Fahri Hamzah: Ramadan Bisa Jadi Refleksi Bersama Elite & Rakyat Ciptakan Kekompakan

Jurnalis: Surya Irawan
Editor: Rahmat Rifadin

28 Feb 2026 21:05

Thumbnail Fahri Hamzah: Ramadan Bisa Jadi Refleksi Bersama Elite & Rakyat Ciptakan Kekompakan
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah saat memberikan materi dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan Bagian ke-7, Jumat 26 Pebruari 2026. (Foto: Humas Partai Gelora)

KETIK, JAKARTA – Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia sekaligus Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Fahri Hamzah mengatakan, bahwa situasi dunia sekarang mengharuskan Indonesia punya persiapan matang dalam menghadapi dinamika politik global saat ini.

“Kita harus banyak bicara tentang tema-tema kebangsaan, kewarganegaraan, pemerintahan, geopolitik dan sebagainya. Karena apa yang terjadi di luar sana bisa saja menciptakan goncangan yang besar,” kata Fahri Hamzah dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan Bagian ke-7dikutip, Sabtu 28 Pebruari 2026.

Goncangan besar itu, kata Fahri, bisa saja sampai pada level perang dunia (PD) III yang menyeret seluruh negara di dunia dalam peperangan.

Apabila tidak bersiap, maka Indonesia bisa menjadi ‘collateral damage’, atau korban lagi seperti sebelumnya.

Baca Juga:
Bantah Makar, Saiful Mujani Jelaskan Arti Seruan 'Turunkan Prabowo'

Menurut dia, keterlibatan Indonesia sebagai anggota Badan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) adalah dalam rangka persiapan tersebut. Sebab, cita-cita Indonesia dari awal merdeka adalah ingin terciptanya perdamaian dunia, dan tidak ada lagi penjajahan.

“Jadi Indonesia memang meniatkan dan mencita-citakan sejak hari pertama negara ini dibentuk. Dalam pembukaan UUD 1945,  ditegaskan bahwa tujuan bernegara itu, antara lain  ikut serta dalam perdamaian dunia, yang berdasarkan kepada perdamaian abadi dan keadilan sosial.,” katanya.

Karena itu, cita-cita ikut serta dalam perdamaian tersebut, lanjut Fahri,  adalah cita-cita bangsa Indonesia sejak hari pertama merdeka dari penjajahan.

Keterlibatan Indonesia dalam perdamaian dunia, juga  sudah dilakukan oleh Proklamator RI Soekarno-Hatta dan para tokoh bangsa sebelumnya dalam berbagai forum internasional.

Baca Juga:
Hasan Nasbi hingga Fahri Hamzah Tanggapi Pernyataan Kontroversial Saiful Mujani

Sehingga ketika pemimpinnya sekarang gandrung ikut dalam partipasi global seperti yang diakukan oleh Presiden Prabowo Subianto sekarang.

Membawa Indonesia bergabung ke dalam BoP, ikut serta merencanakan keadilan dan perdamaian global, maka hal itu merupakan mandat konstitusi, bukan kemauan Presiden Prabowo sendiri.

“Itu mandat konstitusi, cita-cita konstitusional yang harus kita laksanakan. Indonesia mengajak bangsanya untuk  melakukan persiapan untuk menghadapi keadaan ketidakppastian global. Itu yang dilakukan Pak Prabowo sekarang,” jelasnya.

Partai Gelora mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun persatuan dan mendukung upaya Presiden Prabowo bergabung dengan BoP, bukan sebaliknya menciptakan narasi-narasi perpecahan.

“Terus terang saat ini memang banyak narasi perpecahan yang dikembangkan, terkait BoP ini. Saya sendiri sudah membaca opini publik dan cara masyarakat bereaksi. Kita memang ada problem dalam membangun kekompakan yang kuat,” ujarnya.

Seharusnya dalam situasi sekarang, kata Wakil Ketua DPR Periode 2014-2019, kekompakkan adalah yang paling dibutuhkan dalam tubuh bangsa Indonesia sekarang, bukan perpecahan.

