KETIK, MALANG – Rumah Sakit dr Saiful Anwar (RSSA) resmi ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjadi RS Penyelenggara Pendidikan Utama. RSSA pun siap melahirkan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital based.
Penunjukan tersebut tertampung dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/103/2026. Bahkan Direktur RSSA, Bachtiar Budianto, telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kemitraan bersama Universitas Airlangga pada 15 Juni 2026 di Aula THE IX Gedung Kantor Manajemen Kampus C Universitas Airlangga.
Menurut Bachtiar, upaya tersebut selaras dengan arahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Jawa Timur harus menjadi gerbang baru Nusantara dengan melahirkan SDM dokter spesialis yang berkompeten.
"Sistem hospital based ini menempatkan peserta didik untuk belajar di lingkungan RSSA langsung. Jadi mereka bisa praktik langsung dan menangani kasus nyata di lapangan," ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Melalui sistem tersebut, peserta didik pun dapat lebih mengasah kesiapan mental dan keterampilan sebagai calon dokter spesialis.
Baca Juga:
RSSA Tegaskan Elgi Andansari Sudah Dipecat, Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Dugaan Penipuan RekrutmenBachtiar menjelaskan, RSSA akan menyelenggarakan PPDS dengan fokus pada bedah toraks kardiak dan vaskular.
"RSSA nanti fokus pada penyelenggaraan PPDS program studi bedah toraks kardiak dan vaskular. Kami akan pastikan para peserta didik nantinya mendapatkan lingkungan belajar yang komprehensif. Ini juga merupakan komitmen RSSA yang tidak akan pernah berhenti mencetak dokter spesialis yang unggul," tegasnya.
Tak hanya itu, dipastikan kualitas lulusan pun tidak berbeda dibandingkan calon dokter spesialis dari jalur akademik konvensional. Standar kompetensi yang diterapkan tetap setara dengan pendidikan spesialis jalur universitas (university based). Terlebih seluruh kurikulum dan penilaian mengacu pada kolegium yang sama.
"RSSA siap mengoptimalkan seluruh fasilitas medis modern, keragaman kasus klinis, hingga bimbingan intensif dari para dokter ahli yang dimiliki demi menciptakan ekosistem belajar yang menyeluruh," ungkapnya. (*)