KETIK, JAKARTA – Direktur Utama (Dirut) PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Imam Teguh Saptono, meraih penghargaan prestisius Best CEO 2025 pada acara Best CEO & CFO Forum yang diselenggarakan oleh SWA Media Group dan Dunamis Organization Services di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Penghargaan ini diberikan berkat kepemimpinan Imam yang inspiratif, inovasi yang berkelanjutan, serta visi dan ketangguhannya dalam membawa Bank Muamalat tetap berdiri kokoh di tengah berbagai tantangan bisnis.
"Alhamdulillah, penghargaan ini bukan prestasi personal saya semata, tapi buah dari dedikasi dan kerja sama seluruh karyawan di Bank Muamalat,” kata Imam Teguh Saptono dalam keterangannya dikutip, Jumat, 27 Februari 2026.
Menurut dia, seluruh karyawan Bank Muamalat berhasil dalam membangun ekosistem syariah yang saling menguatkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai good corporate governance (GCG).
Imam mengungkapkan, sejak menjabat sebagai Dirut Bank Muamalat pada Maret 2025 lalu, dihadapkan pada sejumlah tantangan, antara lain mengembalikan rasa percaya umat (trust).
Sebab, bisnis keuangan syariah itu tidak hanya soal struktur dan produk, tapi soal value dan kredibilitas kepada nasabah atau umat.
“Kita berhadapan dengan pasar yang sangat kritis dan spiritual sekaligus. Mereka ingin bank yang tidak hanya Islami, tapi juga bermartabat dan terpercaya,” terang Imam.
Imam mengatakan, salah satu gebrakan momumental yang dilakukannya adalah menata ulang arah strategis Bank Muamalat secara jujur dan berani melalui apa yang disebut sebagai Turnaround Plan berbasis nilai.
“Kami tidak memulai dari kosmetik kinerja, tetapi dari hal yang paling mendasar. Yakni kesadaran kolektif bahwa krisis bukanlah aib, melainkan momentum spiritual dan manajerial untuk bangkit.,” ujar dia.
Dari situ, kemudian ia menyederhanakan fokus bisnis, menghentikan ekspansi yang tidak sehat, dan mengalihkan energi organisasi ke segmen-segmen yang benar-benar dipahami dan dikuasai.
“Khususnya ekosistem haji dan umrah, pembiayaan emas, dan ritel yang resilient,” tuturnya.
Di saat yang sama, ia juga memperkuat budaya internal dengan menegaskan kembali bahwa pionir bank syariah di Indonesia ini, bukan sekadar entitas bisnis, tetapi institusi perjuangan.
Perubahan pun terasa nyata dalam cara bekerja, cara mengambil keputusan, hingga cara melayani nasabah.
“Perlahan tapi pasti, trust mulai kembali, kinerja membaik, dan yang terpenting: organisasi menemukan kembali jati dirinya,” ucap Imam.
Imam menegaskan, penghargaan prestisius Best CEO 2025 juga tidak lepas dari kepercayaan dan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan yang mengiringi perjalanan Bank Muamalat.
“Kami bangga dan bersyukur karena selama tiga dekade, Bank Muamalat telah menjadi bagian dari perjalanan hijrah keuangan para nasabah,” ujar Imam.
Hal ini, menurutnya, sebuah ikhtiar bersama menuju keberkahan, melalui layanan perbankan yang sesuai syariah, amanah dan terpercaya.
“Semoga Bank Muamalat senantiasa menjadi Jalan Hijrah Menuju Berkah bagi siapa pun yang ingin membangun masa depan keuangan yang lebih baik, lebih tenang, dan lebih bermakna,” pungkas Imam.
Seperti diketahui, pemilihan Best CEO 2025 dilakukan melalui survei dengan menggunakan pendekatan The 4 Essential Roles of Leadership yakni menginspirasi kepercayaan, menciptakan visi, mengeksekusi strategi, dan potensi pembimbingan.
Adapun responden survei adalah karyawan yang berada di level 3-4 di bawah CEO. Di samping itu, kinerja perusahaan juga menjadi pertimbangan dalam menentukan CEO yang berhak menyandang predikat Best CEO 2025. (*)
