KETIK, BATU – Keluhan warga terkait tumpukan sampah liar di Jalan Mustari, Kelurahan Ngaglik, langsung ditindaklanjuti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu pada Rabu, 29 Juli 2026. Petugas diterjunkan ke lokasi untuk mengangkut sampah sekaligus memperkuat pengawasan di kawasan yang selama ini dikenal sebagai titik rawan pembuangan sampah ilegal.

Sekretaris DLH Kota Batu, Kairo Latif Setiawan, mengatakan penanganan dilakukan segera setelah laporan masyarakat mencuat dan menjadi perhatian publik.

"Setelah ramai di media sosial, kami langsung ke lokasi untuk membersihkan dan meminimalisasi kejadian serupa. Ada satu titik yang kami datangi dan seluruh sampah di lokasi tersebut kami angkut. Total ada satu pikap sampah yang berhasil diangkut," ujarnya, Rabu, 29 Juli 2026. 

Pria yang akrab disapa Latif itu menegaskan, penanganan tersebut bukan karena lambannya respons pemerintah. Menurutnya, laporan masyarakat menjadi dasar bagi petugas untuk turun langsung ke lapangan dan melakukan penanganan.

Ia menjelaskan, kawasan Jalan Mustari merupakan salah satu lokasi yang masuk kategori blind spot atau titik buta.

Baca Juga:
Dugaan Korupsi Pasar Among Tani Kota Batu, Kejari Kembali Periksa Mantan Kepala UPT

Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat sebagian oknum masyarakat memanfaatkan area itu sebagai lokasi pembuangan sampah liar, meski bukan merupakan Tempat Penampungan Sementara (TPS).

"Memang titik itu bukan TPS, tetapi sering dimanfaatkan masyarakat untuk membuang sampah. Pemantauan akan terus kami tingkatkan agar kejadian serupa tidak berulang," ungkap Latif.

Selain melakukan pengangkutan sampah, DLH Kota Batu juga akan memperkuat pemantauan di sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi pembuangan sampah liar.

Menurut Latif, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat.

Baca Juga:
Ada Bantengan Nuswantara, Akses Menuju Mikutopia Kota Batu Dialihkan

"Kami memastikan tidak hanya melakukan pengangkutan, tetapi juga akan memperkuat pemantauan di titik-titik rawan. Harapan kami, masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi di lokasi yang bukan TPS," tuturnya.

Sebelumnya, warga RW 12 Kelurahan Ngaglik mengeluhkan kembali munculnya tumpukan sampah di tepi Jalan Mustari.

Masyarakat berharap pengawasan di lokasi tersebut dapat diperkuat, salah satunya melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV), agar praktik pembuangan sampah liar tidak terus berulang.