KETIK, MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengemban amanah dari Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI dalam menyelenggarakan kegiatan Language and Academic: Preparation Program (LAPP) bagi penerima Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB).

Program yang merupakan hasil kerja sama UIN Maliki Malang dan Puspenma Kemenag RI ini resmi dibuka pada Senin, 14 September 2026, di lantai tiga Gedung Rektorat UIN Maliki Malang melalui Pusat Pengembangan Bahasa yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mamluatul Hasanah, S.Ag., M.Pd.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Abdul Hamid, M.A., menegaskan bahwa LAPP tidak boleh dipahami sekadar sebagai program peningkatan kemampuan bahasa, melainkan juga upaya memperkuat ekosistem akademik di kancah internasional.

“Bahasa bukan tujuan akhir. Bahasa adalah instrumen untuk memasuki, memahami, dan berkontribusi dalam ekosistem akademik global," ujar Prof. Abdul Hamid.

UIN Malang kembali mendapatkan kepercayaan untuk menyelenggarakan Language and Academic: Preparation Program (LAPP). (Foto: Humas UIN Malang)

Baca Juga:
Rekening Massal Warga 17 Tahun, Hasanuddin Wahid Soroti Privasi Data

Menurutnya, tantangan studi di luar negeri adalah pada kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Penerima beasiswa juga dituntut untuk mampu membaca literatur akademik secara kritis, menulis secara ilmiah, membangun argumentasi, melakukan penelitian serta mengartikulasikan gagasan dalam standar akademik internasional.

LAPP yang dilaksanakan di UIN Malang dirancang sebagai kawah candradimuka akademik sebelum peserta memasuki perguruan tinggi tujuan di luar negeri.

Sebanyak 13 penerima Beasiswa Indonesia Bangkit yang mengikuti program tersebut akan melanjutkan studi jenjang magister dan doktoral di berbagai perguruan tinggi luar negeri, antara lain di Australia, China, Inggris, dan Yordania, serta beberapa negara lainnya.

Peserta akan mendapatkan pelatihan bahasa Inggris secara intensif dengan target mencapai skor IELTS di atas 7 selama 90 hari. Namun, skor kebahasaan tersebut bukan satu-satunya target dalam program ini. Peserta akan diarahkan untuk menyiapkan draf proposal tesis dan disertasi sebagai fondasi awal bagi perjalanan akademik mereka di perguruan tinggi tujuan.

Baca Juga:
Job Fair Kota Malang 2026 Dibuka: Tersedia 1.682 Lowongan Kerja, Ini Cara Daftarnya

Dengan demikian, program ini mampu mempertemukan dua kebutuhan sekaligus: language proficiency dan academic readiness. Peserta tidak hanya dipersiapkan untuk memenuhi persyaratan bahasa, tetapi juga siap memasuki budaya akademik yang menuntut berpikir kritis, riset, dan publikasi.

Ini bukan kali pertama Puspenma memberikan kepercayaan kepada UIN Maliki Malang untuk menyelenggarakan LAPP. Kampus Islam negeri ini telah dipercaya setiap tahunnya untuk melaksanakan program serupa, termasuk PPSL dan PPBA.

Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pengembangan bahasa UIN Malang tidak hanya semata-mata pada penugasan linguistik, tetapi menjadi bagian dari strategi internasionalisasi dan penguatan kapasitas akademik.

Prof. Abdul Hamid menyebut bahwa mahasiswa yang dikirim ke luar negeri pada hakikatnya bukan hanya membawa nama pribadi dan universitas, tetapi juga membawa representasi akademik Indonesia.

“Ketika mereka berada di luar negeri, yang hadir bukan hanya seorang mahasiswa Indonesia. Di dalam dirinya ada nama institusi, bangsa, bahkan wajah pendidikan Islam Indonesia. Karena itu, mereka harus dipersiapkan sebaik mungkin,” tuturnya.

Melalui LAPP, UIN Maliki Malang berupaya memastikan bahwa mobilitas akademik tidak berhenti pada keberangkatan mahasiswa ke luar negeri. Lebih dalam lagi, program tersebut diarahkan untuk melahirkan academic global talent yang memiliki kemampuan bahasa, ketangguhan akademik, kapasitas riset, dan kesiapan berinteraksi dalam komunitas ilmiah internasional.

Selama tiga bulan ke depan, 13 peserta akan melalui fase penting. Bukan hanya sekadar belajar bahasa Inggris, tetapi juga ditempa untuk memasuki dunia akademik global.(*)