DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Aziz Mahrizal

13 Apr 2026 19:05

Thumbnail DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota
DPRD Kota Malang ketika memberikan rekomendasi terhadap LKPJ Wali Kota Malang, salah satunya menyoroti masalah pendidikan, Senin, 13 April 2026. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – DPRD Kota Malang resmi menyerahkan 20 poin rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Malang. Dari puluhan catatan tersebut, sektor pendidikan menjadi salah satu poin yang mendapat sorotan tajam dari legislatif.

Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Malang, Indra Permana, menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, khususnya guru non-PNS di sekolah swasta.

"Bahwa untuk guru Non-PNS di swasta perlu perhatian untuk insentif yang diterima. Pemerintah Kota Malang wajib mengalokasikan anggaran untuk insentif guru SD dan SMP swasta," ujarnya, Senin, 13 April 2026.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti pentingnya dilakukan perbaikan terhadap manajemen pendidikan. Terlebih pada 31 Januari 2026 ini Kota Malang masih mencatat adanya 4.325 anak tidak sekolah (ATS) yang belum juga dituntaskan.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

"Perlu perbaikan manajemen pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang. Karena dari data verval ATS, sejumlah 4.325 ATS belum tuntas," tegasnya.

Guna menekan angka ATS, DPRD mendorong Pemkot Malang untuk berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder). Menurutnya, Pemkot Malang harus menyusun regulasi tentang pendirian lembaga pendidikan baru, khususnya di jalur pendidikan nonformal.

"Pemerintah Kota Malang perlu menyusun regulasi terkait pendirian lembaga pendidikan baru, khususnya di jalur pendidikan nonformal," katanya. 

Foto Penandatangan LKPJ oleh Ketua DPRD Kota Malang dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Senin 13 April 2026 di DPRD Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)Penandatangan LKPJ oleh Ketua DPRD Kota Malang dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Senin 13 April 2026 di DPRD Kota Malang. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

Baca Juga:
Mengenal Sosok Yai Mim yang Viral Karena Bertikai dengan Sahara Tetangganya di Malang

Indra juga menyebut masih banyak jabatan Kepala Sekolah yang kosong. Kondisi tersebut membuat penyelenggaraan pendidikan di Kota Malang semakin tidak maksimal.

"DPRD merekomendasikan agar Pemerintah Kota Malang serius dalam menyelesaikan permasalahan tersebut," tegas politisi PKS Kota Malang tersebut.

Selain banyaknya kekosongan jabatan kepala sekolah, Kota Malang juga mengalami krisis kekurangan guru. Kondisi ini dinilai kontradiktif mengingat pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah dilakukan.

"Sudah ada pengangkatan PPPK, sehingga satuan pendidikan masih mengangkat guru baru untuk memenuhi kebutuhan kekurangan guru di masing-masing satuan Pendidikan. Maka DPRD Kota Malang meminta kepada Pemerintah Kota Malang untuk memenuhi kekosongan guru di jenjang SD maupun SMP," ungkap Indra.

Meski Pemkot Malang sudah memiliki program beasiswa untuk mendukung pendidikan, Indra menilai pemerintah masih perlu merumuskan dasar kebijakan agar program tersebut benar-benar tepat sasaran.

"Perlunya perumusan dasar kebijakan terkait pemberian beasiswa baik variabel jumlah, variabel jenjang, prestasi, prioritas sasaran yang harus tepat, dan keberlanjutan penerima beasiswa," ujarnya.

Selain masalah pendidikan, DPRD Kota Malang juga menyoroti penurunan angka kemiskinan. Pada tahun 2025 lalu, angka kemiskinan di Kota Malang turun menjadi 3,85 persen.

"Penurunan angka kemiskinan di Kota Malang menjadi 3,85 persen pada tahun 2025 perlu diapresiasi," kata Indra.

Namun, ia juga meminta agar penurunan angka kemiskinan ini dapat disikapi dengan hati-hati. Mengingat penurunan persentase angka kemiskinan tidak serta merta mencerminkan penurunan kerentanan ekonomi.

"Terutama dengan adanya kenaikan garis kemiskinan dan masih tingginya jumlah penduduk miskin ekstrem. Kondisi ini dibuktikan dengan TPT yang masih relatif tinggi," jelasnya.

Menanggapi poin-poin rekomendasi tersebut, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan pihaknya tengah mengkaji usulan penambahan tenaga guru. Namun, ia mengakui adanya kendala regulasi pusat terkait postur anggaran.

Pada APBN 2027 mendatang, pemerintah pusat membatasi belanja pegawai, termasuk untuk PPPK, maksimal sebesar 30 persen dari total anggaran. Saat ini, Kota Malang merupakan salah satu daerah yang beban belanja pegawainya masih melampaui batas tersebut.

"Kita di APBN 2027 besok kan sudah disyaratkan tidak boleh lebih dari 30 persen (untuk belanja pegawai). Jadi satu PR bersama tidak hanya di Kota Malang tapi seluruh kabupaten-kota ini rata-rata kan di atas 30 persen apalagi tanggung jawab dari PPPK ini kan menjadi beban sendiri untuk biaya kepegawaian," kata Wahyu.

Kendati demikian, Wahyu memastikan bahwa Pemkot Malang tidak akan melakukan pengurangan PPPK. Untuk sementara, kemungkinan penambahan masih harus dibahas lebih lanjut melalui koordinasi dan penyesuaian sistem yang ada. 

"Kita tidak akan mengurangi PPPK. Nah nanti kita lihat dengan sistemnya saja nanti kita koordinasi, ya," tutup Wahyu.(*)

Baca Sebelumnya

Tinjau Perbaikan Jalan Rangkasbitung–Gajrug, Bupati Lebak Minta Warga Ikut Kawal Pembangunan

Baca Selanjutnya

Simpan Sabu 58 Gram, Erwin Dituntut 9 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Tags:

DPRD Kota Malang LKPJ Wali Kota Malang Pendidikan Kota Malang Kota Malang malang Wali Kota Malang

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar