Dituding Jadi Alat Intelijen China, TikTok Menyangkal

Jurnalis: M. Rifat
Editor: Rudi

10 Mar 2023 02:32

Thumbnail Dituding Jadi Alat Intelijen China,  TikTok Menyangkal
Ilustrasi TikTok. (Foto: Janet/Pixabay)

KETIK, JAKARTA – Aplikasi TikTok membantah tudingan sebagai alat intelijen China dari negara-negara Barat. Mereka menyebut pemblokiran akses lebih bermotif politik.

Sebelumnya diberitakan TikTok diblokir dari gawai-gawai pekerja pemerintahan di sejumlah lembaga dan negara bagian AS dan Kanada.

Selain itu, muncul juga usulan rancangan UU pemblokiran TikTok. Semuanya terkait kerisauan platform itu jadi alat mata-mata China.

"Klaim tersebut tidak benar dan tanpa dasar. Pemerintah China tidak memiliki kendali langsung maupun tidak langsung atas ByteDance atau TikTok," ujar Juru Bicara TikTok dalam pernyataan resmi, Kamis (9/3).

Baca Juga:
Ini Sosok Bagher Ghalibaf, Mantan Pilot Tempur IRGC Iran yang Diklaim Jadi Calon Boneka AS

Pernyataan itu juga menyebut saham ByteDance, induk perusahaan TikTok, dimiliki investor global (60 persen), pendiri perusahaan (20 persen), dan karyawan (20 persen).

Juru bicara TikTok juga mengklaim privasi dan keamanan pengguna menjadi prioritas utama aplikasi.

"Privasi dan keamanan pengguna kami, termasuk pengguna kami di Indonesia, adalah salah satu prioritas utama kami," kata dia.

"TikTok mengambil tanggung jawab untuk menjaga privasi dan keamanan data pengguna dengan serius dan mencurahkan banyak perhatian dan sumber daya untuk mencapai tujuan ini," lanjutnya.

Baca Juga:
Pemerintah Batasi Akses Media Sosial bagi Anak di Bawah 16 Tahun, Komdigi Mulai Terapkan Aturan Baru

"Kami menghargai bahwa beberapa pemerintah telah dengan bijak memilih untuk tidak menerapkan larangan tersebut karena kurangnya bukti yang mendukung kebutuhan untuk memberlakukan larangan tersebut. Tetapi, sangat mengecewakan bagi kami untuk melihat beberapa badan dan lembaga pemerintah lain melarang aplikasi TikTok pada perangkat karyawan mereka tanpa deliberasi atau bukti. Larangan ini didasarkan pada misinformasi mendasar tentang perusahaan kami," klaim perusahaan itu lagi.

TikTok menyebut larangan pada perangkat federal di AS itu dilakukan sepihak tanpa mengonfirmasi ke pihaknya lebih dulu. "Larangan ini tidak lebih dari langkah politik," tandas TikTok seperti dilansir CNN Indonesia.

Sebelumnya, AS dan Kanada melarang perangkat pemerintah menggunakan aplikasi TikTok demi keamanan siber di negaranya. Pemerintah Kanada melarang TikTok dari semua perangkat elektronik resmi yang dikeluarkan negara mulai Selasa (28/2).

Pejabat AS dan sekutu menyatakan keprihatinannya sambil mengklaim TikTok atau induknya di China, ByteDance, bisa dipaksa oleh pemerintah China untuk menyerahkan informasi pribadi pengguna.

Para pakar keamanan independen mengatakan ada peluang pemerintah China meminta TikTok untuk bisa menyusup ke informasi pemerintah. Meskipun, sampai saat ini belum ada laporan insiden akses semacam itu.

Teranyar, DPR AS mengajukan Undang-undang yang memungkinkan Presiden Joe Biden memblokir media sosial asal China tersebut.

Undang-undang itu bernama Deterring America's Technological Adversaries Act (DATA Act), yang diumumkan ke para anggota legislatif AS pada Jumat (24/2) waktu setempat.

CNN melaporkan teks dalam UU DATA spesifik menyebut TikTok dan ByteDance. Undang-undang itu juga memungkinkan Joe Biden mengenakan penalti hingga pemblokiran kepada kedua entitas tersebut.(*)

Baca Sebelumnya

Cat Lovers Wajib Tahu! Ini Bahaya Bulu Kucing

Baca Selanjutnya

Negeri Jiran Heboh Lagi, KPK-nya Malaysia Tangkap eks PM Muhyiddin Yasin

Tags:

TikTok AS Kanada Blokir

Berita lainnya oleh M. Rifat

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

14 April 2026 17:51

Diplomasi Maraton ala Prabowo, Tiba di Paris Temui Presiden Macron setelah 5 Jam Diskusi dengan Putin

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

14 April 2026 17:37

Peta Geopolitik Tak Menentu, Prabowo dan Putin Perkuat Arah Kemitraan Indonesia-Rusia

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

14 April 2026 16:22

Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa, Ulama Dirikan Wadah Santri dan Alumni Pesantren Se-Nusantara

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

13 April 2026 08:05

MGPA Siapkan Opening Ceremony Megah untuk GT World Challenge Asia 2026 Mandalika

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

13 April 2026 06:00

Prabowo ke Rusia, Dijadwalkan Bicara Empat Mata dengan Putin

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

13 April 2026 04:01

Jadwal Salat Kota Surabaya 13 April 2026

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H