KETIK, HALMAHERA SELATAN – Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Hasan Ali Bassam Kasuba, melontarkan peringatan keras kepada oknum aparatur sipil negara yang diduga masih membangun manuver tertentu dengan melibatkan pihak di luar lingkungan pemerintahan.
Peringatan itu disampaikan Bassam saat memimpin apel gabungan sekaligus upacara peringatan Hari Anak Nasional di halaman Kantor Bupati Halmahera Selatan, Senin, 27 Juli 2026.
Di hadapan peserta apel, Bassam menegaskan bahwa dirinya telah mengetahui adanya pegawai, termasuk PNS maupun PPPK, yang diduga menggalang kekuatan untuk menjalankan aksi tertentu di luar kepentingan kedinasan.
“Ada pegawai, ataupun bahkan ASN, PNS atau PPPK, yang masih melakukan gerakan-gerakan tertentu, bahkan melibatkan eksternal dari birokrasi itu sendiri untuk melakukan gerakan-gerakan, entah demo ataupun yang lain. Kalian tunggu dan lihat saja,” tegas Bassam.
Menurut Bassam, sikap lunak yang selama ini diberikan bukanlah tanda bahwa pemerintah mengabaikan persoalan tersebut. Kesempatan itu diberikan karena setiap aparatur dinilai memiliki beban pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dipahami secara proporsional.
“Saya sudah coba berbaik hati, coba untuk bersabar, karena saya paham kita semua punya kewajiban dan tanggung jawab,” ujarnya.
Namun, ruang toleransi tersebut dipastikan tidak akan terus diberikan apabila tindakan para oknum telah melewati batas kewajaran dan berpotensi mengganggu stabilitas pemerintahan.
“Tapi kalau sudah berlebihan, kalian tunggu dan kalian lihat saja. Ini peringatan terakhir dari saya,” katanya.
Bassam memastikan pemerintah daerah tidak akan kembali menyampaikan teguran serupa. Langkah administratif akan segera dijatuhkan sesuai status kepegawaian dan tingkat pelanggaran yang dilakukan.
“Dan saya tidak akan mengulangi lagi. Langsung kita ambil tindakan, disanksi ataupun sampai dengan tingkat putus kontraknya,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa perilaku segelintir aparatur tidak boleh menimbulkan dampak buruk bagi pegawai lain yang tetap bekerja secara disiplin dan profesional.
“Karena jangan hanya karena satu atau dua orang, akhirnya merugikan yang lain,” ucap Bassam.
Orang nomor satu di Halmahera Selatan itu kemudian mengajak seluruh jajaran pemerintahan kembali berfokus pada tanggung jawab utama sebagai pelayan publik. Kinerja aparatur, kata dia, berhubungan langsung dengan mutu pelayanan serta kondisi kehidupan masyarakat.
“Saya berharap, mari kita sama-sama melaksanakan amanat dan tugas kita masing-masing secara optimal. Karena bagaimana kemudian pelayanan yang kita berikan akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat yang ada di Halmahera Selatan,” tuturnya.
Menutup arahannya, Bassam menyampaikan kalimat singkat yang sekaligus menjadi garis tegas bagi seluruh aparatur agar tidak menciptakan kegaduhan di lingkungan pemerintahan.
“Jangan bikin gaduh!” pungkasnya.
