Dosen UB Soroti Proyek IKN Terburu-buru dan Sumbang Deforestasi Hutan Indonesia

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Gumilang

20 Jun 2024 13:30

Thumbnail Dosen UB Soroti Proyek IKN Terburu-buru dan Sumbang Deforestasi Hutan Indonesia
Potret pembangunan IKN. (Foto: https://nusantara.pu.go.id/)

KETIK, MALANG – Dosen Kehutanan Universitas Brawijaya (UB), Rifqi Rahmat menyoroti mega proyek pemerintah Indonesia yakni Ibu Kota Negara (IKN). Proyek IKN dinilai menjadi salah satu penyumbang besar terhadap deforestasi hutan di Indonesia.

Terlebih meningkatnya jumlah populasi menyebabkan kebutuhan livehood meningkat. Peningkatan kebutuhan manusia menumbuhkan trade off dengan mengorbankan lingkungan, tak terkecuali pada proyek IKN yang kini tengah berjalan.

Selama ini forum-forum internasional kerap menyebut bahwa deforestasi merupakan momok karena berkontribusi terhadap pemanasan global melalui efek gas rumah kaca.

Berdasarkan Permenhut P14/2004, sebuah lahan baru disebut sebagai hutan apabila memiliki luas 0,5 hektar dan ditumbuhi pepohonan bertutup tajuk minimal 30 persen, dengan ketinggian 5 meter.

“Kalau berbicara di konferensi internasional, deforestasi menjadi penekan menurunkan emisi. Misalnya bagaimana produk sawit Indonesia ditekan Uni Eropa karena kaitannya dengan deforestasi," ujar Rifqi, Kamis (20/6/2024).

Rifqi menyebut bahwa pada tahun 2019 lalu, hutan yang ada di kawasan IKN masih 37 persen dan pada 2023 mengalami penurunan menjadi 29 persen. Kondisi tersebut tentunya sudah tidak relefan lagi jika menganut pendefinisian hutan berdasarkan Permenhut P14/2004.

Selain itu ia juga menilai bahwa pembangunan IKN sangatlah tergesa-gesa tanpa perencanaan yang hati-hati menurut kajian ekologi, sosial-ekonomi masyarakat. Tak heran jika hingga kini masyarakat hingga para aktifis lingkungan menjadi gaduh akibat proyek ambisius pemerintah.

“Jika perencanaan dan konsepnya sudah matang, maka dampak lingkungan dapat dikendalikan dan tidak akan membuat gaduh seperti sekarang ini," lanjutnya.

Sementara itu, Farid Gaban selaku Jurnalis sekaligus aktivis lingkungan menjelaskan dibandingkan dengan kondisi saat ini Kalimantan masih menjadi wilayah yang hijau pada masa orde baru. Hingga pada 1985 lahan hijau mulai berkurang akibat konsesi Hak Pengelolaan Hutan (HPH).

Menurutnya konsep IKN sebagai Smart Forest City hanyalah bualan dan pemanis di atas kertas. "Kebetulan kami sudah berkeliling ke IKN konsep Smart Forest City dan 8 prinsip IKN hanya manis di atas kertas,” sebutnya. (*)

Baca Juga:
Melampaui Kebaya: R.A. Kartini dan Relevansi Kesetaraan Gender Ditinjau dari Stereotype Content Model
Baca Juga:
19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri
Baca Sebelumnya

Awal Panen, Harga Cengkeh di Pacitan Malah Turun Jadi Rp100 Ribu

Baca Selanjutnya

Markas PMI Kota Batu Dibobol Maling, Satu Komputer Raib

Tags:

Proyek IKN IKN Ibu Kota Negara IKN Nusantara Dosen Kehutanan UB Universitas Brawijaya

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

14 April 2026 16:31

Bukti Imunisasi Lengkap untuk Syarat Pendaftaran Sekolah di Kota Malang Sedang Dikaji

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

14 April 2026 16:25

Relokasi Pedagang Pasar Gadang Molor, Diskopindag Targetkan Tuntas Akhir April

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

14 April 2026 15:34

Program RT Berkelas Menuai Keluhan, Wali Kota Malang: Wajar, Kami Terus Evaluasi

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

14 April 2026 14:57

DPRD Kota Malang Terima Banyak Keluhan Soal RT Berkelas

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar