Gang Dolly, Eks Kampung Esek-Esek Kini Jadi Kawasan Bisnis

Jurnalis: Samsul HM
Editor: Mustopa

21 Jan 2024 04:16

Headline

Thumbnail Gang Dolly, Eks Kampung Esek-Esek Kini Jadi Kawasan Bisnis
Lokasi Sentra Wisata Kuliner (SWK) jalan Jarak Nomor 20 kawasan Dolly (Foto : Ara For Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Gang Dolly, nama ini sudah tidak asing lagi bagi warga kota Surabaya. Kawasan Gang Dolly yang melegenda itu dikenal sampai Asia Tenggara. Pasalnya, kampung ini semula identik sebagai tempat prostitusi alias esek-esek .

Gang Dolly dan kampung Jarak, dua nama tersebut lokasinya di Kecamatan Sawahan, Surabaya. Dulu kampung ini dikenal sebagai kawasan hitam.

Karena perkembangan kota, kedua kawasan di atas bebas dari prostitusi kini diklaim sebagai kawasan putih. Bisnis prostitusi di kawasan ini sudah berubah total. Wisma atau rumah usaha haram tersebut sudah menjadi kawasan bisnis.

Kawasan hitam Gang Dolly, jadi tempat usaha esek esek sejak tahun 1970-an. Tempat prostitusi ditutup tahun 2014. Ketika itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menabuh genderang perang dan memberanikan diri menutup kawasan prostitusi tersebut.

Baca Juga:
Pemprov DKI Jakarta untuk Masyarakat Pendatang Pascalebaran: Jangan Luntang-Lantung Tanpa Keahlian!

Sepanjang jalan Gang Dolly, dulu dipadati rumah-rumah bordil. Rumah tersebut menggunakan nama Wisma. Di antara bangunan wisma yang terkenal adalah Wisma Bar Bara.

Semua bangunan wisma kini sudah beralih fungsi. Ada yang digunakan untuk usaha meracangan, kios, depot, laundry, dan rumah kos-kosan. Bagi pemilik rumah di sana ada yang membuka cafe atau wakop. Ada pula bekas wisma yang dijadikan tempat khusus karaoke.

Wisma Bar Bara yang terkenal itu sudah diratakan dengan tanah. Salah satu bekas Wisma tersebut sudah dibangun gedung tingkat empat. Di bangunan ini digunakan untuk kegiatan UMKM. Pengusaha yang tergabung dalam UMKM ada yang memproduksi sandal atau sepatu, tas, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Pemilik Wisma Bar Bara ternyata mempunyai enam aset bangunan gedung di kawasan Gang Dolly dan Jarak. Semua bangunan wisma Bar-vara sudah tinggal kenangan. Sebab, bangunan atau lahan pemilik wisma Bar Bara sudah dibeli oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Baca Juga:
DPRD Surabaya Pastikan Keamanan dan Kesehatan di SWK Surabaya

Dua bangunan milik wisma Bar Bara dirobohkan. Kini lokasi tersebut dibangun gedung empat lantai. Satu lahan di samping bekas wisma Bar Bara dibangun gedung pasar burung.

Gedung bekas wisma Bar Bara berlantai empat itu, selain kegiatan UMKM dijuga digunakan tempat Kelompok Usaha Bersama (KSB). Anggota KSB adalah Masyarakat Mandairi Putat Jaya.

Mereka yang tergabung di tempat ini merupakan pengusaha dan pengrajin binaan. Mereka yang tergolong pengusaha binanaan tersebut ada warga di Putat Jaya dan mereka yang dulu bekerja wisma.

Sayang,.pasar burung “ Dolly” , sementara beralih fungsi. Sebab, pedagang burung yang ada di lahan Banyu Urip tidak mau pindah ke lokasi yang disediakan Pemkot Surabaya.

Pasar Burung di Gang Dolly ada 12 stand. Stand yang tersedia tidak ada yang digunakan pedagang burung. Alasan pedagang burung tidak bersedia direlokasi di tempat baru karena terlalu jauh dari tempat yang lama.

”Sejak pasar burung ini diresmikan, tidak ada pedagang burung yang pindah ke sini," kata Andri.

Dia adalah petugas “Surabaya Tangguh” yang menempati salah satu stand di pasar tersebut.

Semua stand di pasar burung tersebut kini ditempati warkop, pedagang barang kelontong. Lokasi bagian dalam pasar sering digunakan kegiatan Karang Taruna. Satu stand di dekat pintu masuk dimanfaatkan untuk pos polisi.

Sejak bebas dari prostitusi, Pemkot Surabaya terus membenahi kawasan tersebut. Bangunan bekas Wisma Studio, di Jalan Jarak Nomor 20, dijadikan Sentra Wisata Kuliner (SWK).

"Ya, nama studio ini sebagai kenang-kenangan. Dulu wisma ini namanya memang Studio “ kata Johanes Andi, kepada Ketik.co.id, Sabtu (20/01/24)

Andi, salah satu pengurus harian SWK Studio mengatakan, kegiatan sentra ini dipantau oleh Dinas Koperasi Surabaya. Konter atau rombong yang ada di SWK belum sepenuhnya terisi.

SWK Studio ada 12 konter kuliner. Di lantai atas ada sebuah ruang yang luas. Tempat tersebut dimanfaatkan ibu-ibu untuk kegiatan kuliner.

“Sebelum Covid 19 di SWK berjalan lancar. Pengurus sekarang berusaha meramaikan kembali SWK seperti sebelum Covid 19”, katanya.

Pengurus SWK kini terus berusaha melakukan promosi untuk meramaikan SWK Studio. Misalnya, akan menggandeng mahasiswa Unair, Petra dan serta pihak swasta.

"Promosi sangat diperlukan guna mengembangkan SWK Studio agar ramai lagi," kata Andi, didampingi ketuanya Ibu Anjari. (*)

Baca Sebelumnya

Harashta Haifa Zahra, Puteri Indonesia Jabar 2024 Gaungkan Advokasi 'Food Waste'

Baca Selanjutnya

Cara Menyimpam Egg Tart Agar Tetap Lembut dan Garing

Tags:

Gang Dolly Pusat Bisnis Sentra Wisata Kuliner Pasar Burung

Berita lainnya oleh Samsul HM

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

12 April 2026 10:20

Detik-detik Menegangkan OTT Bupati Tulungagung, Gatut Sempat Bersembunyi di Mobil

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

12 April 2026 06:45

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Jadi Tersangka Kasus Pemerasan di KPK, Uang Haram Mengalir ke Forkopimda

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

8 April 2026 12:20

Dinilai Mengancam Kebebasan Pers, AJI Desak Pencabuatan SK Komdigi tentang Pembatasan Konten

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

6 April 2026 18:14

Zodiak Aries dan Taurus Panen Keberuntungan di Bulan April 2026

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

5 April 2026 08:04

Iran Klaim Tembak Jatuh F-35 AS, Pilot Hilang Diduga Bersembunyi

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

4 April 2026 17:00

Hujan Lebat Diprediksi Masih Terjadi di Wilayah Jatim Selama April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar