KETIK, JAKARTA – Harapan wasit asal Somalia, Omar Artan, untuk mencatat sejarah di ajang FIFA World Cup 2026 harus tertunda.

Pasalnya, ia ditolak masuk ke Amerika Serikat beberapa hari sebelum turnamen dimulai.

Artan sebelumnya dijadwalkan mengikuti pelatihan resmi wasit Piala Dunia di Miami, Florida.

Namun setibanya di Bandara Internasional Miami pada Sabtu, 6 Juni 2026, ia tidak diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat setelah menjalani pemeriksaan oleh otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP).

Seorang pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan lanjutan menemukan informasi yang dianggap berkaitan dengan dugaan hubungan terhadap individu yang terafiliasi dengan organisasi teroris.

Baca Juga:
Hotel Santika Premiere Malang Gelar Nobar World Cup 2026

“Setelah pemeriksaan lebih lanjut oleh CBP, ditemukan informasi yang bersifat merugikan, termasuk adanya asosiasi dengan pihak yang diduga terkait organisasi teroris, sehingga pelancong tersebut tidak memenuhi syarat masuk ke Amerika Serikat berdasarkan Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan,” ujar pejabat tersebut.

Akibat keputusan itu, Artan dipulangkan ke Somalia dan tiba di Mogadishu pada Rabu, 10 Juni 2026.

Namun kepulangannya justru disambut hangat oleh masyarakat yang menilai dirinya menjadi korban dari ketatnya kebijakan keamanan dan pembatasan perjalanan yang berlaku.

Dalam pernyataannya kepada publik setibanya di tanah air, Artan berusaha menenangkan masyarakat Somalia yang kecewa karena dirinya gagal bertugas di turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Baca Juga:
Gilberto Mora Bidik Sejarah di Piala Dunia 2026, Berpeluang Jadi Pencetak Gol Termuda Setelah Pele

“Saya berjanji, insya Allah, saya akan hadir di kesempatan berikutnya,” kata Artan.

“Saya ingin masyarakat Somalia tetap tenang dan percaya diri,” lanjutnya.

Artan merupakan wasit Somalia pertama yang terpilih untuk bertugas di ajang Piala Dunia.

Selama kariernya, ia dikenal sebagai salah satu pengadil lapangan terbaik di Afrika dan telah memimpin sejumlah pertandingan penting yang digelar oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Dukungan publik terhadap Artan terus mengalir.

Banyak warga Somalia menilai penolakan masuk ke Amerika Serikat tidak mengurangi prestasi maupun kontribusinya dalam mengangkat nama negaranya di panggung sepak bola internasional.

Artan juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga rasa bangga terhadap identitas nasional mereka.

“Terserah kepada kita semua untuk membela nama Somalia. Somalia adalah milik kita, baik dalam kondisi baik maupun buruk. Bendera itu milik kita, dan paspor itu milik kita,” ujarnya.

Kasus ini terjadi di tengah kebijakan pembatasan perjalanan yang diberlakukan pemerintahan Trump terhadap sejumlah negara, termasuk Somalia.

Meski Artan telah memperoleh visa Amerika Serikat melalui Kedutaan Besar Somalia di Kenya beberapa hari sebelumnya, ia tetap ditolak masuk saat tiba di Miami.

Sementara itu, Piala Dunia 2026 resmi dimulai pada Kamis, 11 Juni 2026, dan untuk pertama kalinya digelar di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Laga final dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026 di MetLife Stadium.(*)