata bagi promosi dan pemasaran produk unggulan lokal kita," tegas Bupati.
Beliau menambahkan bahwa sektor UMKM adalah tulang punggung stabilitas ekonomi daerah. Oleh karena itu, Pemkab berkomitmen memberikan dukungan berkelanjutan, mulai dari pelatihan digital marketing, fasilitasi sertifikasi halal, hingga kemudahan akses perizinan.
Etalase Produk Unggulan dan Pangan Aman
Festival ini menyuguhkan puluhan stan yang memamerkan kreativitas warga Tulungagung; mulai dari aneka takjil khas, kuliner berat untuk berbuka, hingga produk kerajinan tangan (craft) yang artistik. Selain membantu warga mendapatkan kebutuhan Ramadan dengan harga terjangkau, bazar ini diproyeksikan mampu mendongkrak omzet pedagang kecil secara signifikan.
Namun, Bupati juga menitipkan pesan penting terkait kualitas. Beliau mengimbau para pedagang untuk :
1. Menjaga Higienitas
Memastikan keamanan pangan dan kebersihan stan.
2. Jaminan Halal
Memberikan ketenangan bagi konsumen melalui produk yang terjamin kehalalannya.
3. Harga Wajar
Menetapkan harga yang kompetitif dan memberikan pelayanan prima demi menjaga kepercayaan publik.
Komitmen Pendampingan Berkelanjutan
Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum ganda: meningkatkan kualitas ibadah (kesalehan spiritual) sekaligus memperkuat solidaritas sosial dan ekonomi (kesalehan sosial).
Dengan balutan doa "Bismillahirrahmanirrahim", Festival Bazar Ramadan 1447 H, resmi dinyatakan dibuka.
"Pemerintah Kabupaten Tulungagung memastikan UMKM tidak berjalan sendirian. Kami akan terus mendampingi agar mereka tumbuh lebih kuat, naik kelas, dan berdaya saing global dari tahun ke tahun," pungkasnya.(*)
