DPR: Pengawasan Penggunaan Dana Desa Perlu Dilakukan Maksimal

Jurnalis: Surya Irawan
Editor: Naufal Ardiansyah

22 Agt 2024 01:29

Thumbnail DPR: Pengawasan Penggunaan Dana Desa Perlu Dilakukan Maksimal
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus saat memimpin Rapat Kerja dengan Menteri Desa dan PDTT Abdul Halim Iskandar, Rabu (21/8/2024) (Foto: Biro Pemberitaan Parlemen DPR)

KETIK, JAKARTA – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus dari Fraksi PDIP, kembali menekankan pentingnya pengawasan yang maksimal terhadap penggunaan Dana Desa. 

Menurutnya, Dana Desa merupakan salah satu program penting yang bertujuan untuk meningkatkan pembangunan di desa-desa serta kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Namun, tanpa pengawasan yang ketat, ada potensi besar bagi dana tersebut untuk disalahgunakan, yang pada akhirnya justru akan merugikan masyarakat yang seharusnya diuntungkan.

Dalam sebuah Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar, Lasarus menegaskan kembali urgensi pengawasan ini.

Baca Juga:
David Pajung: Ajakan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Adalah Opini Jalanan, Bukan Gagasan Akademis

"PR berat kita adalah bagaimana kita melakukan pengawasan maksimal terhadap penggunaan Dana Desa,” ujar Lasarus dalam rapat yang digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/8/2024).

Pengawasan yang lebih kuat diperlukan mengingat masih banyak kasus penyalahgunaan Dana Desa di lapangan. Lasarus mengungkapkan kekhawatirannya bahwa masih ada kepala desa yang terjerat masalah hukum terkait penggunaan dana tersebut.

Pelanggaran seperti ini, katanya, perlu diatasi dengan cepat dan tegas agar Dana Desa bisa berfungsi sebagaimana mestinya, yakni untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat desa.

"Per hari ini, ada banyak kepala desa yang tersangkut masalah terkait pelanggaran penggunaan Dana Desa. Ini PR besar kita selama lima tahun," ungkap Lasarus.

Baca Juga:
Empat Bulan Diselidiki, Kasus Dana Desa Klesem Pacitan Rampung: Rp166 Juta Kembali

Lebih lanjut, Lasarus juga menyinggung tentang masa depan Dana Desa di bawah pemerintahan presiden terpilih Prabowo Subianto.

Salah satu kebijakan yang tengah dipertimbangkan adalah peningkatan anggaran Dana Desa, yang tentunya membawa peluang sekaligus tantangan baru.

Lasarus menegaskan bahwa peningkatan anggaran harus dibarengi dengan pengawasan yang lebih ketat, karena semakin besar dana yang dikelola, semakin besar pula potensi terjadinya penyimpangan.

"Dengan adanya rencana pemerintahan berikutnya untuk meningkatkan anggaran Dana Desa, pengawasan yang lebih ketat dan maksimal sangat diperlukan," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, yang lebih akrab disapa Gus Halim, memberikan pandangannya tentang pentingnya pengelolaan Dana Desa yang transparan dan bertanggung jawab. 

Menurutnya, kepala desa memegang peranan kunci dalam memastikan bahwa Dana Desa digunakan dengan baik.

Gus Halim juga menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat harus menjadi prioritas utama dalam pemanfaatan dana ini, dan setiap penyimpangan dapat menghalangi tercapainya tujuan tersebut.

"Manfaatkan Dana Desa untuk kesejahteraan rakyat," tegas Gus Halim, menyampaikan pesan kepada para kepala desa di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Gus Halim juga menekankan bahwa kepala desa memiliki tugas penting sebagai pelayan masyarakat. Tugas ini, kata dia, tidak hanya mencakup pengelolaan keuangan, tetapi juga komitmen untuk selalu mengutamakan kepentingan masyarakat desa.

Dengan menjalankan tugas tersebut dengan sebaik-baiknya, penyalahgunaan Dana Desa dapat dicegah. Baginya, kesadaran dan tanggung jawab moral dari setiap kepala desa adalah kunci untuk menghindari penyimpangan dalam pengelolaan dana.

"Tugas kepala desa adalah khidmat kepada masyarakat. Kalau tugas ini benar-benar dijalankan, tidak mungkin ada yang namanya penyimpangan Dana Desa," tambahnya.

Ke depan, baik Komisi V DPR RI maupun Kementerian Desa PDTT akan terus berfokus pada peningkatan efektivitas pengawasan dan transparansi dalam penggunaan Dana Desa.

Langkah ini dianggap sangat penting mengingat rencana peningkatan anggaran desa di masa pemerintahan mendatang.

Bagi Lasarus dan Gus Halim, tantangan ini memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat desa agar pembangunan di pedesaan benar-benar dapat terealisasi secara maksimal dan berkelanjutan. (*)

Baca Sebelumnya

Waduh! Kualitas Mata Air di Kota Batu Mengalami Penurunan Kualitas

Baca Selanjutnya

Potensi ZIS Kabupaten Bandung Capai Rp190 Miliar Pertahun

Tags:

DPR Dana Desa Lazarus Abdul Halim Iskandar

Berita lainnya oleh Surya Irawan

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

28 Maret 2026 10:00

Mulai Pukul 18.00 WIB, Listrik Gedung DPR Dibatasi demi Efisiensi

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

28 Maret 2026 08:40

Setjen DPR Targetkan Hemat Rp1,5 Miliar BBM, Wacana WFH Jumat Menguat

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

28 Maret 2026 07:36

Setjen DPR Terapkan Efisiensi Anggaran di Tengah Kenaikan Harga BBM Global

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

28 Maret 2026 07:05

Pengrajin Difabel di Ponorogo Kembangkan Batik Ciprat Lewat Program Pemberdayaan

Prabowo Kritik Program 3 Juta Rumah, Fahri Hamzah Minta Evaluasi Total

19 Maret 2026 16:31

Prabowo Kritik Program 3 Juta Rumah, Fahri Hamzah Minta Evaluasi Total

Bank Muamalat, BMM dan Masjid Istiqlal Santuni 2.026 Anak Yatim

18 Maret 2026 22:30

Bank Muamalat, BMM dan Masjid Istiqlal Santuni 2.026 Anak Yatim

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar