KETIK, SIMEULUE – Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Simeulue.
Dua kepala desa, yakni Kepala Desa Linggi, Kecamatan Simeulue Timur, Salmulyadi, dan Kepala Desa Bunga, Kecamatan Salang, Herianto, terpilih mewakili daerahnya dalam Program Kepala Desa Masuk Kampus Angkatan I yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI).
Keduanya mengikuti program nasional yang berlangsung di Kampus Universitas Indonesia, Depok, pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026 sebagai bagian dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala desa melalui pembelajaran akademik, penguatan tata kelola pemerintahan, diseminasi praktik baik, serta pengembangan inovasi desa.
Secara nasional, sebanyak 868 kepala desa dari berbagai daerah mengikuti program tersebut. Pelaksanaannya dibagi dalam dua angkatan, masing-masing diikuti 434 kepala desa.
Baca Juga:
SPPG Ameria Bahagia Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi, Dukung Sukses Program MBG di SimeulueAngkatan pertama berlangsung pada 29 Juni–2 Juli 2026, sedangkan angkatan kedua dijadwalkan pada 13–16 Juli 2026.
Program ini merupakan tindak lanjut Surat Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Nomor 100.2.4/3373/BPD tertanggal 18 Juni 2026 yang meminta pemerintah kabupaten dan kota mengusulkan kepala desa yang memiliki inovasi, praktik baik, maupun terobosan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
Terpilihnya Salmulyadi dan Herianto menjadi peserta program nasional tersebut menunjukkan bahwa Desa Linggi dan Desa Bunga dinilai memiliki praktik baik serta potensi dalam tata kelola pemerintahan desa.
Baca Juga:
Bupati KDS: Selangkah Lagi, Kabupaten Bandung Miliki Pembangkit Listrik dari SampahSelain memperoleh materi dari akademisi dan praktisi, para peserta juga mendapat kesempatan bertukar pengalaman dan membangun jejaring dengan kepala desa dari berbagai wilayah Indonesia.
Dikonfirmasi secara terpisah pada Selasa, 30 Juni 2026, Salmulyadi mengatakan program tersebut menjadi kesempatan berharga bagi kepala desa, termasuk dari wilayah kepulauan seperti Simeulue, untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan.
"Program ini sangat baik karena memberikan kesempatan bagi kepala desa hingga dari daerah pelosok untuk dapat mengikuti pendidikan dan penguatan kapasitas di perguruan tinggi," ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur desa menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pemerintahan desa yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Salmulyadi berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan agar semakin banyak kepala desa yang memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi.
"Harapan kami, program seperti ini dapat terus berkelanjutan ke depannya. Kami juga berharap Pemerintah Daerah dapat memberikan dukungan, termasuk dukungan anggaran bagi kepala desa, agar kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini dapat terus diikuti demi kemajuan desa," katanya.
Melalui keikutsertaan dalam Program Kepala Desa Masuk Kampus, diharapkan ilmu, pengalaman, serta inovasi yang diperoleh dapat diterapkan di Desa Linggi dan Desa Bunga, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan desa serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.(*)