KETIK, HALMAHERA SELATAN – Farid Husen resmi dikukuhkan sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia atau ISEI Komisariat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) periode 2026–2029, Sabtu 13 Juni 2026 di aula Kantor Bupati.

Pengukuhan itu berlangsung dalam rangkaian Seminar Nasional bertema “Penguatan Ekonomi Agromaritim dan Pembangunan Wilayah Kepulauan Berkelanjutan.”

Farid Husen bersama jajaran pengurus ISEI Komisariat Halsel dikukuhkan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti.

Kehadiran Amalia menjadi kehormatan besar bagi pengurus ISEI Halmahera Selatan. Selain memimpin BPS RI, Amalia juga merupakan Wakil Ketua ISEI Pusat dan baru-baru ini menerima penghargaan Outstanding Leader in National Data Governance and Statistical System.

“Satu kehormatan bagi kami, hari ini Kepala BPS Republik Indonesia sekaligus Wakil Ketua ISEI Pusat berkenan hadir melantik kami sebagai pengurus Komisariat ISEI Kabupaten Halmahera Selatan,” ujar Farid Husen dalam sambutannya.

Baca Juga:
Asia Hasyim Antar Dinkes Lolos Dramatis, Kodim Kandas di Drama Titik Putih PWI Halsel Cup I

Farid mengatakan, kehadiran Amalia memberi energi baru bagi pengurus ISEI Halsel untuk bekerja dengan semangat kepemimpinan yang berdampak, berintegritas, dan inklusif.

“Atas nama pribadi dan seluruh pengurus yang baru dilantik, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan kepada kami,” katanya.

Amalia Adininggar Widyasanti, Farid Husen dan seluruh jajaran ISEI Halsel saat pelantikan (Foto: Mursal/Ketik.com)

Menurut Farid, amanah memimpin ISEI bukan tugas ringan. Ia menyebut ISEI sebagai organisasi intelektual ekonomi yang memiliki sejarah panjang dalam memberi kontribusi pemikiran bagi pembangunan nasional dan daerah.

Baca Juga:
Brace Rulyadi Pecah Deadlock, Bhayangkara Presisi Segel Semifinal PWI Halsel Cup I

“Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab, semangat kolaborasi, dan komitmen memberi manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi daerah,” ucapnya.

Farid menilai Halsel merupakan daerah dengan potensi sumber daya alam yang besar. Namun potensi itu harus dikelola dengan pendekatan ekonomi yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Halsel pada 2025 mencapai 33,37 persen. Capaian tinggi itu terutama didorong sektor industri pertambangan skala besar.

Namun, Farid mengingatkan bahwa pertumbuhan tinggi belum otomatis menghadirkan pemerataan. Dalam perspektif ekonomi pembangunan, kondisi ini dapat melahirkan ketimpangan distribusi pendapatan jika efek pengganda atau multiplier effect tidak mengalir kuat ke masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi kita tinggi, tetapi masih didominasi industri pertambangan besar yang keuntungannya tidak langsung menetes ke masyarakat,” ujar Farid.

Farid menyebut sektor pertanian, perikanan, dan UMKM masih menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat Halmahera Selatan. Namun, sektor-sektor produktif rakyat itu belum tumbuh secepat sektor industri ekstraktif.

Akibatnya, kata dia, terjadi tekanan pada pemerataan pendapatan. Ketimpangan atau Gini Ratio menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus dijawab melalui kebijakan ekonomi yang lebih berpihak kepada basis produksi masyarakat.

“Sektor pertanian, perikanan, dan UMKM adalah ruang hidup mayoritas warga kita. Karena itu, sektor ini harus diperkuat agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” katanya.

Farid menegaskan, ISEI Halsel tidak ingin hadir sebagai organisasi seremonial. ISEI, kata dia, harus menjadi laboratorium gagasan, pusat kajian, dan mitra strategis pembangunan daerah.

“Di sinilah peran penting ISEI. Kita tidak hadir untuk menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Ia mengatakan, ISEI akan mendorong lahirnya rekomendasi kebijakan berbasis data, kajian ekonomi daerah, dan peta jalan pembangunan agromaritim yang sesuai dengan karakter wilayah kepulauan.

Farid menilai masa depan ekonomi Halsel tidak hanya bergantung pada tambang. Daerah ini juga memiliki ruang besar pada sektor perikanan tangkap, pertanian, hilirisasi komoditas lokal, UMKM, ekonomi pulau kecil, dan rantai pasok agromaritim.

“Kita ingin ISEI menjadi wadah yang aktif menghasilkan gagasan, kajian, dan rekomendasi yang memberi nilai tambah bagi pembangunan daerah,” ujarnya.

Farid juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, pelaku UMKM, dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

“Kemajuan daerah tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat,” katanya.

Ia memastikan Komisariat ISEI Halsel akan membuka ruang kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat basis ekonomi rakyat dan memperkecil jarak ketimpangan pembangunan.

Farid juga mengajak seluruh pengurus menjadikan ISEI sebagai rumah bersama. Tempat bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta merumuskan solusi ekonomi yang rasional, terukur, dan relevan dengan kebutuhan daerah.

“Kalau ada pekerjaan yang berat, mari kita kerjakan bersama. Kalau ada tantangan, mari kita hadapi bersama,” ujarnya.

Acara pelantikan dan Seminar Nasional ini diselenggarakan oleh ISEI Maluku Utara. Ketua panitia kegiatan adalah Kepala DPM-PTSP Halsel, Nasir J. Koda.

Momentum ini menjadi langkah awal bagi ISEI Halmahera Selatan untuk hadir lebih dekat dengan kebutuhan daerah, bekerja dengan gagasan yang jernih, dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Halsel Helmi Umar Muchsin, Ketua Pengurus Cabang Ternate Koordinator Maluku Utara, Prof. Dr. Rusman Soleman, Sekretaris Muhammad Thahrim, jajaran pengurus pusat, pengurus ISEI Maluku Utara, serta tamu undangan.

Farid menutup sambutannya dengan ajakan agar ISEI Halsel menjadi mitra pemikiran, mitra pembangunan, dan mitra perubahan.

“Mari kita jadikan ISEI Kabupaten Halmahera Selatan sebagai mitra pemikiran, mitra pembangunan, dan mitra perubahan untuk mewujudkan Halmahera Selatan yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya.