KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang mendapatkan tambahan anggaran sebesar Rp4 miliar pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026. Tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan BBM armada pengangkut sampah.
Plt. Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menjelaskan kebutuhan BBM mencapai Rp13 miliar. Namun, Pemkot Malang hanya dapat menganggarkan sekitar Rp8 miliar pada APBD 2026.
"Tambahan Rp4 miliar di APBD Perubahan untuk BBM. Jadi, memang nilai perhitungan BBM seharusnya kita itu kan Rp13 miliar. Tetapi, dari anggaran induk kemarin kita mendapatkan Rp8 miliar, sehingga ada kekurangan Rp4 miliar lebih," ujarnya, Senin, 4 Agustus 2026.
Setelah melakukan beberapa penyesuaian untuk mengatasi kekurangan anggaran BBM, akhirnya anggaran tambahan pun disiapkan. Raymond menegaskan bahwa tambahan tersebut murni hanya untuk pemenuhan kebutuhan BBM.
Saat ini, DLH Kota Malang memiliki sekitar 90 truk, sedangkan truk untuk pengambilan sampah di masing-masing TPS sekitar 48 armada. Namun, dari total armada tersebut, hanya 43 armada yang dapat beroperasi.
Baca Juga:
Dana Hibah LSDP Cair Bertahap, Pemkot Malang Siapkan Rp30 Miliar Untuk TPS3R di 2027"Khusus yang pengambilan sampah di TPS itu ada 48, tetapi yang operasional 43 armada karena yang lima rusak berat. Jadi, ada 45 yang operasional untuk melayani 74 TPS. Sedangkan satu TPS itu rata-rata dua sampai empat kali pengambilan," katanya.
Raymond juga menambahkan bahwa Kota Malang telah menerima bantuan kontainer pengangkut sampah dari program CSR Rumah Sakit Hermina. Bantuan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan pengangkutan sampah di Kota Malang.
"Kami menerima bantuan dari Rumah Sakit Hermina berupa kontainer, kontainer sampah yang kami terima dan langsung kami gunakan. Ada dua buah truk kontainer," pungkasnya.