KETIK, JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo bersama pelaku perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jember membahas tingginya angka kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) bank umum di Situbondo yang mencapai 29,87 persen.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam Forum Bankers di Kantor OJK Jember, Kamis, 17 September 2026.

Forum dihadiri pimpinan cabang BRI, Bank Jatim, BNI, dan Bank Mandiri, serta Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Forum tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah, perbankan, dan lembaga terkait untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah menuju visi "Situbondo Naik Kelas".

Kepala OJK Jember Aris Budiman mengatakan, tingginya NPL bank umum di Situbondo perlu dilihat berdasarkan portofolio kredit yang menjadi penyebabnya.

Baca Juga:
Tak Pernah Cicipi Bansos Sejak 2020, KPM PKH di Pasaman Barat Lapor Polisi

Menurutnya, pembengkakan rasio tersebut mayoritas dipicu oleh kredit korporasi.

"Jika segmen kredit korporasi dikeluarkan dari perhitungan, rasio NPL bank umum di Situbondo sejatinya berada di angka 5,04 persen.

Sementara itu, kinerja NPL untuk portofolio Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) relatif lebih stabil dan terkendali di kisaran 7 persen," kata Aris.

Atas kondisi tersebut, forum bankers menyepakati komitmen bersama antara pihak perbankan, kreditur, dan Pemkab Situbondo untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menekan angka NPL secara bertahap.

Baca Juga:
Kasdim 0823/Situbondo Buka Turnament Bola Voli Dandim Cup I

"Selain menyehatkan rasio kredit, para pihak juga menyelaraskan program-program pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan ke depan," tegas Aris.

Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengapresiasi pelaksanaan Forum Bankers tersebut.

Ia menyebut pertemuan itu memberikan masukan yang membantu pemerintah daerah dalam menghadapi sejumlah kendala pertumbuhan ekonomi.

"Ini satu ide yang sangat baik, dan bahkan bersyukur sekali, ada ide dari beliau Pak Aris Budiman Kepala OJK Jember," kata Mas Rio, panggilan akrab Bupati Situbondo.

Menurut Mas Rio, forum tersebut memberikan sejumlah informasi yang penting bagi Pemkab Situbondo, terutama dalam memahami persoalan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Mungkin ini baru pertama kali Kabupaten Situbondo diundang secara khusus dalam bankers lunch ini," ujarnya.

Mas Rio mengatakan, pertumbuhan ekonomi Situbondo masih menjadi yang paling kecil di antara wilayah Sekarkijang, meskipun tetap mengalami pertumbuhan.

Ia menyebut terdapat sejumlah faktor yang menjadi kendala, salah satunya persoalan banjir karena portofolio ekonomi daerah lebih banyak didominasi sektor pertanian, perhutanan, dan perkebunan.

"Salah satunya pertumbuhan kita memang masih yang paling kecil di antara semua di Sekarkijang, meskipun growth-nya ada, tapi paling kecil. Kami memahami setidaknya ada dua faktor penyebabnya, yakni kendala banjir yang dengan portofolio lebih didominasi oleh pertanian, perhutanan, perkebunan, maka itu menjadi kendala yang utama," kata Mas Rio.

Selain persoalan tersebut, Mas Rio menyebut NPL juga menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan.

Ia mengatakan sejumlah langkah strategis telah dilakukan, meskipun dampaknya terhadap rasio NPL tidak dapat langsung terlihat.

"Dan beberapa langkah strategis sudah kita lakukan, meskipun itu tidak bisa berubah. Tapi kalau kita exclude performanya sekitar 5 persen, saya kira itu enggak ada masalah. Dan ini yang perlu diyakinkan kepada calon investor bahwa Situbondo masih sangat baik untuk investasi," katanya.

Menurutnya, angka NPL 29,87 persen dapat memberikan gambaran yang berbeda apabila tidak melihat komposisi kredit korporasi di dalamnya.

"Tapi kalau membaca di angka 29,8 persen, seolah-olah Situbondo ada masalah, padahal kalau itu di-exclude, cuma di 5 persen, hal ini yang perlu ditegaskan," ujar Mas Rio.

Ia berharap sinergi antara Pemkab Situbondo, perbankan, OJK, dan BI dapat terus diperkuat untuk mendukung perbaikan pertumbuhan ekonomi serta pengembangan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas undangan acara ini, ini menarik sekali, bagus sekali. Ide yang luar biasa dari beliau, Mas Aris Kepala OJK Jember," pungkas Mas Rio.(*)