Donald Trump Ancam Serang Nigeria jika Umat Kristen Terus Dibunuh

Editor: Muhammad Faizin

10 Jan 2026 05:46

Headline

Thumbnail Donald Trump Ancam Serang Nigeria jika Umat Kristen Terus Dibunuh
Presiden AS, Donald Trump dalam laman Instagram. (Foto: Instagram/@potus)

KETIK, SURABAYA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi di panggung internasional setelah menyatakan bahwa Amerika Serikat siap melakukan serangan militer terhadap Nigeria apabila kekerasan terhadap umat Kristen di negara Afrika Barat itu terus berlanjut.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan media Amerika, di mana ia menegaskan bahwa Washington tidak akan tinggal diam melihat pembunuhan umat Kristen oleh kelompok bersenjata. Trump mengatakan, serangan militer AS terhadap militan di Nigeria sebelumnya bisa kembali dilakukan jika situasi tidak berubah.

“Saya ingin itu hanya sekali. Tapi jika mereka terus membunuh umat Kristen, maka serangan itu akan dilakukan lagi dan lagi,” ujar Trump, seperti dikutip ABC pada Jumat, 9 Januari 2026. 

 

Baca Juga:
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Latar Belakang Serangan dan Klaim AS

Ancaman Trump merujuk pada serangan udara Amerika Serikat terhadap target militan ISIS di Nigeria pada Hari Natal 2025. Operasi tersebut, menurut militer AS, dilakukan untuk menargetkan kelompok teroris yang bertanggung jawab atas serangan terhadap warga sipil.

Trump menyebut operasi tersebut sebagai pesan tegas bahwa AS siap menggunakan kekuatan militer untuk melindungi kelompok agama yang ia nilai menjadi korban kekerasan sistematis. Ia bahkan memerintahkan Pentagon untuk menyiapkan opsi militer lanjutan jika Nigeria dinilai gagal mengendalikan situasi.

Namun, pernyataan tersebut segera menuai polemik karena menempatkan konflik Nigeria dalam bingkai agama, sesuatu yang dibantah keras oleh pemerintah Nigeria.

Baca Juga:
Trump: Pangeran Mohammed bin Salman Mencium Pantat Saya

 

Bantahan Pemerintah Nigeria

Pemerintah Nigeria menolak klaim bahwa kekerasan di negaranya secara khusus menargetkan umat Kristen. Otoritas setempat menegaskan bahwa konflik bersenjata di Nigeria bersifat kompleks dan melibatkan berbagai kelompok ekstremis serta bandit bersenjata, dengan korban berasal dari umat Kristen maupun Muslim.

Nigeria juga menyatakan bahwa serangan AS pada Desember 2025 merupakan operasi bersama atas permintaan pemerintah Nigeria, dan bukan tindakan sepihak untuk melindungi kelompok agama tertentu.

 

Reaksi Internasional dan Kekhawatiran Regional

Pernyataan Trump memicu kekhawatiran di kalangan pengamat internasional dan kelompok hak asasi manusia. Mereka menilai ancaman serangan sepihak dapat melanggar kedaulatan Nigeria serta berisiko memperburuk ketegangan sektarian di kawasan.

Sejumlah analis juga memperingatkan bahwa membingkai konflik Nigeria sebagai perang agama berpotensi memperdalam perpecahan sosial dan justru dimanfaatkan kelompok ekstremis untuk merekrut anggota baru.

 

Konflik Berkepanjangan di Nigeria

Nigeria selama lebih dari satu dekade dilanda kekerasan yang melibatkan berbagai kelompok bersenjata, termasuk Boko Haram dan afiliasinya dengan ISIS. Konflik ini telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan warga mengungsi.

Meski sebagian serangan memang menyasar komunitas Kristen, banyak pihak menegaskan bahwa kekerasan tersebut lebih berkaitan dengan ekstremisme, perebutan wilayah, dan lemahnya keamanan, bukan semata konflik agama. (*)

Baca Sebelumnya

Gus Yahya Janji Tak Akan Intervensi Kasus Sang Adik di KPK, Tegaskan PBNU Tak Terlibat

Baca Selanjutnya

Kayutangan Heritage: Dari Hutan Persembunyian Ken Arok ke Destinasi Wisata Utama Malang

Tags:

Presiden AS Donald Trump ancam serang Nigeria ISIS

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar