Denmark Kirim Tentara ke Nuuk, Krisis Greenland Kian Memanas

Editor: Muhammad Faizin

20 Jan 2026 06:40

Headline

Thumbnail Denmark Kirim Tentara ke Nuuk, Krisis Greenland Kian Memanas
Pesawat jet tempur F35 milik Militer Denmark yang dikirim ke Greenland pada Senin, 19 Januari 2026. (Kementerian Pertahanan Denmark)

KETIK, JAKARTA – Denmark mulai mengirimkan puluhan tentara tambahan ke Nuuk, Greenland. Pengiriman tentara melalui pesawat jet tempur F35 ini menandai meningkatnya ketegangan di Arktik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terus menegaskan ambisinya menguasai pulau terbesar di dunia tersebut.

Pendaratan pasukan ini menunjukkan bahwa konflik seputar Greenland kini tidak lagi berhenti pada retorika diplomatik, melainkan telah memasuki fase keamanan dan pertahanan.

Menurut laporan media lokal Denmark Omni, pesawat militer Denmark mendarat di Nuuk pada Senin malam pada Senin, 19 Januari 2026. Mereka membawa pasukan yang akan terlibat dalam latihan Operation Arctic Endurance, latihan militer yang diperluas di tengah meningkatnya ketegangan. Yang mencolok, seorang perwira berpangkat mayor—Peter Boysen—ikut berada di lokasi, sebuah kehadiran yang jarang terjadi pada militer Denmark dalam kondisi normal dan mengindikasikan tingkat kewaspadaan yang tinggi.

Langkah militer ini menjadi puncak dari rangkaian peristiwa cepat yang berlangsung hanya dalam hitungan hari, dimulai dari ancaman tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump hingga gelombang protes publik di Denmark.

Baca Juga:
Krisis Minyak Global Imbas Konflik Iran-AS, Menaker Imbau Perusahaan Terapkan WFH

 

Ancaman Tarif Trump Jadi Pemicu

Krisis memanas pada 16 Januari 2026, ketika Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat dapat mengenakan tarif dagang terhadap negara-negara yang menentang rencananya untuk menguasai Greenland.

Trump kembali menegaskan klaim lamanya bahwa Greenland penting bagi keamanan nasional AS, dan menyiratkan bahwa penolakan atas ambisi tersebut bisa berujung pada konsekuensi ekonomi.

Baca Juga:
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Pembicaraan Damai Segera Dimulai

Pernyataan ini mengubah sifat konflik. Isu Greenland yang sebelumnya berada di ranah diplomasi dan geopolitik Arktik, kini ditarik ke wilayah perang dagang dan tekanan ekonomi terhadap sekutu NATO.

Respons awal Denmark datang dari jalur diplomasi. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen menyebut ancaman tarif tersebut sebagai sesuatu yang “mengejutkan”, dan segera mengonfirmasi bahwa Kopenhagen melakukan koordinasi intensif dengan Uni Eropa.

Bagi Denmark, ancaman Trump tidak hanya menyasar Greenland, tetapi juga menciptakan preseden berbahaya: penggunaan kekuatan ekonomi untuk memaksa perubahan sikap politik negara sekutu. Karena itu, Denmark memilih membawa isu ini ke tingkat Eropa, alih-alih menghadapinya secara bilateral dengan Washington.

 

Kongres AS Datang untuk Mendinginkan Suasana

Di tengah peningkatan eskalasi itu, pada 17 Januari 2026, sebuah delegasi Kongres AS justru tiba di Kopenhagen. Kehadiran mereka membawa pesan yang kontras dengan retorika Gedung Putih.

Para anggota Kongres menegaskan bahwa pandangan Trump tidak mencerminkan konsensus politik di Amerika Serikat. Salah satu pernyataan yang paling menonjol disampaikan oleh Senator Lisa Murkowski dari Partai Republik.

“Greenland harus dipandang sebagai sekutu, bukan sebagai aset yang bisa diambil alih,” ujar Lisa.

Delegasi tersebut secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Denmark dan Greenland, serta menekankan pentingnya stabilitas Arktik dan kerja sama NATO. Kunjungan ini dipandang sebagai upaya de-eskalasi untuk mencegah keretakan lebih jauh dalam hubungan transatlantik.

 

Gelombang Protes Publik di Denmark

Masih pada 17 Januari, krisis Greenland bergeser dari ruang diplomasi ke jalanan kota. Ribuan warga Denmark turun berdemonstrasi di Kopenhagen dan sejumlah kota besar lainnya, menolak sikap AS yang dinilai ingin memperlakukan Greenland sebagai komoditas geopolitik.

Aksi protes ini menarik perhatian internasional karena simbol-simbol satir yang digunakan demonstran, terutama topi merah bertuliskan “Make America Go Away”, parodi dari slogan kampanye Trump. Pesan utama massa jelas: Greenland bukan barang dagangan, dan Denmark tidak boleh ditekan secara ekonomi untuk menyerahkan kedaulatan.

Demonstrasi ini memperlihatkan bahwa isu Greenland telah menjadi soal harga diri nasional bagi publik Denmark, bukan sekadar isu kebijakan luar negeri.

Menurut media lokal setempat Omni, dengan mendaratnya tentara Denmark di Nuuk pada 19 Januari 2026, pemerintah Denmark mengirimkan pesan yang jelas: kedaulatan Greenland bukan sekadar pernyataan politik, tetapi komitmen yang didukung kesiapan pertahanan.

Langkah ini tidak berarti Denmark menginginkan konfrontasi, tetapi menunjukkan bahwa tekanan—baik ekonomi maupun politik—tidak akan dibiarkan tanpa respons. Greenland kini berdiri di persimpangan antara diplomasi, tekanan ekonomi, dan keamanan regional, menjadikannya salah satu titik panas geopolitik paling sensitif di awal 2026.

Baca Sebelumnya

MK: Perlindungan Wartawan Merupakan Hak Konstitusional Warga Negara

Baca Selanjutnya

Viral! SDN 1 Batuporo Timur Sampang Diduga Tanpa Aktivitas Belajar Mengajar Tetap Dapat MBG

Tags:

Greenland AS ingin kuasai Greenland Denmark Donald Trump Amerika Serikat NATO F35

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

12 April 2026 11:40

WFH ASN Berpotensi Disalahgunakan dan Belum Tentu Hemat Anggaran

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

12 April 2026 11:00

WFH ASN Tidak Efektif Jika Tak Didukung Budaya Kerja Mandiri dan Sistem Pengawasan

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

12 April 2026 09:40

Mahasiswa UNEJ Ciptakan Insinerator Pengolah Sampah Jadi Listrik, Solusi Limbah dan Energi Terbarukan

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

12 April 2026 08:21

Adik Bupati Tulungagung Ikut Terjaring OTT KPK, Lolos Status Tersangka

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

11 April 2026 07:30

Sosok Ahmad Baharudin, Wabup yang Pernah Konflik Terbuka dengan Bupati Tulungagung

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

10 April 2026 06:40

BRIN Ungkap Objek Langit di Lampung-Banten Bekas Roket China, Pakar: Pengawasan Sampah Antariksa Harus Diperkuat

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar