Dua Kecamatan Jadi Penyangga Pasokan Cabai di Kota Malang

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

6 Des 2023 10:45

Thumbnail Dua Kecamatan Jadi Penyangga Pasokan Cabai di Kota Malang
Pembagian bibit cabai kepada kelompok tani di Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.co.id)

KETIK, MALANG – Cabai menjadi salah satu komoditas yang menyumbang inflasi cukup besar bagi Kota Malang. BPS Kota Malang mencatat kenaikan komoditas cabai rawit mencapai 81,94 persen, memberikan andil 0,17 persen terhadap inflasi Kota Malang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan menjelaskan kebutuhan cabai di Kota Malang saat ini hanya ditopang dari dua kecamatan.

Kecamatan Lowokwaru dan Kecamatan Kedungkandang menjadi pemasok utama kebutuhan cabai lantaran memiliki lahan tadah hujan. Lahan tanaman cabai di dua wilayah itu juga luas.

"Untuk Kecamatan Lowokwaru ada di Kelurahan Merjosari, lahan tadah hujannya kurang lebih 36 hektare. Terdiri dari lahan untuk tanaman cabai rawit kurang lebih 20 hektare dan cabai besar dengan luas lahan 16,5 hektare. Di Kecamatan Kedungkandang kurang lebih ada 40 hektare yang status lahannya adalah lahan tadah hujan," ujar Slamet pada Rabu (6/12/2023).

Baca Juga:
Plastik dari Singkong Ini Bisa Dimakan, Karya Lulusan Terbaik ITN Malang

Sejak bulan Oktober hingga November 2023 kemarin petani di Kecamatan Lowokwaru telah melakukan penanaman cabai. Diperkirakan pada pertengahan Desember 2023 cabai-cabai tersebut sudah dapat dipanen meskipun tidak terlalu banyak.

Sementara untuk Kecamatan Kedungkandang pada bulan Oktober hingga November 2023 baru mempersiapkan lahan. Termasuk pengolahan lahan, mempersiapkan bibit, hingga memasang mulsa di sepanjang media tanam.

"Di Kota Malang itu yang menjadi penopang kebutuhan cabai ya di dua kecamatan itu. Selebihnya di 3 kecamatan lain hanya lahan kecil-kecil, seperti yang ada di Kecamatan Sukun," lanjutnya.

Slamet menjelaskan bahwa Kelurahan Merjosari yang memiliki lahan sekitar 3 hektar mampu memproduksi sekitar 270 kg cabai dalam sekali panen. Sedangkan untuk cabai rawit dalam lahan seluar 2 hektar dapat menghasilkan 50 kg cabai rawit. 

Baca Juga:
Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

"Masa tanamnya beda-beda, ada yang baru tanam saat hujan mulai rutin, ada juga yang sudah tanam sebelum hujan kurang lebih Oktober-November 2023 kemarin. Di lahan tadah hujan ini biasanya petani secara berkelompok membeli air untuk penyiraman di tempat-tempat penanaman cabai itu," jelas Slamet.

Beberapa waktu yang lalu, Dispangtan Kota Malang telah membagikan 5.000 bibit cabai kepada 26 kelompok urban farming, Kelompok Wanita Tani, dan Kelompok Tani. Ia berharap pembagian benih cabai tersebut mampu tumbuh subur dan segera panen dalam jangka waktu tiga bulan ke depan.

"Kami sudah membagikan bibit cabai sebanyak 5.000 bibit disertai penyangga bibit cabai, pupuk NPK, dan pupuk kandang. Kita sudah buatkan grup untuk memonitor keberlanjutan pertumbuhan dari bibit cabai yang kita bagikan. Harapan kami cabai yang dipanen, sebagian bisa dikonsumsi, dijual, dan sebagian untuk benih selanjutnya. Sehingga dapat dikembangkan tanaman-tanaman cabai lainnya," tuturnya.

Baca Sebelumnya

Pemprov Jatim Raih Peringkat Pertama Anugerah Legislasi 2023 Kategori Pemda Provinsi

Baca Selanjutnya

WhatsApp Sedang Mengembangkan Fitur Username untuk Gantikan Nomor Telepon

Tags:

Komoditas Cabai Harga Cabai Kota Malang Dispangtan Kota Malang penunjang cabai Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar