Ditolak Orang Tua, Tekad AKP Ivan Tak Padam Demi Seragam Bhayangkara

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Aziz Mahrizal

1 Jul 2025 16:02

Thumbnail Ditolak Orang Tua, Tekad AKP Ivan Tak Padam Demi Seragam Bhayangkara
AKP Ivan Danara Oktavian. (Foto: Mat Jusi/Ketik)

KETIK, SAMPANG – Impian AKP Ivan Danara Oktavian untuk menjadi seorang polisi bukanlah hal yang muncul tiba-tiba. Sejak kecil, keinginan itu telah tertanam kuat dalam dirinya. Namun, jalan menuju seragam Bhayangkara tak serta-merta mulus. Restu orang tua menjadi rintangan pertama yang harus dihadapi.

Pria kelahiran Serang, Banten, 22 Oktober 1994 ini justru diarahkan orang tuanya untuk menjadi seorang dokter. Tekanan tersebut bukan tanpa alasan. Keluarganya yang berlatar belakang tenaga kesehatan berharap Ivan melanjutkan jejak yang sama.

"Awalnya saya dipaksa jadi dokter, tapi saya tidak mau. Saya ingin berbeda," katanya kepada Ketik, Selasa, 1 Juli 2025.

Keinginan Ivan Danara Oktavian untuk menjadi polisi kian kuat saat duduk di bangku kelas IX SMP. Saat itu, ia memiliki sepupu yang bertugas di korps Kepolisian Perairan (Polair). Suatu hari, sang sepupu gugur saat menjalankan tugas menangkap pelaku kejahatan di laut akibat terpeleset dan tertabrak baling-baling kapal. Peristiwa tragis itu justru menjadi pemantik rasa takut dari ibunya. 

Baca Juga:
Pemprov Sulsel Jadi Lokus PKDN Sespimti Polri 2026, Dorong Perumusan Kebijakan Strategis

"Ibu saya paling takut. Padahal profesi kepolisian itu banyak; ada Polair, Reserse, Lantas, Brimob, Sabhara. Tapi beliau pikir polisi itu hanya Polair," ujarnya sambil tersenyum.

Foto AKP Ivan Danara Oktavian (Foto: Mat Jusi/Ketik).AKP Ivan Danara Oktavian (Foto: Mat Jusi/Ketik).

Meski tak mendapat dukungan, Ivan tak menyerah. Ia terus menunjukkan tekad dan semangat kepada orang tuanya. Hingga saat menginjak bangku SMA, restu itu pun akhirnya datang. Sejak saat itu, jalannya menjadi seorang polisi terbuka lebar.

Ivan resmi menjadi anggota Polri pada 2016 dan mendapatkan penugasan pertamanya di Kalimantan Tengah. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Usai menamatkan pendidikan, ia ditempatkan di Polda Jawa Timur.

Baca Juga:
Lansia Pacitan Ditemukan Tewas di Rumah Sendiri, Awalnya Warga Endus Bau Menyengat

Salah satu pengalaman penting dalam kariernya adalah saat dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Sokobanah, Polres Sampang, Madura. Selama satu tahun bertugas, Ivan dikenal sebagai polisi yang profesional, berintegritas, dan dekat dengan masyarakat. Ia dijuluki sebagai bapak sosial karena kepeduliannya terhadap warga kurang mampu.

Tak hanya itu, Ivan juga menggagas berbagai inovasi pelayanan, termasuk layanan delivery SKCK untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus administrasi di Polsek Sokobanah. Kepemimpinannya mendapat apresiasi luas dari warga.

Setelah masa tugasnya di Sampang, Ivan dipindah ke Lamongan sebagai Kanit Regident. Selanjutnya, ia kembali ke Polda Jatim sebelum akhirnya pada 21 Februari 2025, resmi menjabat sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Nganjuk.

Sebagai Kasatlantas, ia membawa semangat baru untuk menata lalu lintas di wilayahnya. Salah satu komitmen kuat yang diusungnya adalah memberantas penggunaan knalpot brong. 

"Saya sebagai Kasatlantas Polres Nganjuk berkomitmen untuk zero knalpot brong di wilayah Nganjuk," tegasnya.

Meski tugasnya padat, Ivan tetap menjaga kebugaran tubuh. Ia rutin berolahraga, mulai dari bersepeda, bulu tangkis, hingga lari. 

"Alhamdulillah ditengah kesibukan, saya selalu berolahraga agar tubuh tetap fit dan sehat," ungkap pria yang hobi makan nasi pecel ini.

Kisah Ivan Danara Oktavian menjadi bukti bahwa tekad dan kesungguhan mampu menembus keraguan, bahkan restu yang sempat tertunda. Kini, ia tak hanya berhasil mewujudkan impian masa kecilnya, tetapi juga mengabdikan diri sepenuh hati untuk masyarakat.(*)

Baca Sebelumnya

Pemkot Surabaya Bangun Tiga SMP Baru, Anggaran Rp20 Miliar

Baca Selanjutnya

Bupati Apresiasi Polresta Bandung yang Selalu Hadir di Tengah Masyarakat

Tags:

AKP Ivan Danara Oktavian Polisi Bhayangkara Polri Polres Nganjuk Polda Jatim

Berita lainnya oleh Mat Jusi

PC PMII Sampang Soroti Dugaan Pungli Perizinan ESDM Jatim yang Jerat 3 Tersangka

19 April 2026 18:04

PC PMII Sampang Soroti Dugaan Pungli Perizinan ESDM Jatim yang Jerat 3 Tersangka

Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana

18 April 2026 05:00

Pemprov Jatim Genjot Program PESTANA, Pesantren di Madura Jadi Garda Tangguh Bencana

Bank Sampang Raih The Best Regional Champion 2026 Tiga Kali Berturut-turut dari Infobank

17 April 2026 16:35

Bank Sampang Raih The Best Regional Champion 2026 Tiga Kali Berturut-turut dari Infobank

Diduga Gunakan Pelat Nomor Ganda, Mobil Truk Boks Bawa Rokok Ilegal Kecelakaan di Sampang

17 April 2026 11:20

Diduga Gunakan Pelat Nomor Ganda, Mobil Truk Boks Bawa Rokok Ilegal Kecelakaan di Sampang

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Minta Nakes Puskesmas Karang Penang Tingkatkan Pelayanan Prima

17 April 2026 06:10

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Minta Nakes Puskesmas Karang Penang Tingkatkan Pelayanan Prima

Kiai di Sampang Ajak Ulama Madura Dukung Perjuangan Habib Aboe Bakar Cegah Narkoba Masuk Pesantren

16 April 2026 09:33

Kiai di Sampang Ajak Ulama Madura Dukung Perjuangan Habib Aboe Bakar Cegah Narkoba Masuk Pesantren

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend