KETIK, SURABAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya baru saja menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pertemuan itu membahas pertanggungjawaban anggaran, Rabu, 8 Juli 2026.

Di sana membahas mengenai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) APBD 2025 Surabaya, sebesar Rp516,896 miliar. SiLPA ini menjadi perhatian dari DPRD Surabaya, yaitu dari Anggota Badan Anggaran (Banggar) Imam Syafi'i ia mempertanyakan alasan Pemkot Surabaya tetap melakukan peminjaman, padahal masih ada sisa anggaran.

Menurutnya, hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran di 2025. Terlebih Pemkot Surabaya memiliki pinjaman ke Bank Jatim sebesar Rp220 miliar.

"Kenapa SiLPA bisa mencapai Rp516 miliar. Kalau memang masih ada sisa anggaran sebesar itu, kenapa masih perlu berutang? Ini yang menjadi perhatian kami dalam pembahasan APBD," jelasnya.

Politisi NasDem ini menilai SiLPA dalam jumlah besar dapat menjadi indikator belum optimalnya serapan anggaran. Di sisi lain, realisasi belanja daerah pada 2025 hanya di kisaran 85 persen dari target yang telah ditetapkan.

Baca Juga:
PPP Kota Blitar Rekrut Banyak Gen Z dan Milenial, Bidik 5 Kursi DPRD hingga Siapkan Calon Kepala Daerah 2029

"Kalau belanja modal tidak terserap maksimal, maka manfaat pembangunan yang seharusnya diterima masyarakat juga berpotensi tertunda," ujarnya.

Faktor tidak maksimalnya anggaran yang terserap, kata Imam karena lambatnya pelaksanaan program dan proyek pemerintah di awal tahun anggaran.

Maka dari itu ia mengingatkan, pola serapan yang menumpuk di akhir tahun tidak hanya menimbulkan SiLPA besar, tetapi juga dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan di lapangan.

"Ketika eksekusi program terlambat, ada kecenderungan pekerjaan dikejar waktu menjelang akhir tahun. Risiko yang muncul bukan hanya anggaran tidak terserap, tetapi juga kualitas pekerjaan yang bisa terdampak," katanya.

Baca Juga:
DPRD Surabaya Minta Kadinkes dan Direktur RSUD Soewandhie Sigap Tangani Korban Konser di THR

Kendati demikian, ia berharap ke depan Pemkot Surabaya dapat meningkatkan kualitas perencanaan dan mempercepat realisasi program agar anggaran yang telah dialokasikan dapat terserap optimal. (*)