Dua Bupati Bersinergi, Sengkarut Lahan Transmigran Sleman di Konawe Selatan Berakhir?

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Mustopa

15 Jul 2025 14:55

Thumbnail Dua Bupati Bersinergi, Sengkarut Lahan Transmigran Sleman di Konawe Selatan Berakhir?
Suasana pertemuan antara Bupati Sleman, Harda Kiswaya dan Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo, beserta jajaran. (Foto: Prokopim Sleman/Ketik)

KETIK, KONAWE SELATAN – Permasalahan lahan yang bertahun-tahun membayangi kehidupan para transmigran asal Sleman di Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, mulai menemui titik terang.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya dan Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo melakukan pertemuan penting, membahas masalah transmigran Konsel dari Sleman pada Senin, 14 Juli 2025.

Termasuk merumuskan solusi atas sengkarut kepemilikan lahan yang membelit keluarga transmigran baik di wilayah Aronggo maupun di UPT Tolihe.

Menurut Kabag Hukum Pemkab Sleman Hendra Adi Riyanto, Selasa 15 Juli 2025 komitmen kedua kepala daerah ini diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian yang telah membelenggu para warga Sleman di tanah rantau.

Disebutkan dalam kesempatan sebelumnya Bupati Irham Kalenggo telah menegaskan komitmen kuatnya untuk menyelesaikan permasalahan ini demi memberikan kehidupan yang lebih layak dan pasti bagi para transmigran yang telah tinggal di Konsel selama sekitar sepuluh tahun.

Sedangkan Bupati Harda Kiswaya menyatakan kunjungan dirinya beserta tim dari Sleman adalah upaya konkret untuk memperkuat sinergi antar daerah serta mencari solusi komprehensif atas konflik lahan yang secara langsung memengaruhi warganya.

Adapun rombongan Bupati Sleman bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Silil DIY Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudanegara dijadwalkan akan berada di Konawe Selatan hingga Rabu 16 Juli 2025 untuk serangkaian pembahasan lebih lanjut.

Pada kesempatan tersebut KPH Yudanegara juga menyampaikan bahwa permasalahan ini mendapatkan perhatian dari Gubernur DIY.

”Transmigrasi merupakan salah satu upaya mengatasi permasalahan kependudukan yang ada. Apa yang ada di Konawe Selatan ini tentu akan saya laporkan kepada Sri Sultan HB X," tegasnya.

Sebelumnya, pada Selasa 17 Juni 2025 lalu Bupati Sleman dan jajaran terkait juga telah mengunjungi langsung permukiman warga Sleman di Konawe Selatan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai problematika yang dihadapi para transmigran.

Diketahui, dari total 25 kepala keluarga (KK) asal Sleman yang awal mulanya mengikuti program transmigrasi ini. Kini 13 KK lebih masih bertahan dalam kondisi ketidakpastian akibat masalah lahan yang tak kunjung usai.

Sejumlah transmigran asal Sleman, mengaku belum menerima haknya sesuai perjanjian kerja sama yang telah disepakati dalam program transmigran di Konawe Selatan.

Informasi tersebut disampaikan perwakilan transmigran asal Sleman di Desa Laikandonga dan Unit Pemukiman Transmigran (UPT) Tolihe saat disambangi Bupati Sleman.

Salah satu pokok permasalahan utama adalah lahan usaha seluas dua hektare yang seharusnya menjadi hak mereka sesuai kesepakatan kerja sama antar daerah. Namun belum sepenuhnya terealisasi hingga kini.

”Betul kami baru menerima yang pekarangan (tempat tinggal). Sedangkan untuk yang lahan garapan, kami semua belum menerima sedikitpun sesuai yang dijanjikan di awal” ungkap Ketua Paguyuban Transmigran di UPT Tolihe
Moh Dakir.

Pemerintah kala itu mengganti lahan yang belum terealisasi tersebut dengan bantuan berupa ternak sapi. Namun bantuan ini disinyalir tidak disertai adendum perjanjian yang jelas.

Kondisi ini membuat konflik kepemilikan lahan di area transmigrasi menjadi semakin kompleks. Terutama sejak tahun 2015 ketika para transmigran bersengketa atas lahan seluas 40 hektare.

Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Penyebabnya terjadi tumpang tindih antara perencanaan lahan transmigrasi dengan Pengelolaan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Hutan Alam (IUPHHK-HA) atau populer sebagai Hak Pengusahaan Hutan (HPH).

Untuk itu kedua Kepala Daerah ini sepakat untuk melaporkan hal tersebut ke Pemerintah Pusat.(*)

Baca Juga:
WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan
Baca Sebelumnya

Perangi TBC dari Rumah, Kolaborasi FK UWKS dan Kader PKK Tekan Angka Putus Obat

Baca Selanjutnya

Kabupaten Halmahera Selatan Terima Bantuan Dari Kementrans, Helmi Umar Muchsin: Sinergitas Pusat dan Daerah

Tags:

Konflik lahan transmigran Sleman Konawe Selatan Konsel Harda Kiswaya Irham Kalenggo penyelesaian sengketa Sengketa Lahan Transmigrasi Yogyakarta Sulawesi Tenggara Penyelesaian Konflik Pemkab Sleman Pemkab Konsel Penyelesaian Masalah Kolaborasi Daerah Pemda DIY

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

9 April 2026 05:50

Babak Baru Penanganan Korupsi: MK Ketok Palu, BPK Satu-Satunya Penghitung Kerugian Negara

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

8 April 2026 08:20

Bupati Harda Kiswaya Kukuhkan Pengurus LKK Banyuraden, Tekankan Sinergi Membangun Sleman

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar