KETIK, TULUNGAGUNG – Guna memastikan program jaminan kesehatan nasional berjalan optimal dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Anggota DPR RI Komisi IX dari Partai Golongan Karya (Golkar), Dr. Ir. Heru Tjahyono, M.M., menggelar acara Sosialisasi Program JKN-KIS BPJS Kesehatan. Kegiatan tersebut dipusatkan di Balai Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, pada Jumat pagi 12 Juni 2026.

Agenda krusial yang mengedukasi ratusan warga ini dihadiri langsung oleh Dr. Ir. Heru Tjahyono, M.M., Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Tulungagung Hadi Purnomo, Plt. Camat Ngantru, Kepala Desa Padangan Sutopo, serta diikuti oleh sedikitnya 250 peserta yang tampak antusias mengikuti jalannya pemaparan materi.

Dalam sela-sela kegiatannya, Dr. Ir. Heru Tjahyono, M.M., menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan wujud nyata dari fungsi pengawasan dan kemitraan Komisi IX DPR RI bersama BPJS Kesehatan.

Menurutnya, negara sebenarnya sudah menyiapkan fasilitas kesehatan yang sangat memadai bagi rakyat, namun edukasi di lapangan harus terus diperkuat.

Baca Juga:
HLUN 2026, Bupati Pemalang: Lansia Bukan Beban, Tapi Sumber Kekuatan Generasi Muda

"Kegiatan hari ini adalah salah satu agenda kemitraan Komisi IX dengan BPJS Kesehatan. Pemerintah sudah memberikan fasilitas untuk masyarakatnya." ucap Heru kepada Ketik.com.  

Melalui sosialisasi ini, ia ingin menyampaikan ke warga bagaimana langkah yang harus diambil jika sewaktu-waktu membutuhkan intervensi layanan kesehatan.

Lebih lanjut, legislator dari Partai Golkar ini menekankan pentingnya masyarakat untuk proaktif memeriksa status kepesertaan mereka. Hal ini dilakukan demi menghindari kendala administratif saat situasi darurat terjadi.

Selain edukasi mengenai alur birokrasi BPJS, kegiatan ini juga mengampanyekan pentingnya deteksi dini melalui fasilitas cek kesehatan gratis dari pemerintah.

Baca Juga:
DPRD Jatim Dukung Pemutihan Utang BPJS Kesehatan 23 Juta Peserta, Minta Skema Jangka Panjang Diperbaiki

"Masyarakat diedukasi cara mengontrol atau mengecek apakah dirinya sudah terdaftar di BPJS atau belum. Sembari itu, kami sampaikan program pemerintah lainnya seperti cek kesehatan gratis." ujar mantan Sekdaprov Jatim yang akrab disapa Pak Heru tersebut.

"Kadang orang takut cek kesehatan karena khawatir kalau ketahuan sakit. Nah, di sinilah perannya, jika memang ada indikasi sakit, penanganannya bisa langsung diintervensi menggunakan BPJS Kesehatan," imbuh Heru.

Saat ditanya awak media mengenai urgensi turun langsung ke lapangan alih-alih sekadar menerima laporan di meja kerja, Heru menegaskan bahwa pemantauan langsung adalah kunci agar program tepat sasaran. Ia juga meluruskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari kerja sosialisasi komisi, bukan masa reses.

"Masyarakat harus tahu fasilitas negara itu ada dan harus digunakan. Istilahnya, program sudah ada, tinggal bagaimana kita bersama-sama menyukseskannya. Ini bukan reses, melainkan memang momen bagi kami untuk turun langsung menginformasikan program strategis nasional, khususnya BPJS Kesehatan ini," tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Padangan, Sutopo, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Heru Tjahyono beserta rombongan BPJS Kesehatan di wilayahnya. 

Ia mengaku bangga Desa Padangan dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda penting berskala nasional ini.

"Kami atas nama pemerintah desa dan warga Desa Padangan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Heru Tjahyono." kata Sutopo.

"Kehadiran beliau secara langsung membawa dampak yang sangat positif, terutama dalam membuka wawasan warga kami mengenai pentingnya jaminan kesehatan JKN-KIS," pungkas Sutopo.(*)