KETIK, JAKARTA – Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, mendapat perhatian dari pemerintah pusat.
Tim Humas Sekretariat Kabinet (Setkab) Republik Indonesia melakukan kunjungan untuk mendokumentasikan berbagai program pemberdayaan masyarakat pesisir yang telah dijalankan di kawasan tersebut.
Kunjungan yang berlangsung pada Minggu, 12 Juli 2026 ini menjadi bagian dari upaya Setkab RI mendokumentasikan berbagai inisiatif pengembangan kawasan nelayan yang berfokus pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi perikanan, serta penguatan tata kelola ekonomi masyarakat pesisir.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah kegiatan pemberdayaan nelayan, mulai dari Bimbingan Teknis (Bimtek) Perbengkelan bagi Nelayan, Bimtek Kewirausahaan, Sosialisasi Literasi Keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga demonstrasi penggunaan perangkat Fish Finder dan Global Positioning System (GPS).
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penangkapan ikan sekaligus menunjang keselamatan nelayan saat melaut.
Selain itu, Tim Humas Setkab RI juga menyaksikan pelepasan pengiriman komoditas tuna menggunakan kontainer menuju Jakarta melalui jalur distribusi Makassar–Jakarta.
Hal tersebut merupakan distribusi domestik keempat yang dilakukan Kampung Nelayan Merah Putih Tongke-Tongke sebagai bagian dari upaya memperluas akses pasar hasil perikanan Kabupaten Sinjai.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, Ir. H. Burhanuddin, yang mewakili Bupati Sinjai, mengatakan, keberhasilan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak.
"Sinergi yang ditunjukkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat terus memacu produktivitas Kampung Nelayan Merah Putih Desa Tongke-Tongke agar menjadi role model kampung nelayan yang maju, mandiri, dan sejahtera di Indonesia," ujar Burhanuddin dalam keterangannya, Minggu, 12 Juli 2026.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan daya saing sektor perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Humas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), jajaran Direktorat Jenderal Pemberdayaan Kenelayanan, Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang, dan BP2MHKP Makassar.
Lalu, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Untia, Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia (AP2HI), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Pemerintah Desa Tongke-Tongke, serta pengurus Koperasi Merah Putih Tongke-Tongke.
Melalui pendokumentasian ini, praktik baik pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan semakin dikenal luas dan dapat menjadi referensi bagi pengembangan kawasan nelayan di berbagai daerah.
Di sisi lain, langkah tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan potensi sektor perikanan Kabupaten Sinjai sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. (*)
.png)