Dari Kolong Jembatan Ke Balai Kota, Cara MAPAC Menjaga Nyala Seni di Malang

Jurnalis: Rosa Dwi Eliyah
Editor: Aziz Mahrizal

2 Apr 2026 13:04

Thumbnail Dari Kolong Jembatan Ke Balai Kota, Cara MAPAC Menjaga Nyala Seni di Malang
Penampilan MAPAC di halaman Balai Kota Malang, Rabu, 1 April 2026. (Foto: MAPAC)

KETIK, MALANG – Tak butuh gedung megah untuk memulai sebuah pergerakan. Malang Performance Art Community (MAPAC) membuktikan dedikasinya dalam melestarikan seni di Malang melalui panggung yang tak biasa. 

Perform pertama mereka bukan digelar di tempat megah, melainkan di bawah jembatan Kali Brantas. Sejak saat itu, Malang seolah menjadi panggung bebas bagi mereka. 

Tidak ada lokasi khusus yang harus dipakai. Dari ruang publik, monumen, hingga kini Balai Kota, semuanya pernah menjadi bagian dari perjalanan karya mereka.

“Memang dari awal kita enggak pernah patok tempat. Di mana pun bisa jadi ruang ekspresi,” ujar Soge Ahmad ditemui di Balai Kota Malang, Rabu, 1 April 2026.

Baca Juga:
BNI Bantu Pasar Sawojajar Kota Malang Naik Kelas Jadi Pasar Modern Berbasis Digital

Perpindahan ruang ini bukan tanpa alasan. Bagi MAPAC, seni seharusnya hadir dekat dengan masyarakat, bukan hanya dinikmati di ruang-ruang tertentu saja.

Meski kini ikut meramaikan perayaan Hari Jadi ke-112 Kota Malang di Balai Kota, cara mereka tetap sama seperti dulu sederhana dan spontan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, mereka memilih untuk tampil tanpa melalui proses perizinan formal.

“Kadang kita langsung bergerak saja. Tapi tetap tahu batas, nggak bikin kerumunan atau ganggu sekitar,” jelas Soge.

Baginya, yang terpenting bukan soal prosedur, tapi bagaimana karya tetap bisa tersampaikan tanpa merugikan orang lain.

Baca Juga:
Beli Rumah 2 Lantai di De Cassablanca Malang, Warga Kecewa Hanya Terima Dokumen 1 Lantai

Selama perjalanannya, MAPAC juga konsisten menghadirkan festival tahunan lewat PAMAFest yang kini sudah memasuki tahun ke-16. Menariknya, festival ini tidak hanya diikuti seniman lokal, tapi juga dari berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Pasuruan, Probolinggo, hingga Bondowoso.

Bahkan, pada PAMAFest ke-3, MAPAC pernah menghadirkan seniman performance art dari Singapura. Sementara pada PAMAFest ke-11 di tahun 2020, yang digelar di tengah pandemi, acara ini tetap berjalan dengan melibatkan seniman dari berbagai kota di Indonesia, bahkan hingga menghadirkan partisipasi dari Australia.

Tak hanya itu, ruang-ruang yang mereka pilih juga sering membawa cerita tersendiri. Seperti saat mereka tampil di Monumen Hamid Rusdi untuk mengenalkan sosok pahlawan lokal, atau ketika membuat performance untuk mengenang satu tahun tragedi Kanjuruhan.

Semua itu menunjukkan bahwa bagi MAPAC, tempat bukan sekadar lokasi, tapi bagian dari makna karya itu sendiri.

Di balik kesederhanaannya, mereka tetap punya harapan besar untuk kota ini. Malang, menurut Soge, bukan hanya kota tempat tinggal, tapi juga ruang eksperimen yang hidup.

“Malang sebagai salah satu laboratorium arsitektur jengki di Indonesia. Bahkan sejak 112 tahun lalu, Malang adalah salah satu kota yang memiliki tata ruang yang sangat baik, sehingga memiliki karakter dan wajah kota yang benar-benar menjadi identitasnya,” ujarnya.

Di usia yang ke-112, Kota Malang mungkin terus berubah. Tapi lewat langkah kecil yang berpindah-pindah ini, MAPAC membuktikan bahwa seni akan selalu menemukan jalannya di mana pun ruang itu tersedia. (*) 

Baca Sebelumnya

BPJS Ketenagakerjaan Madura Edukasi Jaminan Sosial di Tengah Haul Syaikhona Kholil

Baca Selanjutnya

Kemiskinan Lebak Turun pada 2025, Bapperida Sebut Hasil Kerja Terpadu Berbagai Pihak

Tags:

MAPAC Soge Ahmad malang Balai Kota Malang Kota Malang

Berita lainnya oleh Rosa Dwi Eliyah

Belajar dari Dunia Nyata, Konsep Teaching Factory Diterapkan di SMKN 4 Malang

16 April 2026 12:26

Belajar dari Dunia Nyata, Konsep Teaching Factory Diterapkan di SMKN 4 Malang

Tak Pernah Menyangka Jadi Kepala Sekolah, Ini Perjalanan Gunawan Dwiyono, Kepsek SMKN 4 Malang

15 April 2026 09:39

Tak Pernah Menyangka Jadi Kepala Sekolah, Ini Perjalanan Gunawan Dwiyono, Kepsek SMKN 4 Malang

Kedai Kopi Cahaya Baru, Ruang Singgah Anak Muda di Tengah Hiruk Pikuk Kota Malang

15 April 2026 07:00

Kedai Kopi Cahaya Baru, Ruang Singgah Anak Muda di Tengah Hiruk Pikuk Kota Malang

Plastik dari Singkong Ini Bisa Dimakan, Karya Lulusan Terbaik ITN Malang

14 April 2026 19:57

Plastik dari Singkong Ini Bisa Dimakan, Karya Lulusan Terbaik ITN Malang

Lolos SNBP Meningkat, SMK Negeri 4 Tekankan Kesiapan Siswa Bukan Sekadar Target PTN

13 April 2026 11:04

Lolos SNBP Meningkat, SMK Negeri 4 Tekankan Kesiapan Siswa Bukan Sekadar Target PTN

19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

12 April 2026 15:29

19 Siswa SMKN 3 Malang Lolos SNBP 2026, Tembus UB, UM hingga Politeknik Negeri

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H