KETIK, JAKARTA – Generasi muda sekarang, khususnya Gen Z lebih memilih menyewa rumah dibandingkan membeli rumah.
Hal ini menjadi tren di kalangan generasi muda di tengah kenaikan harga properti selangit di berbagai kota besar.
Tren ini akhirnya mendapat perhatian serius dari pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Wakil Menteri (Wamen) PKP Fahri Hamzah menilai fenomena tersebut bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan bagian dari dinamika kehidupan perkotaan di banyak negara di dunia.
Fahri mengatakan, generasi muda khususnya Generasi Z, cenderung memilih hunian sewa karena mobilitas pekerjaan yang tinggi.
Kondisi ini membuat mereka lebih fleksibel jika harus berpindah tempat tinggal mengikuti lokasi kerja.
“Fenomena perkotaan di seluruh dunia juga seperti itu. Ketika orang sedang dalam masa transisi kerja, mereka biasanya lebih memilih menyewa,” kata Fahri di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, dikutip Jumat 6 Maret 2026.
Menurut dia, keputusan untuk menyewa rumah sering kali berkaitan dengan tuntutan pekerjaan yang membuat seseorang harus berpindah dari satu kota ke kota lain.
Situasi tersebut membuat membeli rumah tidak selalu menjadi pilihan yang praktis bagi generasi muda.
“Salah satu alasannya karena mereka tahu pekerjaannya bisa menuntut pindah dari satu tempat ke tempat lain,” ujarnya.
Fahri menilai pemerintah dan pemerintah daerah perlu mulai menyiapkan ekosistem pasar hunian sewa, terutama di kota-kota besar.
Ia menyebut konsep tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menjawab kebutuhan tempat tinggal masyarakat urban.
“Pasar sewa harus disiapkan sebagai alternatif. Kalau pemerintah ingin memperbaiki hunian di kota besar seperti Makassar, konsepnya bisa berbasis sewa,” kata dia.
Ia juga mencontohkan praktik pasar hunian sewa yang sudah berkembang di sejumlah kota besar dunia, salah satunya di New York, Amerika Serikat.
Menurut Fahri, isu pasar sewa bahkan menjadi salah satu tema utama dalam kontestasi politik di kota tersebut.
“Wali Kota New York menang karena isu pasar sewa perumahan. Itu yang perlu kita perbaiki ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Pemasaran Daring penyedia hunian bersama (co-living) Cove, Dian Paskalis, menyebut tren hunian sewa saat ini didominasi oleh generasi muda, khususnya Generasi Z dan milenial.
Tingginya harga properti di kota besar, menurut Dian, membuat banyak anak muda memilih menyewa hunian yang dinilai lebih fleksibel dan terjangkau.
“Sebanyak 95 persen penghuni Cove adalah Gen Z dan milenial. Angka ini menunjukkan hunian sewa menjadi alternatif yang semakin digemari generasi muda,” kata Dian. (*)