“Kita perlu mulai mentradisikan persatuan dan kekompakan, sekarang-lah situasinya yang sangat dibutuhkan. Negara dan bangsa membutuhkan persatuan,” katanya.

Fahri tidak menyalahkan masyarakat sepenuhnya, apabila tidak ada kekompakan di bangsa saat ini, nuansa perpecahan masih ada.

Karena hal ini, merupakan kesalahan pemimpin-pemimpin sebelumnya, yang tidak mengorganisir kekompakan secara baik.

“Karena itu, Partai Gelora terus berusaha mengorganisir kekompakan itu secara baik. Salah satunya adalah dengan kajian-kajian, serta berbicara pentingnya kekompakan dan persatuan dalam situasi sekarang,” paparnya.

Sekali lagi Fahri menegaskan, dunia sekarang sedang tidak baik-baik saja, dan mengharuskan semua komponen bangsa untuk menjaga kekompakan dan persatuan, yang selalu diupayakan oleh Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto.

“Dari awal koalisi ini terbentuk, kita sudah  merencanakan satu rekonsiliasi yang menginginkan agar bangsa ini bersatu. Rekonsiliasi itu harus dioperasikan, sehingga tidak hanya menjadi jargon,” katanya.

Rekonsiliasi itu, seharusnya tercipta ketika bangsa sedang memerlukan, karena dunia sekarang memang tidak sedang baik-baik saja, dipenuhi ketidakpastian situasi politik global.

“Saya berharap dalam suasana Ramadan, hal ini bisa menjadi refleksi bersama. Saya mengajak kita semua khususnya para elite bangsa, marilah kita gunakan bulan yang baik ini untuk memikirkan satu perencanaan untuk meneruskan persatuan nasional,” katanya.

Bulan Suci Ramadan, menurut dia, adalah tempat yang sangat baik untuk memulai perjuangan membangun peradaban bangsa Indonesia yang betul-betul kuat dan kokoh ke depan.

“Tidak saja elitenya yang mengerti arah, bagaimana seharusnya bangsa ini dan ke mana seharusnya bangsa in. Tapi juga rakyatnya yang memahami dan percaya bahwa pemimpinnya bisa membawa mereka ke sana. Sehingga mereka akan positif melihat pemimpinnya ke depan,” katanya.

Fahri yakin dengan adanya  persatuan dan langkah Indonesia mulai terlibat dalam partisipasi global, akan membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi negara Superpower Baru.

“Indonesia akan menjadi negara kuat. Kita ingin Indonesia berkontribusi pada peradaban umat manusia. Inilah waktunya, dari perjalanan Arah Baru Indonesia menuju superpower baru,” pungkas Fahri Hamzah.(*)

Baca Sebelumnya

Buka Bersama Ramadan 1447 H di Tulungrejo, Mas Heli Apresiasi Kekompakan Warga

Baca Selanjutnya

Deltras FC vs Barito Putra, Widodo Cahyono Putro Minta Pemain Agresif Sejak Awal

Tags:

Fahri Hamzah Gelora ramadan Refleksi Bersama Elite & Rakyat Kekompakan persatuan Arah Baru Indonesia Superpower Baru Prabowo Subianto

Berita lainnya oleh Surya Irawan

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

28 Maret 2026 10:00

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

28 Maret 2026 08:40

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

28 Maret 2026 07:36

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

28 Maret 2026 07:05

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

Prabowo Kritik Program 3 Juta Rumah, Fahri Hamzah Minta Evaluasi Total

19 Maret 2026 16:31

Prabowo Kritik Program 3 Juta Rumah, Fahri Hamzah Minta Evaluasi Total

Bank Muamalat, BMM dan Masjid Istiqlal Santuni 2.026 Anak Yatim

18 Maret 2026 22:30

Bank Muamalat, BMM dan Masjid Istiqlal Santuni 2.026 Anak Yatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar