Daya Beli Masyarakat Pacitan Lesu, Ekonom Sebut Efek Pinjol, Judol hingga Efisiensi

Jurnalis: Al Ahmadi
Editor: Hetty Hapsari

27 Agt 2025 14:45

Thumbnail Daya Beli Masyarakat Pacitan Lesu, Ekonom Sebut Efek Pinjol, Judol hingga Efisiensi
Deretan kios di Pasar Sawo tampak sepi pembeli. Sepinya aktivitas jual-beli jadi potret nyata lesunya daya beli masyarakat. Bahkan sebagian gerai tutup lebih awal, Rabu, 27 Agustus 2025. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Daya beli masyarakat di Kabupaten Pacitan diklaim tengah mengalami pelemahan.

Hal itu tercermin dari data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Agustus 2025 yang menunjukkan deflasi berturut-turut: minggu I sebesar –1,55 persen, minggu II –1,58 persen, dan minggu III –1,80 persen.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Muhammad Ali Mustofa mengakui deflasi ini tidak otomatis tanda kesejahteraan, tetapi adalah sinyal bahwa masyarakat menahan konsumsi karena daya beli kian lemah.

"Komoditas strategis seperti beras, ayam, dan bawang merah justru masih mencatat kenaikan harga jika dibandingkan pada bulan Juli 2025,” ungkapnya kepada Ketik.com, Rabu, 27 Agustus 2025.

Baca Juga:
Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Kondisi sulit tersebut mendorong masyarakat mencari jalan pintas.

Menurutnya, fenomena melemahnya daya beli, maraknya pinjol, serta derasnya arus judi online menimbulkan lingkaran kerentanan baru.

Ali memaparkan, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2019–2024 jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia menyusut drastis, dari 57,33 juta jiwa menjadi 47,85 juta jiwa. Sebaliknya, kelompok rentan melonjak menjadi 67,69 juta jiwa.

Pun menurut OJK, awal 2025 tercatat 146,5 juta akun pinjol di Indonesia. Alih-alih untuk modal usaha, mayoritas dipakai kebutuhan harian seperti pangan, listrik, hingga sekolah.

Baca Juga:
Dilema Pedagang Kecil Saat Harga Plastik Naik, Harga Jual Tak Berani Ikut

Sementara itu, PPATK mencatat perputaran dana judi online 2025 tembus Rp1.200 triliun, naik hampir empat kali lipat dari tahun sebelumnya, setara 14 persen APBN.

"Mayoritas pemain berasal dari ekonomi menengah ke bawah. Kelas menengah yang tertekan biaya hidup terancam makin terpuruk, sementara kelas bawah semakin sulit bangkit," papar ekonom tersebut.

Di Pacitan, imbuh Ali, kondisi itu terlihat dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam operasi pasar murah dan gerakan pangan murah.

Artinya, rumah tangga yang selama ini dianggap tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional kian tergerus. Mereka terpaksa berhemat, mengurangi konsumsi, bahkan beralih ke pembiayaan berisiko.

Situasi semakin berat di tingkat daerah. Pada 2025, anggaran transfer dari pusat ke Kabupaten Pacitan dipangkas Rp101 miliar.

Pemkab pun harus melakukan rasionalisasi anggaran, mulai dari pemotongan perjalanan dinas, kegiatan seremonial, ATK, hingga penundaan beberapa proyek infrastruktur jalan.

Efisiensi ini di satu sisi dianggap positif karena menekan belanja birokrasi. Namun di sisi lain, penundaan proyek infrastruktur dan berkurangnya belanja publik justru bisa memperdalam penurunan daya beli masyarakat.

“Proyek yang tertunda berarti aliran uang ke pekerja, kontraktor, dan pemasok ikut terhambat. Kegiatan ekonomi lokal dari belanja pemerintah juga menurun, padahal UMKM sangat bergantung dari sana,” jelas analis tersebut.(*)

Baca Sebelumnya

Jajaran Elite Partai Golkar Temui Presiden Prabowo di Istana, Apa yang Dibahas?

Baca Selanjutnya

Putra-Putri Polri Anggota Paskibra Abdya Diberikan Penghargaan, Berikut Daftar Namanya

Tags:

pacitan Daya Beli ekonomi lesu pedagang Pasar Minulyo UMKM deflasi pinjol judi online Krisis Ekonomi Harga Pangan Pasar Tradisional Kuliner Pacitan Ekonomi daerah Lesu Belanja

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

13 April 2026 19:55

Anak Dianiaya di Rumah Nenek, Ibu di Pacitan Tempuh Jalur Hukum-Lapor Polda Jatim

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

13 April 2026 19:53

Anggaran Cupet, Bakesbangpol Pacitan Cari Penginapan Gratis untuk Karantina Paskibraka 2026

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

13 April 2026 14:32

Orang Tua Desak SPPG Tanggungjawab, Korban Dugaan Keracunan MBG Pacitan Tembus Ratusan

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

13 April 2026 13:23

Rem Blong, Turunan Tajam Jalur Rawan Pacitan-Ponorogo Tewaskan Sopir Truk

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

11 April 2026 23:22

Kronologi Siswa Pacitan yang Diduga Keracunan MBG, Kini Masih Dirawat di RS

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

11 April 2026 19:06

Buntut Dugaan Keracunan Siswa di Tegalombo, DPRD Pacitan Desak Evaluasi Total MBG

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar