Dua Faktor Ini Dinilai Hambat Warga Pacitan Mundur dari Penerima Bansos, Apa Saja?

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

3 Des 2025 15:58

Thumbnail Dua Faktor Ini Dinilai Hambat Warga Pacitan Mundur dari Penerima Bansos, Apa Saja?
Ratusan KPM di Desa Kalirandu mengantre pengambilan beras dan minyak (Foto: Slamet/Ketik)

KETIK, PACITAN – Upaya percepatan graduasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pacitan tak berjalan semudah harapan pemerintah.

Dua faktor utama menjadi hambatan, yakni ketergantungan penerima terhadap bantuan sosial serta peran verifikasi dari perangkat desa.

Koordinator Kabupaten Pendamping PKH Pacitan, Tuwarno, mengungkapkan bahwa setiap pendamping PKH ditargetkan melakukan graduasi terhadap 10 KPM setiap periodenya.

Namun target tersebut masih sulit dicapai karena sejumlah kendala di lapangan.

Baca Juga:
Telan Dana Ratusan Miliar, Kadinsos Ingatkan Kontraktor soal Kualitas Proyek Sekolah Rakyat di Pacitan

Menurut Tuwarno, hambatan terbesar berasal dari minimnya dukungan program lanjutan bagi KPM yang sebenarnya sudah dinilai mampu mandiri.

Tanpa adanya program penguatan ekonomi pascakeluar dari PKH, kata dia, perubahan pola pikir penerima bantuan menjadi lebih sulit diwujudkan.

"Ketergantungan terhadap bansos membuat mereka enggan mandiri. Mengubah pola pikir yang sudah lama terbentuk menjadi tantangan besar bagi pendamping," ujarnya baru-baru ini.

Selain faktor tersebut, proses verifikasi di tingkat desa juga menjadi tantangan tersendiri.

Baca Juga:
Dugaan Penyelewengan Dana PKH di Barunggagah Sampang Menguat, Korcam Tambelangan Dinilai Tak Transparan

Perangkat desa memiliki peran penting dalam memvalidasi data KPM, termasuk menilai apakah seseorang telah layak keluar dari program.

Menurut Tuwarno, tidak sedikit kasus di mana verifikasi desa berjalan lambat atau tidak maksimal, sehingga memperlambat proses graduasi.

Hingga triwulan ketiga tahun 2025, jumlah penerima bansos di Pacitan tercatat sebanyak 28.906 KPM.

Angka ini terus berubah mengikuti hasil verifikasi dan proses graduasi yang dilakukan pendamping.

"Pendamping menemukan banyak kendala di lapangan. KPM yang dinilai sudah layak graduasi sering kali kurang memiliki kesadaran dan kemauan untuk mandiri," lanjutnya.

Meski begitu, ia menilai adanya perkembangan positif. Kesadaran sebagian penerima bantuan mulai tumbuh, ditandai dengan adanya KPM yang secara sukarela mengajukan graduasi mandiri.

Tercatat sebanyak 75 penerima bansos di Pacitan memilih mundur dari program karena merasa sudah cukup mampu.

Khusus pada November 2025, terdapat 15 KPM resmi mengajukan pengunduran diri.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pacitan, Agung Mukti Wibowo, membenarkan data tersebut.

"Iya, ada 15 orang yang sudah mengajukan graduasi," kata Agung.

Ia menambahkan, mereka yang mengundurkan diri umumnya menyatakan telah mampu secara ekonomi dan berharap bantuan dapat diberikan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.

"Sesuai arahan Kemensos, penerima PKH memang bisa berdaya. Bantuan itu tidak selamanya didapatkan, karena umurnya hanya lima tahun," jelasnya.

Pemerintah berharap tren graduasi mandiri terus meningkat ke depan, sehingga bantuan sosial dapat lebih tepat sasaran sekaligus mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat.(*)

Baca Sebelumnya

Kapolda Sumsel Lepas 25 Ton Bantuan untuk Warga Sumut Terisolasi Akibat Bencana Banjir

Baca Selanjutnya

The Onsen Hot Spring Resort Batu Hadirkan Sensasi Menginap Ala Jepang di Kota Wisata

Tags:

Bansos di Pacitan PKH Pacitan graduasi mandiri Bansos Pacitan Dinas Sosial Pacitan KPM PKH ketergantungan bansos Pendamping PKH verifikasi desa kemiskinan Pacitan sosial Pacitan

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

14 April 2026 11:18

Paket Sinkronisasi dan Monitoring Tata Ruang Pacitan Telan Anggaran Ratusan Juta

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

14 April 2026 10:18

Luas Lahan Sawah Kurang 11 Persen, RDTR Tiga Kecamatan di Pacitan Mandek di Pusat

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar